AdaHobi, Contoh Puisi Pendidikan – Salah satu tujuan dari terbentuknya Republik Indonesia ialah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan mulia ini tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Demi tercapainya tujuan bersama ini maka pendidikan menjadi jalan utama. Memperbaiki kualitas pendidikan bangsa merupakan tugas setiap warga negara yang mengaku bertumpah darah satu.

Pendidikan Bahasa Indonesia yang merupakan kunci agar terpeliharanya kebudayaan bangsa menjadi pilar terpenting dalam mewujudkan tujuan tersebut. Setiap warga negara wajib melestarikan bahasa nasional dengan mengekspresikannya dalam cara apapun, termasuk puisi.

Puisi tentang pendidikan bisa menjadi cara sederhana dalam upaya melestarikan bahasa Indonesia sekaligus menyelenggarakan pendidikan kepada warga negara. Lewat puisi tentang pendidikan, semoga seluruh bangsa dapat meyakini bahwa pendidikan merupakan tugas utama dan mulia.

Berikut adalah contoh puisi pendidikan yang dapat kamu jadikan referensi untuk kegiatan belajar-mengajar atau ketika ada peristiwa bersejarah seperti Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas.

Contoh Puisi Pendidikan Bebas Pendek Singkat

Puisi Pendidikan
hipwee.com

Pahlawan Pendidikan

Karya: faris

Jika hidup aku yang dulu begitu sepi
Tak pernah ada yang mengisi
Hanya ada kehampaan dan warna gelap
Penuh dengan kebingungan dan tak tahu apa yang bisa di lakukan

Namun hidup aku tidak lagi sepi
Mulai ada yang mengisi penuh warna-warni
Dengan uraian kata-kata
Itu karna ada kau yang mengajarkan aku

Tentang mana angka dan huruf
Tentang mana warna yang indah
Semua berkat bimbingan pendidikan darimu
Yang tak pernah lelah mengajari aku

Oh guruku dengan pendidikan darimu
Nasib aku bisa dirubah
Apa yang tidak mungkin kau jadikan mungkin
Sehingga mimpiku bisa aku raih

Sumber: kabarkan.com

Contoh puisi pendidikan pertama mengisahkan tentang jasa seorang guru kepada muridnya. Bait pertama puisi, sang murid menggambarkan bahwa dia berada dalam ketidaktahuan. Kebingungan yang diakibatkan tidak adanya pelita pengetahuan membuatnya bingung untuk berbuat sesuatu hal.

Bait kedua puisi pendidikan tersebut kemudian mengisahkan tentang lanjutan dari bait pertama. Ketidaktahuan sang murid kini membuatnya tak lagi kesepian. Rangkaian pengajaran oleh sang guru menjadikan hidup sang murid menjadi lebih berwarna.

Bait selanjutnya masih membahas tentang jasa sang guru.  Guru tersebut mengajarkan kata, angka, dan huruf serta warna yang indah kepada sang murid. Ia juga tak mengenal lelah saat memberikan pengajaran kepada sang murid.

Terakhir, adalah mimpi sang murid yang berhasil dicapai berkat jasa dari sang guru. Nasibnya berubah berkat pendidikan yang diajarkan oleh sang guru kepada muridnya.

Puisi pendidikan ini sangat sederhana namun tentu maknanya sangat dalam. Menghargai guru berarti menghargai ilmu pengetahuan yang mereka telah sampaikan.

Contoh Puisi Pendidikan Karakter Moral

Puisi Pendidikan

DIPONEGORO

Oleh: Chairil Anwar

Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.

MAJU

Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.

Sekali berarti
Sudah itu mati.

MAJU

Bagimu Negeri
Menyediakan api.

Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai

Maju
Serbu
Serang
Terjang

Contoh puisi tentang pendidikan berikutnya merupakan buah karya tokoh terkenal yakni, Chairil Anwar. Puisi pendidikan moral karakter ini berjudul Diponegoro.

Kita semua pasti sudah tahu bahwa Pangeran Diponegoro merupakan salah satu pahlawan nasional yang terkenal. Penulis puisi ini menggambarkan beliau seolah hidup kembali untuk melawan keadaan genting di masa kini.

Kegentingan di masa kini yang dimaksud tentu saja bukan perang di masa lalu. Bukan perang yang telah dilalui oleh pahlawan nasional tersebut. Akan tetapi, akibat dari situasi itulah yang menjadi titik fokus sang penulis. Sebuah perjuangan.

Benar, perjuangan melawan penindasan di masa kini. Penulis seolah mengirimkan kembali jiwa dan semangat Pangeran Diponegoro kepada para pemuda ke dalam puisi tersebut.

Jika beliau berbekal pedang dan keris, maka seharusnya para pemuda mampu memiliki senjata berjuang yang tentu menyesuaikan dengan zaman. Yakni, ilmu pengetahuan.

Puisi pendidikan karakter moral ini mengajarkan bahwa kita perlu memiliki semangat juang yang membara demi bangsa dan negara.

Contoh Puisi Pendidikan Nasional

Puisi Pendidikan
siedoo.com

Kita adalah Kaum Pendidik

Kaum pendidik
adalah mereka
yang mengabdikan dirinya
untuk mengemban tugas berat
di pundaknya

Kaum pendidik
adalah mereka
yang tanpa lelah
mengajarkan ilmu
kepada putra-putri bangsa

Kaum pendidik
adalah mereka
yang berani menggantikan
peran orang tua
di sekolah

Kaum pendidik
adalah mereka
yang merelakan waktunya

membangun pondasi yang kuat
bagi masa depan anak bangsa

kaum pendidik
adalah mereka
yang ikhlas berbakti
memberi tauladan kebaikan
bagi para muridnya

Kaum pendidik
adalah penunjuk jalan
bagi putra-putri bangsa

Kaum pendidik
adalah pelita
yang tak henti menyala
untuk memberi suluh
bagi putra-putri bangsa

Kaum pendidik
adalah kita

Sumber: arif.rahmawan.web.id

Puisi selanjutnya sangat cocok dijadikan sebagai contoh puisi pendidikan nasional. Dalam tiap baitnya penulis dengan lantang mengutarakan bahwa kita semua adalah kaum pendidik.

Jika puisi pendidikan sebelumnya mengisahkan tentang kontribusi seorang guru, namun puisi ini justru menyiratkan bahwa kita semua adalah guru.

Penulis puisi ini mengatakan bahwa kaum pendidik adalah mereka yang tugas yang berat. Mereka adalah orang yang tanpa lelah mengajarkan pengetahuan kepada seluruh tumpah darah bangsa.

Mereka juga merupakan orangtua kedua setelah orangtua kita. Istilah ini umum dipakai untuk menyebutkan guru.

Selain itu, penulis juga menuliskan bait bahwa mereka kaum pendidik merupakan orang yang telah merelakan waktunya demi membangun pondasi masa depan bangsa. Mereka berbakti dan menjadi teladan untuk muridnya, menjadi cahaya dalam kegelapan untuk putra-putri bangsa.

Bait terakhir, penulis menyebutkan bahwa kaum pendidik adalah kita. Semua adalah guru.

Contoh Puisi Pendidikan 2 Bait

Walaupun nasib sedang suram
Masa depan terlihat kelam
Jangan pernah tinggalkan pendidikan
Karena ia merupakan jalan

Ilmu pengetahuan haruslah direngkuh
Dengan segenap kecintaan
Dengannya kita akan berlabuh
Menuju pelataran masa depan

Sumber: pantuncinta2000.blogspot.com

Puisi pendidikan 2 bait yang sangat sederhana. Bait pertama dengan jelas penulis menyatakan bahwa pendidikan merupakan jalan agar masa depan dan nasib yang suram dapat dilalui. Penulis bahkan bernasihat untuk jangan meninggalkan pendidikan.

Menggapai ilmu pengetahuan harus dengan semangat dan cinta. Semangat agar terus terpompa untuk selalu belajar dan terus belajar dan juga mencintai ilmu pengetahuan itu sendiri. Berbekal ilmu pengetahuanlah, kapal masa depan dapat berlabuh di pelabuhan masa depan yang cerah.

Contoh puisi pendidikan 2 bait di atas sudah mampu memberikan kita semangat untuk terus membangkitkan semangat belajar.

Contoh Puisi Pendidikan 3 Bait

Kami Tak Pernah Lelah

Kami tak pernah lelah
Untuk belajar pengetahuan
Agar menjadi anak pintar
Kebanggaan ayah bunda

Kami tak pernah jenuh
Meski belajar harus di rumah
Tetap membuka buku
Mengambil ilmu dengan membaca

Walau hari ini berlebih-lebih
Kelak dewasa akan gembira
Sebab hidup berbahagia
Dengan ilmu yang dipunya

Sumber: pantuncinta2000.blogspot.com

Sekarang beranjak ke puisi pendidikan 3 bait. Sama seperti puisi sebelumnya, puisi sangat sederhana dan tersurat maknanya. Diksi yang dipilih sangat mudah dimengerti oleh orang awam.

Bait pertama tentu berisi nasehat agar tak lelah dalam mengejar pengetahuan. Kita semua berharap bahwa kita mampu membahagiakan orangtua dengan menjadi anak yang cerdas.

Bait kedua, berisi nasehat agar semangat membaca jangan sampai kendor. Jangan sampai jenuh untuk terus mengambil pengetahuan dari rak-rak buku bacaan.

Terakhir, berisikan akibat dari perjuangan kita yang tak kenal lelah dan tak kenal jemu. Pada akhirnya, pada saat kita sudah dewasa, ilmu pengetahuanlah yang menjadi alasan kita hidup berbahagia. Sebab ilmu pengetahuan akan menjaga kita dari kesalahan-kesalahan yang tak seharusnya kita kerjakan di masa muda.

Contoh Puisi Pendidikan 4 Bait

Puisi Pendidikan
republika.co.id

Guruku Engkaulah Pelita

Guruku…
Engkau bagaikan pelita
Menerangi dalam gelap gulita
Dengan lambaian bercahaya

Karenamu kami tahu
Berbagai hal di dunia
Engkau memberi ilmu
Agar tercapai cita-cita

Kau jadikan kami pandai
Kau ajarkan akhlak mulia
Amalmu banyak berderai
Kaulah pahlawan tanpa tanda jasa

Dari hati kami berdoa
Agar engkau berbahagia
Menjalani hari-hari dunia
Hari nanti masuk ke surga.

Sumber: pantuncinta2000.blogspot.com

Contoh puisi pendidikan 4 bait di atas mengisahkan tentang guru. Sama seperti puisi sebelumnya, puisi ini berusaha untuk menerangkan jasa para guru kepada kita para murid.

Guru adalah orang yang memberikan kita pelita demi menggapai cita-cita. Guru adalah orang yang menjadikan kita pandai meski tanpa berharap balas jasa.

Bait terakhir, semoga menjadi nasehat kepada kita semuanya. Sudah selayaknya kita terus mendoakan semua guru-guru kita agar bahagia di dunia dan akhirat. Kita tentu berharap kelak akan dikumpulkan bersama di dalam surga. Aamiin….

Contoh Puisi Pendidikan dalam Bahasa Inggris

Contoh Puisi Pendidikan
okezone.com

Children Learn What They Live

Children..

If they live with criticism, then they will learn to condemn.

If they live with hostility, they will learn to quarrel.

If they live with fear, they will earn to be apprehensive.

If they live with pity, they will learn to feel sorry for themselves and everything.

If they live with ridicule, they will learn to feel shy.

If they live with jealousy, they will learn to feel envy to others.

If the live with encouragement, they learn to feel confidence.

If they live with tolerance, they will learn patience.

If they live with praise, they will learn to appreciate.

If they live with acceptance, they will learn to love.

If they live with approval, they will learn to love themselves.

If they live with recognition, they will learn that it is good to have a purpose in live.

If they live with sharing, they will learn about generosity.

If they live with honesty, they will learn about truthfulness.

If they live with fairness, they will learn about justice.

If they live with kindness and consideration, they learn to respect others.

If they live with security, they will learn to have faith.

If they live with friendliness, they will learn that the world is a great place to live.

Sumber: kampunginggris.net

Puisi pendidikan Bahasa Inggris ini sangat unik berisikan sebab akibat dari suatu perlakuan kepada anak-anak. Bisa dikatakan bahwa ini merupakan pengetahuan non-teknis yang wajib dimiliki oleh seorang tenaga pendidik.

Tak boleh mencela anak sebab ia kelak juga akan belajar mencela. Jangan ajarkan permusuhan, sebab anak akan belajar bagaimana bertengkar. Tak boleh ada cemoohan, kelak anak akan merasa rendah diri. Tak boleh ada hinaan, sebab kelak anak akan belajar menyesali diri.

Baris berikutnya berisi nasehat yang bagus bagi para pendidik. Ajarkan toleransi, agar ia mampu belajar menahan diri. Berikanlah dorongan kepada anak, sebab kelak ia akan percaya diri.

Berikan anak-anak pujian, sebab mereka akan belajar menghargai orang lain. Pun juga ajarkan tentang keadilan, agar kelak mereka mampu menaruh kepercayaan.

Berikan mereka dukungan, sebab dengannya mereka akan berusaha mencintai diri mereka sendiri. Terakhir, ajarkan kepada mereka persahabatan agar kelak mereka meyakini bahwa dunia tempat yang indah untuk didiami.

Contoh Puisi Pendidikan dalam Bahasa Jawa

Rama

Rama,
Nyadong duka
Kulo mboten kapilut drajat pangkat
Jalaran ajrih sumpahing rakyat
Kang panggah mlarat sekarat

Bapak ibu guru,
Nyuwun donga pangestu
Mugi-mugi sedaya ilmu saged dados sangu

Sumber: padukata.com

Contoh Puisi Pendidikan tentang Guru

Pahlawan Pendidikan

Jika dunia kami yang dulu kosong
tak pernah kau isi
Mungkin hanya ada warna hampa, gelap
tak bisa apa-apa, tak bisa kemana-mana

Tapi kini dunia kami penuh warna
Dengan goresan garis-garis, juga kata
Yang dulu hanya jadi mimpi

Kini mulai terlihat bukan lagi mimpi
Itu karena kau yang mengajarkan
Tentang mana warna yang indah
Tentang garis yang harus dilukis
Juga tentang kata yang harus dibaca

Terimakasih guruku dari hatiku
Untuk semua pejuang pendidikan
Dengan pendidikanlah kita bisa memperbaiki bangsa
Dengan pendidikanlah nasib kita bisa dirubah
Apa yang tak mungkin kau jadikan mungkin

Hanya ucapan terakhir dari mulutku
Di hari pendidikan nasional ini
Gempitakanlah selalu jiwamu
wahai pejuang pendidikan Indonesia

Sumber: www.silabus.web.id

Selanjutnya masih contoh pendidikan tentang guru. Puisi ini juga menceritakan tentang jasa guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Puisi dibuat untuk memperingata Hari Pendidikan Nasional sebab tertulis tersurat di baris terakhir.

Puisi Pendidikan Chairil Anwar

Contoh Puisi Pendidikan

DOA Kepada Pemeluk Teguh

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cahyaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling

Berikutnya contoh puisi pendidikan karya Chairil Anwar berjudul Doa Kepada Pemeluk Teguh. Puisi ini berisikan ajakan kepada kita untuk mengingat Sang Pencipta.

Ternyata pendidikan agama tidak selalu mesti diajarkan dengan cara yang biasa. Bahkan lewat puisi pendidikan agama pun, pengajaran tentang hal yang berkaitan dengan keyakinan bisa dilakukan.

Puisi pendidikan agama seperti di atas misalnya. Tentu berdoa hanya dilakukan oleh mereka yang memiliki keyakinan akan hadirnya Dzat Pencipta.

Penulis puisi ini seolah memberikan nasehat kepada pembacanya untuk selalu ingat pada pencipta kita. Meski bagaimanapun keadaan kita saat menghadap-Nya, tentu Dia akan selalu mendengar kata-kata doa yang kita panjatkan dengan sungguh-sungguh.

Tentu saja, pengajaran karakter dengan menggunakan puisi pendidikan sangat diperlukan. Terlebih, dengan berpuisi perasaan kita akan menjadi lebih peka terhadap hadirnya kekuatan Yang Maha Kuat.

Puisi Pendidikan Taufik Ismail

Contoh Puisi Pendidikan
tempo.co

KALIAN CETAK KAMI JADI BANGSA PENGEMIS, LALU KALIAN PAKSA KAMI MASUK MASA PENJAJAHAN BARU, Kata Si Toni

Kami generasi yang sangat kurang rasa percaya diri
Gara-gara pewarisan nilai, sangat dipaksa-tekankan
Kalian bersengaja menjerumuskan kami-kami
Sejak lahir sampai dewasa ini
Jadi sangat tepergantung pada budaya
Meminjam uang ke mancanegara

Sudah satu keturunan jangka waktunya
Hutang selalu dibayar dengan hutang baru pula
Lubang itu digali lubang itu juga ditimbuni

Lubang itu, alamak, kok makin besar jadi
Kalian paksa-tekankan budaya berhutang ini
Sehingga apa bedanya dengan mengemis lagi
Karena rendah diri pada bangsa-bangsa dunia
Kita gadaikan sikap bersahaja kita

Karena malu dianggap bangsa miskin tak berharta
Kita pinjam uang mereka membeli benda mereka
Harta kita mahal tak terkira, harga diri kita
Digantung di etalase kantor Pegadaian Dunia
Menekur terbungkuk kita berikan kepala kita bersama
Kepada Amerika, Jepang, Eropa dan Australia
Mereka negara multi-kolonialis dengan elegansi ekonomi
Dan ramai-ramailah mereka pesta kenduri
Sambil kepala kita dimakan begini

Kita diajarinya pula tata negara dan ilmu budi pekerti
Dalam upacara masuk masa penjajahan lagi
Penjajahnya banyak gerakannya penuh harmoni
Mereka mengerkah kepala kita bersama-sama
Menggigit dan mengunyah teratur berirama

Sedih, sedih, tak terasa jadi bangsa merdeka lagi
Dicengkeram kuku negara multi-kolonialis ini
Bagai ikan kekurangan air dan zat asam
Beratus juta kita menggelepar menggelinjang
Kita terperangkap terjaring di jala raksasa hutang
Kita menjebakkan diri ke dalam krangkeng budaya
Meminjam kepeng ke mancanegara
Dari membuat peniti dua senti
Sampai membangun kilang gas bumi
Dibenarkan serangkai teori penuh sofistikasi
Kalian memberi contoh hidup boros berasas gengsi
Dan fanatisme mengimpor barang luar negeri
Gaya hidup imitasi, hedonistis dan materialistis
Kalian cetak kami jadi Bangsa Pengemis

Ketika menadahkan tangan serasa menjual jiwa
Tertancap dalam berbekas, selepas tiga dasawarsa
Jadilah kami generasi sangat kurang rasa percaya
Pada kekuatan diri sendiri dan kayanya sumber alami
Kalian lah yang membuat kami jadi begini
Sepatutnya kalian kami giring ke lapangan sepi
Lalu tiga puluh ribu kali, kami cambuk dengan puisi ini

Contoh puisi pendidikan selanjutnya lebih panjang dari yang lain. Mimin memilih puisi ini sebab selain dirasa memiliki tema pendidikan secara umum, puisi ini juga berisikan pendidikan perjuangan kepada anak muda.

Puisi pendidikan berjudul sangat panjang karya Taufik Ismail ini mengisahkan tentang generasi anak muda yang semakin lama semakin merosot semangat juangnya terhadap bangsa.

Tentu masalah kemerosotan ini muncul tanpa sebab. Dikatakan bahwa sejak lahir generasi tersebut telah menjadi jaminan hutang luar negeri.

Generasi ini menjadi generasi pengemis di negaranya sendiri akibat ulah oknum penjual bangsanya sendiri. Oknum tersebut menjual budaya kesahajaan bangsa kita untuk ditukar dengan cap-cap kemajuan ekonomi.

Hutang menjadi isu utama dalam penulisan puisi ini. Tentu ini masih sangat relevan dengan keadaan negara kita sekarang yang tentu perlu dibahas di kesempatan yang berbeda.

Singkat kata, puisi pendidikan bukan hanya tentang guru dan belajar-mengajar. Akan lebih baik jika kita mengetahui sejarah dengan membaca puisi-puisi perjuangan karya tokoh terkenal lainnya.

KETIKA INDONESIA DIHORMATI DUNIA
-Taufiq Ismail-

Dengan rasa rindu kukenang pemilihan umum setengah
abad yang lewat

Dengan rasa kangen pemilihan umum pertama itu
kucatat

Peristiwa itu berlangsung tepatnya di tahun lima
puluh lima

Ketika itu sebagai bangsa kita baru sepuluh tahun
merdeka

Itulah pemilihan umum yang paling indah dalam
sejarah bangsa

Pemilihan umum pertama, yang sangat bersih dalam
sejarah kita

Waktu itu tak dikenal singkatan jurdil, istilah
jujur dan adil

Jujur dan adil tak diucapkan, jujur dan adil cuma
dilaksanakan

Waktu itu tak dikenal istilah pesta demokrasi

Pesta demokrasi tak dilisankan, pesta demokrasi cuma
dilangsungkan

Pesta yang bermakna kegembiraan bersama

Demokrasi yang berarti menghargai pendapat berbeda

Pada waktu itu tak ada huru-hara yang menegangkan

Pada waktu itu tidak ada setetes pun darah
ditumpahkan

Pada waktu itu tidak ada satu nyawa melayang

Pada waktu itu tidak sebuah mobil pun digulingkan
lalu dibakar

Pada waktu itu tidak sebuah pun bangunan disulut api
berkobar

Pada waktu itu tidak ada suap-menyuap, tak terdengar
sogok-sogokan

Pada waktu itu dalam penghitungan suara, tak ada
kecurangan

Itulah masa, ketika Indonesia dihormati dunia

Sebagai pribadi, wajah kita simpatik berhias
senyuman

Sebagai bangsa, kita dikenal santun dan sopan

Sebagai massa kita jauh dari kebringasan, jauh dari
keganasan

Tapi enam belas tahun kemudian, dalam 7 pemilu
berturutan

Untuk sejumlah kursi, 50 kali 50 sentimeter persegi
dalam ukuran

Rakyat dihasut untuk berteriak, bendera partai
mereka kibarkan

Rasa bersaing yang sehat berubah jadi rasa dendam
dikobarkan

Kemudian diacungkan tinju, naiklah darah, lalu
berkelahi dan
berbunuhan

Anak bangsa tewas ratusan, mobil dan bangunan
dibakar puluhan

Anak bangsa muda-muda usia, satu-satu ketemu di
jalan, mereka sopan-
sopan

Tapi bila mereka sudah puluhan apalagi ratusan di
lapangan

Pawai keliling kota, berdiri di atap kendaraan,
melanggar semua aturan

Di kepala terikat bandana, kaus oblong disablon, di
tangan bendera
berkibaran

Meneriak-neriakkan tanda seru dalam sepuluh kalimat
semboyan dan
slogan

Berubah mereka jadi beringas dan siap mengamuk,
melakukan kekerasan

Batu berlayangan, api disulutkan, pentungan
diayunkan

Dalam huru-hara yang malahan mungkin, pesanan

Antara rasa rindu dan malu puisi ini kutuliskan

Rindu pada pemilu yang bersih dan indah, pernah
kurasakan

Malu pada diri sendiri, tak mampu merubah perilaku

Bangsaku.

Puisi pendidikan demokrasi adanya cocok disematkan kepada puisi karya Taufik Ismail di atas. Beliau dengan jelas membandingkan suasana pemilihan umum yang terjadi di awal kemerdekaan. Pemilu terindah dalam sejarah bangsa, beliau sebut.

Pendidikan demokrasi diajarkan dalam puisi ini dimana beliau menyebutkan pemilu itu sangat bersih dalam sejarah bangsa kita.

Jujur dan adil beliau tulis tak pernah diucapkan sebab keduanya telah dilaksanakan. Istilah pesta demokrasi tidak cuma sekedar digaungkan sebab cukup dilangsungkan saja.

Beliau juga menggambarkan bahwa pemilu saat itu tak ada pertumpahan darah, tak ada nyawa melayang, tak ada mobil yang dihanmcurkan, juga tak ada bangunan yang terbakar. Tak ada sogokan, tak ada kecurangan dalam penghitungan suara.

Pada saat itu beliau mengatakan bahwa kita adalah bangsa yang dihormati dunia. Wajah bangsa kita dikenal simpatik penuh senyum. Bangsa kita dikenal sopan dan santun jauh dari keganasan.

Lewat puisi pun kita juga dapat mempelajari bagaimana cara bernegara yang baik dan benar, bahkan bagaimana bersikap saat pemilihan umum.

Puisi Pendidikan WS Rendra

Puisi Pendidikan
kepogaul.com

Sajak Sebatang Lisong

Oleh : W.S. Rendra

Menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya,
mendengar 130 juta rakyat, dan di langit
dua tiga cukong mengangkang,
berak di atas kepala mereka

Matahari terbit.   Fajar tiba.
Dan aku melihat delapan juta kanak-kanak
tanpa pendidikan.

Aku bertanya,   tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur meja kekuasaan yang macet,
dan papantulis-papantulis para pendidik
yang terlepas dari persoalan kehidupan.

Delapan juta kanak-kanak
menghadapi satu jalan panjang,
tanpa pilihan, tanpa pepohonan,   tanpa dangau persinggahan,
tanpa ada bayangan ujungnya.
…………………

Menghisap udara yang disemprot deodorant,
aku melihat sarjana-sarjana menganggur
berpeluh di jalan raya;
aku melihat wanita bunting
antri uang pensiun.

Dan di langit;
para tekhnokrat berkata :

bahwa bangsa kita adalah malas,
bahwa bangsa mesti dibangun;
mesti di-up-grade
disesuaikan dengan teknologi yang diimpor

Gunung-gunung menjulang.
Langit pesta warna di dalam senjakala
Dan aku melihat protes-protes yang terpendam,
terhimpit di bawah tilam.

Aku bertanya, tetapi pertanyaanku
membentur jidat penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan
termangu-mangu di kaki dewi kesenian.

Bunga-bunga bangsa tahun depan
berkunang-kunang pandang matanya,
di bawah iklan berlampu neon,
Berjuta-juta harapan ibu dan bapak
menjadi gemalau suara yang kacau,
menjadi karang di bawah muka samodra.
………………

Kita harus berhenti membeli rumus-rumus asing.
Diktat-diktat hanya boleh memberi metode,
tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan.
Kita mesti keluar ke jalan raya,
keluar ke desa-desa,
mencatat sendiri semua gejala,
dan menghayati persoalan yang nyata.

Inilah sajakku
Pamplet masa darurat.
Apakah artinya kesenian,
bila terpisah dari derita lingkungan.
Apakah artinya berpikir,
bila terpisah dari masalah kehidupan.

19 Agustus 1977
ITB Bandung

Jika kamu ingin melihat sang pujangga membacakan puisi ini, ada baiknya kamu melihat video di atas. Contoh puisi pendidikan sekaligus puisi perjuangan ini dibacakan oleh si pembuatnya dan dibacakan serta direkam.

Hemat mimin, puisi ini memberi nasehat kepada kita untuk mampu berdiri di kaki sendiri sebagai bangsa yang mandiri. Kita tak perlu mengikut kepada bangsa lain hanya karena terlihat lebih maju.

Bangsa kita sendiri tentu memiliki kelebihan tersendiri yang tak dimiliki bangsa lain. Sebagai contoh kekayaan alam dan kekayaan budaya.

Akan tetapi, beberapa oknum lantas memanfaatkan kekayaan alam itu untuk kesenangan kelompoknya sendiri. Hal ini mengakibatkan terputusnya jalur distribusi kesejahteraan ke seluruh anak bangsa. Akses pendidikan menjadi sangat terbatas.

Penulis di akhir bait puisinya berkata bahwa upaya kita untuk mengakhiri derita lingkungan mesti menyatu dalam kesenian. Selain itu, kemampuan berpikir kita juga mesti digunakan untuk menjawab permasalahan-permasalahan kehidupan.

Puisi Pendidikan Joko Pinurbo

Puisi Pendidikan
getcraft.com

Jangan gelisahkan hari-harimu

Setiap hari punya geli dan basahnya sendiri

Jangan terburu-buru bersedih

Baca dulu dengan teliti hatimu

Sedih yang salah sumber masalah

Meskipun sangat singkat tapi contoh puisi pendidikan di atas tentu membekas di hati para pembaca, bukan? Penulis memberikan petuah agar kita tak perlu merisaukan hari-hari yang kita lalui.

Apa sebabnya? Sebab, beliau katakan bahwa semua hari memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Oleh sebab itu, tak perlulah kita bersedih sebab bisa jadi kita hanya tak teliti menghadapi sumber masalah yang ada di dalam hati.

Puisi Pendidikan Kahlil Gibran

Contoh Puisi Pendidikan
idntimes.com

BANGSA KASIHAN

Kasihan bangsa yang memakai pakaian yang tidak ditenunnya, memakan roti dari gandum yang tidak dituainya dan meminum anggur yang tidak diperasnya

Kasihan bangsa yang menjadikan orang bodoh menjadi pahlawan, dan menganggap penindasan penjajah sebagai hadiah.

Kasihan bangsa yang meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya ketika tidur, sementara menyerah padanya ketika bangun.

Kasihan bangsa yang tidak pernah angkat suara kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan, tidak sesumbar kecuali di runtuhan, dan tidak memberontak kecuali ketika lehernya sudah berada di antara pedang dan landasan.

Kasihan bangsa yang negarawannya serigala, falsafahnya karung nasi, dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru.

Kasihan bangsa yang menyambut penguasa barunya
dengan trompet kehormatan namun melepasnya dengan cacian,
hanya untuk menyambut penguasa baru lain dengan trompet lagi.

Kasihan bangsa yang orang sucinya dungu menghitung tahun-tahun berlalu dan orang kuatnya masih dalam gendongan.

Kasihan bangsa yang berpecah-belah, dan masing-masing mengangap dirinya sebagai satu bangsa.

Contoh puisi pendidikan terakhir datang dari pujangga terkenal asal Lebanon. Beliau terkenal dengan puisi-puisi penuh cinta dan romantis.

Mengapa ini mimin anggap puisi pendidikan? Sebab lagi-lagi puisi ini mengajarkan bahwa kita jangan menjadi bangsa yang serba tergantung pada bangsa lain.

Sang penulis puisi, Kahlil Gibran, secara tersurat mengatakan bahwa kasihan bangsa yang bahkan sandang pangannya tidak dihasilkan sendiri.

Bait-bait puisi selanjutnya pun berisikan sindirian kepada bangsa yang tak mandiri baik secara ekonomi, sosial budaya, bahkan politik.

Puisi ini memberikan pendidikan kepada pembacanya agar mampu berjuang paling tidak memulai untuk mandiri secara pribadi. Lalu kemudian, setelah mandiri secara pribadi kita mampu mandiri secara berkelompok dan setelahnya menjadi bangsa yang mandiri.


Nah itulah beberapa contoh puisi pendidikan yang mimin pilih sebagai referensi kamu. Puisi tentang pendidikan yang ditulis oleh tokoh-tokoh terkenal di atas bahkan bertemakan semangat perjuangan ketika bangsa Indonesia baru saja merdeka.

Selain contoh puisi tentang pendidikan, kamu juga perlu tahu beberapa contoh puisi tentang fenomena alam seperti puisi tentang hujan, puisi lingkungan alam, dan lain sebagainya.

Selamat menunaikan ibadah puisi!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like