7+ Pola Ragam Hias [Simetris, Hiasan Tepi, Beraturan, Dll]

Adahobi, Pola Ragam Hias – Ketika membuat karya seni, Anda tentu tidak asing dengan komponen pola ragam hias. Komponen ini merupakan komponen yang penting,sebab komposisinya menggunakan aturan tertentu. Bentuk dan ragam polanya dibuat dengan teratur, terukur dan memiliki keseimbangan antara satu dengan yang lain.

Jenis dan Pola Ragam Hias di Indonesia

Ada beberapa pola ragam hias yang ada di Indonesia, pola-pola tersebut biasanya akan menjadi dasar sebuah bentuk atau karya untuk bisa dinikmati oleh semua.

1. Pola Simetris

Pola Ragam Hias Simetris

Merupakan jenis pola yang tersusun dari berbagai jenis motif ragam hias, namun harus memiliki, sifat, bentuk dan ragam yang susunannya sesuai. Pola ini memiliki dua bagian yang sama, dengan fokus yang ada di tengah.

Penempatan demikian memberikan kesan bahwa bagian kanan dan juga kiri memiliki kesan yang sama sama kuat. Komposisinya memiliki sifat yang formal, beraturan dan juga statis. Warna dan polanya bisa disesuaikan dengan imajinasi seniman, namun tetap harus seimbang dengan pola yang sama.

2. Pola Asimetris

Pola Asimetris

Jenis pola ragam hias selanjutnya adalah ragam pola dengan bentuk asimetris, pola yang digunakan menggunakan bentuk yang tidak seimbang, namun proporsi dan komposisinya memiliki harmoni yang baik. Fokusnya tidak berada di tengah, namun dipadukan secara merata di bagian kiri dan juga kanan.

Meski dibuat seimbang, namun tidak ada keseimbangan yang terpancar dari pola asimetris ini. Komposisinya yang tidak mengesankan keteraturan membuatnya terlihat lebih variatif, kesan yang dihasilkan menjadi non formal dan bersifat dinamis.

3. Pola Hiasan Tepi

Pola Hiasan Tepi

Berikutnya adalah ragam hiasan dengan jenis motif hias tepi, pola ini merupakan bentuk pengulangan dari hiasan sebelumnya, namun hanya digunakan di bagian pinggir kanan atau kiri saja. Bahan yang digunakan untuk hiasan semacam ini merupakan bahan yang khusus, sehingga harus diperhatikan dengan baik.

Hiasan yang berada di tepian bisa menggunakan pola ragam hias yang simetris ataupun asimetris. Anda bisa menggunakan ragam hiasan flora, figurative maupun figurative, sesuai dengan imajinasi dan selera yang dimiliki.

4. Pola Hiasan Menyusut dan Menyudut

Anda juga bisa menggunakan ragam hias lain yang sama menariknya, yakni ragam pola hias yang dilakukan dengan bentuk menyusut. Pola menyudut adalah ragam hias yang menyudut dan memiliki bentuk seperti segitiga.

Untuk membuat pola hiasan secara menyudut, Anda harus memperhatikan bentuk ragam yang hendak digunakan, sebab harus disesuaikan dengan hiasan yang sudah ada. Ini berbeda dengan ragam hias yang dilakukan dengan menyusut.

Pola hias menyusut ini memiliki bentuk yang memusat di corak yang berdiri sendiri. Corak dan pola ini merupakan gabungan dari beberapa ragam hias, serta bisa juga membentuk ragam hias yang baru dan berbeda dengan yang sudah dibuat sebelumnya.

5. Pola Ragam Hias Beraturan 

Pola Ragam Hias Beraturan 

Pola ragam hias lainnya adalah ragam hias yang bisa dibuat secara beraturan dan tidak beraturan. Ragam hias yang beraturan merupakan ragam hias yang susunan dan polanya merupakan pengulangan dari bentuk sebelumnya. Ukuran yang digunakan juga sudah disesuaikan, yakni ukurannya harus sama.

6. Pola Ragam Hias Tidak Beraturan

Berbeda dengan ragam hias yang dibuat secara tidak beraturan, pola ragam hias ini memiliki bentuk yang tidak teratur dan tersebar di berbagai tempat tanpa memiliki sifat keteraturan. Motif yang digunakan untuk pola tidak beraturan juga berbeda.

Pola ragam hias ini tidak mengikuti proporsi dan komposisi yang seimbang. Karena itu, sifat yang nantinya dihasilkan adalah karya seni dinamis dan non-formal. Ketika menggunakan gaya ini harus diperhatikan dengan baik agar tidak berat sebelah dan membuat penampilan karya seni kurang tertata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like