Pramuka Penggalang: Pengertian, Tingkatan, Tanda Pengenal dan Kegiatan

Adahobi, Pramuka Penggalang – Meski bukan termasuk pendidikan formal, Pramuka sering disertakan dalam materi pembelajaran dan kegiatan peserta didik, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA sederajat.

Dari masing-masing jenjang pendidikan tersebut, tingkatan pramuka yang diterapkan pun berbeda. Seperti pada jenjang Pendidikan SMP, di mana siswa sudah menjadi anggota Pramuka Penggalang.

Pengertian Pramuka Penggalang

Pramuka Penggalang
Pramuka Penggalang

Pramuka Penggalang adalah anggota pramuka yang sudah menginjak usia 11-15 tahun. Atau bisa dikatakan jika pramuka penggalang merupakan golongan setelah pramuka siaga dan sebelum pramuka penegak.

Anggotanya yang masih tergolong remaja cenderung memiliki sifat ingin tahu yang tinggi, semangat, aktif dan suka berkelompok.

Karena karakteristik inilah kemudian anggota pramuka penggalang dibentuk menjadi regu yang masing-masing terdiri dari 5 hingga 10 anggota. Setiap regu ini memiliki nama yang diambil dari nama tumbuhan dan hewan yang kemudian dibentuk menjadi sebuah simbol.

Biasanya, nama regu putra akan diambil dari nama hewan, sementara regu putri menggunakan nama tanaman atau bunga. Nantinya, simbol kebanggaan regu ini akan dipasang pada lengan baju sebelah kiri.

Tingkatan Pramuka Penggalang

Tingkatan Pramuka Penggalang
Tingkatan Pramuka Penggalang

Sama seperti anggota pramuka siaga ataupun penegak. Dalam pramuka penggalang juga terdapat tingkatan yang dibedakan berdasarkan Tanda Kecakapan Umum (TKU). Di mana simbol atau logo tingkatan ini berbentuk janur dengan dua lipatan dan memiliki gambar manggar.

Biasanya, logo tingkatan berwarna merah dan kombinasi putih. Untuk mendapatkan tingkatan yang lebih tinggi, anggota pramuka penggalang harus menyelesaikan SKU (Syarat Kecakapan Umum) terlebih dahulu.

Nah, berikut ini tingkatan dalam pramuka penggalang.

1. Ramu

Ramu yaitu tingkatan pertama sebelum rakit dan terap. Syarat Kecakapan Umum yang harus diselesaikan untuk menjadi anggota penggalang rakit merupakan materi dasar yang cukup mudah.

Penggunaan nama ramu sendiri diambil berdasarkan sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mencari serta meramu bahan-bahan alami.

2. Rakit

Yaitu tingkatan setelah ramu, yang mana anggota penggalang rakit akan memiliki dua logo pramuka penggalang di lengan baju kirinya. Makna dari penggunaan kata rakit di sini ialah, merakit atau menyusun bahan-bahan yang telah didapatkan dari proses meramu.

3. Terap

Terap adalah tingkatan pramuka penggalang tertinggi setelah ramu dan rakit. Syarat-syarat kecakapan umum pramuka terap tentu jauh lebih sulit dan rumit dibanding dua tingkatan sebelumnya.

Penggunaan kata terap pada tingkatan ini memiliki makna kias, bahwa bahan-bahan yang sudah dirakit/disusun kemudian bisa diterapkan untuk membangun bangsa dan negara.

Jadi, selain menyelesaikan SKU untuk bisa naik ke tingkatan yang lebih tinggi, seorang anggota pramuka juga harus paham tujuan dari masing-masing tingkatan pramuka. Seperti yang telah dijelaskan melalui makna penggunana kata ramu, rakit dan terap di atas.

Seragam Pramuka Penggalang

Seragam Pramuka Penggalang
Seragam Pramuka Penggalang

Sebagian dari Anda mungkin penasaran mengapa seragam anggota pramuka dari masing-masing tingkatan atau golongan berbeda. Hal ini bertujuan untuk menyesuaikan dengan kegiatan anggota pramuka, serta menunjukkan tingkatan anggota tersebut.

Seperti seragam pramuka penggalang yang banyak menyertakan atribut sebagai identitas keanggotaan. Berikut ini detail seragam dan atribut pramuka penggalang.

  1. Penutup Kepala

Jika dulunya penutup kepala anggota pramuka putri menggunakan topi anyaman, namun saat ini sudah berganti menjadi topi beludru berwarna coklat tua.

Sementara untuk anggota putra masih sama, yaitu topi beludru dengan warna coklat tua.

  1. Baju Seragam

Baju yang dikenakan penggalang putri yaitu kemeja dengan dua buah saku pada bagian dada. Lipatan pada saku juga dihilangkan dan diganti dengan list berwarna coklat tua di sisi luar saku dan lengan bawah.

Begitu juga baju pada penggalang putra yang mengalami pembaruan di bagian saku.

  1. Ikat/Pita Leher

Sebelumnya, penggalang putri juga menggunakan pita leher, namun kini sudah berganti menjadi setangan leher sama seperti milik anggota pramuka putra.

  1. Rok dan Celana

Berbeda dengan baju atasan yang berwarna coklat muda, untuk rok dan celana pramuka penggalang memiliki warna dasar coklat tua. Model roknya sendiri bentuk kulot dengan dua saku lipat di samping depan.

Untuk pramuka penggalang yang tidak berjilbab, panjang rok harus 5 cm di bawah lutut.

  1. Tanda Pramuka Dunia

Tanda pramuka dunia yang berwarna ungu ini dipasang pada kerah baju. Perbedaan tanda pramuka dunia untuk pramuka putra dan putri terletak pada bentuknya, yakni lingkaran untuk putri dan belah ketupat untuk putra.

  1. Tanda Atribut Pelantikan

Sama seperti tanda pramuka dunia, tanda atribut pelantikan putra dan putri juga dibedakan dari bentuknya. Sementara untuk warna yakni coklat kombinasi kuning dan dipasang pada bagian dada kiri.

  1. Tanda Kwarcab

Atribut lain yang wajib dipasang pada seragam pramuka adalah tanda kwarcab yang bertuliskan nama Kota atau Kabupaten dari anggota pramuka tersebut. Letaknya berada di lengan kanan atas.

  1. Tanda Gudep

Tanda gugus depan ini bertuliskan nomor gudep (genap untuk putra dan ganjil untuk putri). Tanda gudep juga dipasang pada lengan kanan.

  1. Tanda Lencana Daerah

Lencana daerah ini dipasang di bawah tanda gudep. Bentuk lencana tentu menyesuaikan dengan logo daerah masing-masing.

  1. Tanda Kecakapan Khusus

TKK atau Tanda Kecakapan Khusus merupakan logo kecakapan yang sudah dikuasai anggota pramuka. Jumlah maksimal TKK yang dipasang pada lengan baju adalah 5. Jadi, jika anggota pramuka penggalang memiliki lebih dari 5 TKK, maka sisanya bisa dipasang pada selempang TKK.

Tanda Pengenal Pramuka Penggalang

Tanda pengenal ini merupakan tanda yang disematkan pada seragam pramuka penggalang dan menunjukkan jati diri, satuan tempat bergabung, jabatan serta kemampuan dan kecakapan yang dimiliki.

Terdapat beberapa jenis tanda pengenal untuk pramuka penggalang, seperti:

  1. Tanda pengenal satuan

Yaitu tanda pengenal yang menunjukkan tempat anggota pramuka penggalang bergabung. Untuk pramuka penggalang, tanda satuan yang digunakan adalah tanda Regu.

  1. Tanda jabatan

Tanda jabatan yaitu tanda yang menunjukkan jabatan seseorang dalam keanggotaan pramuka tersebut, dan wajib dipasang pada seragam.

Tanda jabatan ini bisa dikenakan baik oleh pempinan regu utama (pratama), wakil pempinan regu ataupun anggota regu.

  1. Tanda Penghargaan

Tanda penghargaan merupakan tanda yang menunjukkan penghargaan atau tingkah laku baik dari seorang anggota pramuka.

Kegiatan Pramuka Penggalang

Kegiatan Pramuka Penggalang
Kegiatan Pramuka Penggalang

Pada tingkatan penggalang, ada beberapa kegiatan yang biasa dilakukan, seperti:

  1. Lomba Tingkat

Yaitu pertemuan regu-regu penggalang dalam bentuk lomba. Penyelenggaranya bisa dari gudep, kwartil cabang, kwartil daerah ataupun nasional.

  1. Jambore

Jamboree merupakan pertemuan pramuka bentuk perkemahan skala besar, dan diadakan bertingkat, mulai dari Jambore Ranting, Jambore Cabang, Jambore Daerah dan Jambore Nasional.

  1. Gladian Pimpinan Regu (Dianpinru)

Adalah sebuah kegiatan pertemuan bagi pemimpin regu utama pramuka penggalang, pemimpin regu, dan wakil pemimpin regu. Tujuannya yaitu untuk memberi wawasan serta pengalaman dalam bidang kepemimpinan dan manajerial.

Dianpinru ini bisa diselenggarakan oleh gudep, kwartil ranting, kwartil cabang, bahkan kwartil daerah dan nasional jika dirasa perlu.

  1. Penjelajahan/Wide Game

Wide game merupakan sebuah kegiatan pertemuan dalam bentuk mencari jejak dengan memanfaatkan tanda-tanda jejak, kemudian membuat peta dan mencatat berbagai macam situasi kondisi di setiap pos.

Nantinya, di masing-masing pos terdapat kegiatan ketrampilan bagi pramuka penggalang, seperti morse atau semaphore, tali temali, sandi dan lain sebagainya.

  1. Perkemahan

Ini dia salah satu kegiatan pramuka penggalang yang paling banyak diminati, yaitu perkemahan. Biasanya, perkemahan diselenggarakan secara regular dengan tujuan untuk mengevaluasi hasil latihan yang dilakukan di tingkat gugus depan.

Bentuk perkemahan sendiri bisa perkemahan Sabtu Minggu (persami), perjusami (perkemahan Jumat Sabtu Minggu) dan perkembahan liburan.

  1. Latihan Bersama

Selain menyelenggarakan persami, perjusami atau kemah liburan, gudep juga bisa melaksanakan latihan bersama satu kali dalam seminggu. Biasanya latihan bersama akan dilaksakan pada hari Jumat atau Sabtu setelah jam pelajaran selesai.

Demikian pembahasan kita kali ini mulai dari pengertian pramuka penggalang, tingkatan, seragam, tanda pengenal hingga contoh-contoh kegiatan pramuka penggalang, semoga informasi ini dapat bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like