Tari Gambir Anom: Sejarah, Makna dan Ragam Gerakannya

Adahobi, Tari Gambir – Tari gambir anom merupakan jenis tari tunggal yang berasal dari Surakarta, Jawa Tengah.

Tari ini menceritakan tokoh yang bernama Irawan, ia adalah seorang anak dari jagoan perang, Arjuna.

Tari gambir anom memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri, dan berbeda dari tari tradisional lainnya.

Nah, untuk mengenal lebih jauh mengenai tari gambir anom, silahkan simak ulasan di bawah ini mengenai sejarah, ragam gerakan hingga properti yang digunakan.

Sejarah Tari Gambir Anom

sejarah tari gambir anom
pinterest.com

Tari gambir anom merupakan tari yang berasal dari Surakarta, namun sejarah mengenai kapan diciptakan dan siapa yang menciptakan tari ini belum ada yang mengetahui hingga sekarang, semuanya masih menjadi misteri.

Meskipun begitu, tarian ini diperkirakan sudah ada sejak jaman Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta.

Di masa lampau, tari ini telah menjadi kesenian dan sering dipertunjukan dalam lingkungan keraton sebagai sarana penyambutan tamu agung yang datang berkunjung.

Tari ini menceritakan seorang laki-laki yang bernama Irawan, ia adalah anak dari Arjuna yang sedang jatuh cinta.

Karena hal tersebut, dalam setiap gerakan dari tari ini dipengaruhi dengan gerakan yang menggambarkan seorang sedang jatuh cinta.

Setelah berjalannya waktu, tari gambir anom tidak lagi hanya ditarikan oleh pria, namun wanita juga bisa menarikannya.

Hal tersebut bertujuan untuk melestarikan tari ini agar tidak hilang dari peradaban, maka semua pihak bertanggung jawab dengan kesenian tersebut.

Maka tak heran jika sekarang tari ini sering dipertunjukan sebagai hiburan dalam berbagai acara yang dinikamati masyarakat sekitar.

Makna Tari Gambir Anom

makna tari gambir anom
faktualnews.co

Makna yang terkandung dari tari ini seperti sebuah fase kehidupan seorang remaja.

Di kisahkan bahwa Irawan yang merupakan putra dari tokoh pewayangan yang terkenal, yakni Arjuna.

Irawan merupakan seorang remaja yang sedang ada di fase remaja, dimana ia sedang jatuh cinta kepada seorang wanita.

Tentu hal ini sangat wajar sebagai manusia yang tertarik terhadap lawan jenis.
Maka, dari kisah itu dituangkanlah ke dalam bentuk tari yang bernama tari gambir anom.

Fungsi Tari Gambir Anom

fungsi tari gambir anom
balihbalihan.com

Dalam tari gambir anom terdapat sebuah nasihat mengenai bagaimana kehidupan seorang remaja yang sedang berada pada fase jatuh cinta.

Tentu dalam tari tersebut mengajari kita cara menghadapi fase yang bergelora itu.

Gerakan Tari Gambir Anom

gerakan tari gambir anom
gasbanter.com

Tentu saja kita akan penasaran mengenai gerakan tari gambir anom yang mempresentasikan seseorang yang sedang jatuh cinta.

Pastinya dalam gerakan tersebut memiliki karakter dan ciri khas tersendiri, menyajikan gerakan yang penuh dengan drama.

Lalu, seperti apa ragam gerak tari gambir anom? Simak ulasannya di bawah ini.

1. Sembahan – Sembahan merupakan gerakan yang untuk memberi salam kepada orang-orang yang sedangmenyaksikan.

2. Entrag – Merupakan gerakan menghentakan badan ke bawah beberapa kali.

3. Hoyog – Merupakan gerakan dimana badan condong ke samping kanan atau kiri, lalu kedua lutut agak ditekuk.

4. Panggel – Penari bergerak seperti mengadu kedua pergelangan tangan.

5. Nyekithing – Merupakan posisi dimana ujung jari tengah penari saling berhimpitan dengan ujung ibu jari yang kemudian membentuk lingkaran.

6. Menthang – Menthang adala gerakan dimana penari meluruskan tanganya ke samping.

7. Jengkeng – Gerakan dimana posisi kaki sebelah kanan diduduki, lalu posisi kaki sebelah kiri dibuka selebar bahu, posisi badan harus tegak.

8. Ulap-ulap – Penari menggerak-gerakkan jari tangan di atas kepala mereka.

9. Tawing-Taweng – Gerakan dimana posisi salah satu tangan penari berada di samping telinga dan jari tangan rapat menghadap ke bawah, lalu untuk ibu jari harus menghadap ke atas.

10. Trap jamang – Trap jamang adalah gerakan satu jari tangan pada posisi nyekithing di samping telinga, lalu jari tangan yang satunya pada posisi rapat di depan kening.

11. Ukel – Mrupakan gerakan memutar pergelangan tangan.

12. Seblak sampur – Adalah gerakan dimana posisi tangan penari memegang pangkal kain sampur yang digunakan dari arah dalam, setelah itu mengurutkannya sampai ujung sampur sembari berusaha meluruskan ke samping yang sejajar dengan lambung.

13. Debeg – Merupakan gerakan yang menghentakan ujung telapak kaki.

14. Kebyok – Merupakan geralan menghentakan sampur ke arah dalam yang membuatnya melilit lengan.

15. Kebyak – Kebalikan dari kebyok, menghentakan sampir yang berada pada posisi kebyok ke arah luar.

16. Gejug – Penari menjatuhkan ujung kakinya ke arah belakang.

17. Kengser – Merupakan gerakan dimana posisi penari ke kiri dan ke kanan dengan cara menggeser kedua telapak kaki secara bergantian menggunakan ujung kaki dan tumit.

18. Srisig – Penari lari kecil dengan cara berjinjit.

19. Napak – Merupakan sikap saat melangkah.

20. Trecet – Penari bergerak ke kiri dan ke kanan dengan posisi kaki jinjit, lalu lutut sedikit ditekuk.

21. Tanjak – Penari berdiri menggunakan kaki kanan dan posisi serong ke kanan di depan kaki kiri.

22. Lumaksono – Penari memposisikan kakinya seperti orang berjalan.

23. Mendak – Merupakan sikap berdiri menggunakan kedua lutut yang ditekuk dengan telapak kaki.

24. Udal rikma – Gerkan penari seperti seseorang yang sedang menyisir rambut.

25. Laku telu – Posisi kaki penari seperti lumaksono, tetapi harus dilakukan 3 langkah.

26. Kawilang ogek lambung – Merupakan gerakan pada perut ke arah kanan dan kiri.

27. Lilingan – Posisi penari seperti lumaksono tetapi dengan arah yang memutar.

28. Besut – Penari akan bergerak menarik kaki kanan yang sebelumnya terbuka menjadi serong ke kanan yang sejajar dengan kaki kiri.

29. Nyempurit – Posisi ibu jari penari bertemu ujung jari telunjuk.

30. Nggroda – Posisi siku ditekuk menggunakan pergelangan tangan dan menghadap badan.

31. Ukel karno – Merupakan gerakan memutar yang dilakukan penari pada pergelangan tangan yang berada di samping telinga.

32. Ukel pakis – Penari memutar pergelangan tangannya yang berada di depan perut.

33. Ledhang – Gerakan tangan seperti orang yang sedang berjalan.

Pola Lantai Tari Gambir Anom

pola lantai gambir anom
static.z.net

Seperti tari tradisional lainnya yang berasal dari Jawa Tengah, tari gambir anom juga menggunakan pola lantai lurus dan melengkung.

Dengan pola lantai tersebut, membuat orang yang ingin belajar tari ini dapat lebih mudah mempelajarinya.

Busana dan Properti Tari Gambir Anom

properti tari gambir anom
selasar.com

Karena tari ini mengisahkan karakter yang terdapat pada pewayangan, maka busana yang digunakan pun juga identik dengan pewayangan.

Hanya saja ditambah dengan properti seperti kain sampur untuk melengkapi keunikan tari ini.

Dan untuk alat musik pengiring dari tari gambir anom adalah gamelan, yang merupakan alat musik khas Yogyakarta.


Demikianlah rangkuman lengkap mengenai sejarah, fungsi, makna hingga ragam gerakan tari gambir anom.

Kita berharap seni tari di Indonesia khususnya Jawa Tengah, semakin maju dan tetap lestari dengan adanya generasi muda yang peduli.

Semoga dengan adanya artikel ini dapat memberi informasi yang dibutuhkan. Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like