Tari Golek Menak, Kesenian Asli Yogyakarta Karya Sultan HB IX

AdaHobi, Tari Golek Menak – Yogyakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang kaya akan kebudayaan dan kesenian. Tak hanya terkenal dengan berbagai pariwisata alam maupun kotanya yang selalu membuat rindu ingin kembali, kesenian adat turun temurunnya seperti Tari Golek Menak yang berasal dari Yogjakarya ini sangat menyita perhatian.

Maka dari itu, dalam kesempatan kali ini kita akan mengenal lebih dalam terkait dengan sejarah tari golek menak berserta fungsi, pola lantai, gerakan, musik, kostom, tata rias, properti hingga keunikan-keunikan yang dimiliki oleh tari golek menak. Yuk simak baik-baik penjelasan selengkapnya yang ada di bawah ini.

Sejarah Tari Golek Menak

Sejarah Tari Golek Menak
Sejarah Tari Golek Menak

Sejarah Tari Golek Menak dulunya diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX tahun 1940-1988. Tarian ini memiliki sejarah yang menceritakan tentang kisah-kisah dari Serat Menak. Ide ini muncul setelah Sultan menonton pertunjukan Wayang Golek yang dipentaskan oleh seorang dalang tahun 1942.

Berbeda dengan drama tari lain yang banyak menceritakan tentang kisah Mahabarata atau Ramayana, Tari Golek Menak lebih condong ke cerita Serat Menak. Kisah ini datang dari Hikayat Amir Hamzah yang dibawa oleh pedagang Melayu kemudian mulai disebarluaskan ke wilayah Nusantara.

Dari cerita tersebut akhirnya diadaptasi lah penokohan dengan nama-nama Jawa. Secara garis besarnya Serat Menak untuk tarian ini menceritakan tentang munculnya agama Islam melalui tokoh-tokoh besar seperti Amir Ambyah atau Wong Agung Jayengrana asal Mekkah.

Baca juga : Mengenal Sejarah Tari Serimpi Yogyakarta & Makna Gerakannya

Fungsi Tari Golek Menak

Fungsi Tari Golek Menak
Fungsi Tari Golek Menak

Tari Golek Menang pertama kali dipentaskan saat acara peringatan ulang tahun Sultan tahun 1943. Sejak saat itu pemerintah mulai menaruh perhatian terhadap kesenian satu ini. Namun pentas perdana ini tentunya belum sempurna, hingga akhirnya dibentuklah sebuah kelompok khusus oleh Sultan.

Ada enam lembaga yang diberikan tanggung jawab untuk menyempurnakan Tari Golek Menak. Sampai tanggal 17 Maret 1989 pentas perdana hasil penyempurnaan berhasil diselenggarakan dengan mengambil cerita Kelaswara dan Wong Agung Jayengrana.

Sampai sekarang fungsi dari tari golek menak masih digunakan untuk hiburan jika ada acara besar di Keraton Jogja atau hari jadi kota tersebut, pentas teater, peringatan ulang tahun atau penyambutan tamu. Kesenian Tari Golek Menak dilestarikan dengan baik oleh masyarakat Yogyakarta.

Pola Lantai Tari Golek Menak

Pola Lantai Tari Golek Menak
Pola Lantai Tari Golek Menak

Sama halnya dengan gerakan tarian lain, Golek Menak juga mempunyai pola lantai. Adapun pola lantai dari tari golek menak adalah zig-zag. Karena pada dasarnya tarian ini memang sederhana, tidak banyak menggunakan variasi gerakan. Penari yang berpartisipasi juga tidak terlalu banyak, sehingga tidak terlalu memakan tempat.

Pada saat kemunculannya ada tiga nama toko yang dipentaskan. Pertama adalah karakter Putra halus untuk Raden Maktal. Selanjutnya adalah karakter putri Dewi Sudarawerti dan Dewi Sirtupelaeli. Terakhir adalah karakter Gagah untuk Prabu Dirgamaruta. Sampai sekarang karakter tersebut masih ada.

Dalam perkembangannya sendiri, sebenarnya ada beberapa kombinasi pola lantai yang digunakan. Hanya saja pakem atau dasarannya tetap saja memakai pola zig zag. Bahkan sekarang dalam setiap pementasannya tidak ada perubahan berarti atau sampai menambah atau merubah maknanya.

Gerakan Tari Golek Menak

Gerakan Tari Golek Menak
Gerakan Tari Golek Menak

Karena dulunya diadaptasi dari penokohan wayang maka struktur gerakannya memang dramatis. Mengikuti pola pada wayang orang, kebanyakan membatasi gerak pada bagian persendian. Inilah alasan mengapa Tari Golek Menak cenderung menirukan gerakan boneka kayu.

Namun dalam perkembangannya ada tambahan modifikasi yang tetap berpedoman pada tarian Jawa Yogyakarta. Dengan menitik beratkan pangkal gerak pada lambung kemudian posisi kaki juga dimiringkan agar tetap terlihat luwes dalam pertunjukan tersebut.

Selain itu ada juga perpaduan unsur gerakan pencak silat dari Sumatera Barat yang ada pertunjukan adegan perang. Tentunya ini merupakan ide dari Sultan sendiri, beliau pernah menyaksikan suguhan pencak silat khas Sumatera Barat di Bukittinggi pada tahun 1947.

Musik Pengiring dari Tari Golek Menak

Musik Pengirim dari Tari Golek Menak
Musik Pengirim dari Tari Golek Menak

Tarian tanpa musik terasa ada hal yang kurang, begitu juga dengan Tari Golek Menak. Iringannya khas Jawa karena dari gamelan berlaras pelog. Teknik kendang yang digunakan adalah batang, iramanya mirip dengan Sunda. Ada juga beberapa instrumen mirip kecrek atau keprak dhodhogan.

Dhodhogan sendiri kerap digunakan untuk irama pada wayang kulit. Selain itu ditambahkan pula dengan sajian dialog berbahasa Jawa atau Bagongan. Di dalamnya ada 11 kosakata berbeda untuk memanggil orang-orang seperti saya dan pakenira kamu atau Anda. Akan ada penyesuaian dialog nantinya.

Musik pengiring dari Tari Golek Menak terasa menenangkan ketika di dengarkan. Jadi jangan heran jika harmonisasi irama memang terdengar merdu, sangat cocok dijadikan hiburan untuk penyambutan tamu atau upacara besar kenegaraan. Sambil memperkenalkan budaya tari nusantara yang mahal dan abadi.

Kostum dan Tata Rias dari Tari Golek Menak

kostum tari golek menak
kostum tari golek menak

Setiap kesenian tari pasti punya pendukung kostum dan tata rias yang tepat, begitu pula dengan Tari Golek Menak. Kostum atau busana yang dikenakan untuk menari dinamakan busana Golek Menak Kayu. Semua penari akan mengenakan baju lengan panjang baik laki-laki maupun perempuan.

Detail kostum yang digunakan memang nampak seperti wayang orang. Bagian celana atau biasa disebut dengan cindhe, kain panjang bergaya rampekan, cincingan, kampuhan, serta selendang. Dilengkapi dengan berbagai aksesoris seperti hiasan kepala dengan bulu / lancur, gelang, dan kalung susun tiga.

Riasan yang digunakan tentunya dibentuk menyerupai tokoh wayang goleknya. Hal ini berlaku bagi penari pria maupun wanita. Semua ini dilakukan untuk mendukung agar mereka semakin menyatu dengan peran, dapat mewujudkan kepekaan terhadap masing-masing tokoh yang diperankan.

Properti Tari Golek Menak

Properti Tari Golek Menak
Properti Tari Golek Menak

Setelah tahu tentang kostum dan juga tata riasnya sekarang mulai masuk ke bagian properti menarinya. Para penari biasanya akan menggunakan beberapa kelengkapan seperti mahkota, sumping, gelang, keris yang akan disisipkan pada bagian depan penari. Sebenarnya kelengkapan wajibnya hanya itu saja.

Tari Golek Menak bisa dikategorikan sebagai tari tunggal, berpasangan, atau kelompok. Tidak ada batasan jumlah orang untuk memainkannya di sebuah pementasan. Hanya saja biasanya akan disesuaikan dengan konsep acara tersebut. paling umum maksimal bisa sampai 8 atau 10 orang.

Dari dulu sampai dengan sekarang properti yang digunakan untuk Tari Golek Menak juga tidak terlalu banyak perubahan. Hanya sedikit pernak-pernik saja di beberapa bagian, misalnya aksesoris di bagian pakaian wanita atau hiasannya saja. Selain itu tidak ada penambahan properti lainnya.

Keunikan dari Tari Golek Menak

Keunikan dari Tari Golek Menak
Keunikan dari Tari Golek Menak

Setiap kesenian atau kebudayaan yang ada di tanah Nusantara pasti punya keunikannya masing-masing. Ada beberapa hal yang membedakan antara Tari Golek Menak dengan tarian dari daerah lain. Salah satunya adalah dari segi gerakan. Tidak luwes atau serumit tarian Jaipong yang molek tangannya.

Gerakan pada tari Golek Menak justru cenderung meniru boneka kayu dari pertunjukan wayang Golek Menak itu sendiri. Hanya saja pakemnya tidak persis seperti itu, tarian ini berpedoman pada tarian Jawa Gaya Yogyakarta telah dimodifikasi sedemikian rupa, misalnya tumpuan gerak pada kaki lebih ringan.

Keunikan lainnya adalah adanya unsur gerak pencak silat di dalam pertunjukan tari tersebut. Kisah di dalamnya bukanlah tokoh pewayangan biasa, melainkan percintaan segitiga antara Prabu Jayengrana dan seorang raja agung Kerajaan Koparman dan Kelaswara.

Ada juga putri kerajaan Kelan serta Adaninggar, seorang putri lagi dari negara Tartaripura Cina. Itulah sedikit ulasan mengenai kisah dan sejarah Tari Golek Menak asal Yogyakarta. Sampai sekarang banyak kursus atau lembaga menari yang mengajarkan tarian ini agar tetap lestari di kalangan generasi muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like