Tari Hudoq, Tarian Magis Khas Suku Dayak

Adahobi, Tari Hudoq merupakan jenis tarian daerah untuk mengungkapkan rasa syukur masyarakat Dayak setempat atas kesuburan dan panen yang berlimpah.

Biasanya Tari Hudoq ini akan ditampilkan saat akan pembukaan lahan, menabur benih dan ketika panen karena memang mayoritas sub-etnis Dayak tersebut pekerjaan utamanya berladang.

Tarian ini sebenarnya hampir mirip seperti tari barong dimana para penarinya akan mengenakan kostum dan topeng. Untuk Anda yang penasaran seperti apa sejarah, makna, gerakan dan properti yang digunakan bisa menyimak informasi berikut.

Sejarah Tari Hudoq

Sejarah tari hudoq
Gambar: https://merahputih.com/

Tari Hudoq merupakan tarian yang berasal dari suku sub-etnis Dayak provinsi Kalimantan Timur yang mencerminkan kehidupan masyarakat setempat dengan konsep tripartrit dan dualismenya.

Secara etimologi, kata “Hudoq” memiliki makna “menjelma“. Maka dari itu para penari akan mengenakan topeng burung yang melambangkan seolah-olah sedang menjelma menjadi burung.

Sedangkan menurut masyarakat setempat (orang Busang, Bahau, Modang, Penihing dan Ao’heng), kata “hudoq” mengacu pada 13 hama yang sering merusak tanamanan sawah dan ladang seperti gagak, tikus, belalang dan lain sebagainya.

Konon suku Dayak percaya bahwa saat musim tanam tiba, roh para leluhunya (Jeliwan Tok Hudoq) akan turun berada di sekeliling mereka untuk mengawasi dan membimbing anak cucunya. Adapun gerakannya dipercaya turun langsung dari kayangan di alam nirwana.

Namun karena wujud mereka yang menyeramkan maka diperintahkan untuk mengenakan kostum samaran menjadi setengah burung.

Dari kisah itulah nama Hudoq sudah sangat melekat di suku Dayak Modang dan Bahau yang mana tarian ini sangat erat hubungannya dengan upacara adat setempat.

Baca juga : Mengenal Tari Kancet Papatai, Simbol Keberanian Pria Suku Dayak

Makna dan Fungsi Tari Hudoq

makna dan fungsi tari hudoq
Gambar: https://seringjalan.com/

Tari Hudoq memiliki makna atau simbol sebagai tarian upacara adat untuk memohon pada Tuhan supaya hasil panen menjadi lebih berlimpah dan bulirnya menjadi berlipat-lipat sehingga bisa membawa kemakmuran bagi warga suku Dayak.

Selain itu tarian ini juga memiliki fungsi lain seperti :

  • Sarana komunikasi kepada roh leluhur
  • Pengungkap rasa syukur masyarakat setempat
  • Memohon perlindungan
  • Meningkatkan kekompakan dan solidaritas masyarakat
  • Sarana hiburan

Jumlah Penari Tari Hudoq

Dalam sebuah pagelaran tarian hudoq biasanya akan dibawakan oleh 13 penari yang melambangkan 13 dewa perlindungan untuk memelihara tanaman padi.

Namun tarian ini juga bisa ditarikan oleh penari berjumlah ganjil seperti 11, 9, 7 ataupun 5 dengan masing-masing mengenakan topeng berbeda yang akan dibawakan di lapangan terbuka. Sedangkan para penonton akan menyaksikan mengelilingi arena pertunjukan.

Gerakan Tari Hudoq

gerakan tari hudoq
Gambar: http://kalimantart.blogspot.com/

Tari Hudoq ini memiliki gerakan unik yang lebih didominasi oleh gerakan kaki dan tangan. Sedangkan badan para penari akan tetap tegak sambil berputar pelan disetiap langkah yang dilakukan.

Secara lebih detail, gerakannya seperti berikut :

1. Gerakan Kaki

Untuk gerakan kaki cukup simpel, penari akan menekuk lututnya secara perlahan, kemudian melakukan gerakan melompat setinggi 30 cm, kemudian kaki menghentak lagi ke bawah sehingga menghasilkan suara.

Ketika mengambil langkah kedepan, kaki akan terangkat menyilang sehingga badan penari akan mengayun ke kiri dan ke kanan.

2. Geraan Kepala

Untuk gerakan kepala cukup dilakukan secara teratur yaitu seperti mengangguk-angguk. Namun apabila penari menggunakan topeng yang mulutnya bisa terbuka dan menutup biasanya akan menambah suara saat pementasan.

3. Gerakan Tangan

Tangan para penari biasanya akan melakukan tepukan ke paha sehingga membuat kostum yang dikenakan berbunyi whuss…..whusss…….

4. Gerakan Memutar

Para penari akan bergerak ke berbagai sudut atau lebih tepatnya 4 sudut berbeda dan pada akhirnya akan kembali ke tengah arena sembari duduk bersila untuk melakukan ritual pemanggilan roh. Adapun pertanda jika roh para leluhur sudah datang maka para penari akan mulai mengangguk-anggukkan kepala, tubuh bergetar, mereka bangkit dan berdiri sebagai pertanda mulai kesurupan.

Setelah itu mereka akan menari seperti semula sampai roh para leluhur itu pergi.

Sementara pola lantai tarian hudoq ini menggunakan pola garis lurus dengan posisi penari berbanjar ke belakang berurutan sehingga membentuk lengkung/lingkaran hingga pertunjukan tersebut berakir.

Penyajian Tari Hudoq

Penyajian tari hudoq
Gambar: https://putratonyooi.files.wordpress.com/

Dalam bentuk penyajian tari hudoq, nanti akan dipimpin oleh seorang pawang untuk mengumumkan maksud dan tujuan upacara yang dilakukan, di ikuti dengan permohonan supaya roh leluhur mau memasuki para penari.

Kemudian sesaji dipersiapkan, sembari pawang melafalkan mantra yang dihadapkan ke para penari berbusana lengkap

Para penari akan berkumpul ditengah arena, kemudian pawang akan menaburkan beras kuning ke kepala meraka sebagai tanda bahwa ritual akan segera dimulai. Setelah itu para penari akan mulai melakukan gerakan menari beriringan dengan tempo musik yang dibunyikan.

Adapun tangan penari akan mulai melambai-lambai, badan berayun, kaki mereka akan mulai menghentak dan berakir di tengah arena dimana para roh leluhur akan mulai masuk ke tubuh mereka.

Setelah itu para penari akan melakukan gerakan-gerakan dan seorang pawang mulai mengucapkan mantra berisikan agar para roh leluhur ikut menjaga tanaman mereka, dijauhkan dari hama, melindungi penduduk desa dan sebagainya. Setelah selasai pawang akan kembali mendekati mereka dan meminta roh untuk kembali pulang dan keluar dari tubuh para penari. Upacara pun berakhir.

Musik Pengiring Tari Hudoq

Dalam acara upacara ritual tari hudoq biasanya akan di iringi oleh alat music berupa :

  • Gong
  • Tabun

Jadi alat musik tersebut seperti gendang kecil yang bisa digenggam dan dilapisi kulit pada salah satu sisinya yang diikat dengan rotan secara kuat.

Mereka akan menyuarakan iringan lagu tradisional khas dayak dengan menggunakan alat music tersebut secara perlahan

Properti Tari Hudoq

Properti tari hudoq
Gambar: https://intisari.grid.id/

Tari Hudoq yang merupakan tarian khas Sub-Dayak, Kalimantan Timur ini biasa dimainkan dengan properti yang unik salah satunya yaitu menggunakan topeng.

Jadi topeng ini melambangkan perwujudan dari hama-hama ladang seperti monyet, babi, gagak, dan tikus. Selain itu topeng tersebut juga merupakan perwujudan dari manusia dan dewa.

Sementara seluruh badan para penari Hudoq akan ditutupi oleh kostum yang terbuat dari kulit pohon dan dihiasi oleh rumbai daun pisang, tapi ada pula yang menggunakan daun kelapa.

Busana tersebut lengkap dengan topi berbulu, tongkat kayu yang dipegang penari di tangan kanan serta biasanya bentuk topeng masing-masing penari itu berbeda.

Fakta Unik Tari Hudoq

Tarian ini memang memiliki keunikan tersendiri, namun dibalik keunikan tersebut ada beberapa fakta dibaliknya yang perlu Anda ketahui seperti :

  • Ditampilkan ketika akan mengadakan pembukaan lahan pertanian
  • Ditampilkan dimalam ke sepuluh sewaktu upacara Nabeeq Rau
  • Masing-masing penari mengenakan topeng yang berbeda-beda
  • Baju hijau penari melambangkan kesejukan dan kesuburan
  • Tari Hudoq dilaksanakan setiap bulan September – Oktober

Jadi itulah pembahasan mengenai tari hudoq khas Suku Sub-Dayak, Kalimantan Utara yang memiliki kekuatan magis tersendiri. Biasanya tarian ini akan melibatkan roh para leluhur untuk ikut serta dalam ritual upacara yang dilakukan untuk meminta perlindungan dan meminta hasil panen yang berlimpah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like