Mengenal Tari Janger Bali yang Harumkan Nama Indonesia

AdaHobi, Tari Janger – Membahas kesenian Bali memang tak ada habisnya. Selain Tari Kecak juga Tari Pendet masyarakat Bali juga memiliki Tari Janger. Sampai sekarang masih banyak muda mudi setempat turut melestarikannya sehingga tidak terancam kepunahan.

Tak ada salahnya Anda juga turut mempelajari seluk beluk dari tari janger, mulai dari pengertian, sejarah, fungsi, cara penyajian, gerakan pola lantai, busana, serta variasi-variasi dari gerakan yang dialakukan oleh penari janger.

Pengertian Tari Janger

Pengertian Tari Janger
Pengertian Tari Janger

Tari Janger merupakan salah satu  tarian populer dari Bali. Kesenian satu ini biasanya banyak diperagakan oleh anak-anak remaja setempat. Inilah alasan mengapa Tari Janger disebut tari pergaulan. Janger sendiri merupakan sebutan untuk penari wanitanya.

Para penari terdiri atas pria dan wanita. Jika penari wanita disebut dengan janger maka pihak lelaki dinamakan kecak. Banyak keunikan yang bisa Anda temukan dari pementasan tari Janger, mulai dari komposisi gerakan sampai dengan alunan musik yang hidup dan sangat seru.

Dari pementasan ini Anda pasti akan merasa sangat dihibur. Sebab akan ada nyanyian sahut-sahutan dari dari para penyanyi sehingga membuat suasana makin meriah. Itulah mengapa interaksi mereka sangat menyenangkan di tonton. Sama sekali tidak membosankan walau sampai berjam-jam.

Asal Usul Sejarah Tari Janger

Sejarah Tari Janger
Sejarah Tari Janger

Tari Janger diciptakan pada tahun 1930-an. Dibawakan oleh 10 penari yang berpasangan, mereka menari sambil menyanyi lagu Janger bersahut-sahutan. Dulunya tarian ini diadaptasi dari aktivitas para petani yang menghibur diri dari lelahnya bekerja seharian. Itulah mengapa gerakannya santai dan ringan

Tari Janger mulai populer tahun 1960-an, dan mulai bisa dipentaskan dalam berbagai macam acara politik termasuk PKI. Para penari saat itu secara terang-terangan mendukung kampanye pemutusan hubungan RI dengan Malaysia sampai menyita perhatian dari presiden pertama RI yakni Soekarno.

Tahun 1963 Tari Janger sempat dianggap sebagai kelompok yang pro terhadap PKI sampai para penari dikucilkan bahkan dibunuh. Namun seiring berjalannya waktu, sekitar tahun 1970-an popularitas Tari Janger membaik dan kembali naik. Sampai sekarang masyarakat Bali memainkannya dengan riang.

Fungsi Tari Janger

Fungsi Tari Janger
Fungsi Tari Janger

Dari dulu sampai sekarang Tari Janger tidak mengalami pergeseran fungsi . Hanya saja dulu saat awal-awal terbentuk terkadang ada kepentingan elit-elit tertentu, mengingat Tari Janger sering ditampilkan di acara-acara komunis seperti PKI. Walaupun tetap saja fungsi dari tari janger adalah sebagai hiburan.

Namun sekarang ini Tari Janger memang sudah lebih merakyat dan syarat akan hiburan untuk masyarakat khususnya warga lokal Bali. Saat ini masyarakat sudah bisa dengan mudah menikmatinya karena biasanya banyak desa-desa apalagi pesisir pantai mengadakan pertunjukan Tari Janger.

Menonton pertunjukkan Tari Janger merupakan salah satu list yang harus dipenuhi. Sebab suasananya yang seru dan menyenangkan memang akan membuat Anda rindu untuk selalu kembali ke Bali. Selain itu para warganya juga ramah membuat hati jadi hangat dan tentunya bahagia.

Penyajian Tari Janger

Penyajian Tari Janger
Penyajian Tari Janger

Sama seperti tarian Bali lainnya, Tari Janger memiliki beberapa part penyajian yang membuat suasana pertunjukkan semakin hidup dan tidak monoton. Tentunya diiringi dengan musik khas Bali yang membuat para penonton juga merasa ingin menari bersama para penari aslinya.

  1. Pembukaan adalah bagian awal yang diiringi dengan musik seperangkat gamelan. Terdiri dari gendang, ceng-ceng, rebana, juga klenang dan suling. Terkadang ada juga beberapa tunggu gender wayang yang diselaraskan dengan slendro. Bentuk lagunya batel tetamburan.
  2. Pepeson merupakan bagian yang sudah diiringi dengan nyanyian serta tarian dari para penari kecak dan juga Janger. Formasinya juga beragam, mulai dari saling berhadap-hadapan sampai segi empat dengan arah semua kedalam arena tari tersebut.
  3. Penjangeran adalah momen dimana para penari mulai menyanyi dan saling bersahut-sahutan bersama-sama. Suasana sangat hangat dan gembira karena nyanyian yang dilantunkan dengan Bahasa Bali itu penuh dengan semangat para muda-mudi.
  4. Lakon adalah bagian setelah Penjangeran. Saat dimana kisah drama mulai diperankan, biasanya diisi dengan kisah arjuna wiwaha dan para aktor lain seperti gatot kaca dan lainnya. Saat drama dimainkan para penari Janger akan duduk layaknya penonton biasa.
  5. Penutup yaitu saat dimana kisah drama sudah selesai dan ditutup dengan Tarian dan Janger. Mereka menyanyikan lagu dna permohonan maaf juga selamat tinggal kepada para penonton. Kemudian keluar dan menuju ke ruang ganti.

Gerakan Tari Janger

Gerakan Tari Janger
Gerakan Tari Janger

Dibanding dengan tarian lain dari Bali, Janger memang lebih sederhana. Kebanyakan gerakannya di dominasi posisi berdiri, sesekali juga melakukannya dalam gerakan bersila atau bersimpuh. Semua gerakan dari penari juga tarian khas Bali yang klasik sehingga membuat suasana lebih hidup.

Berikut adalah gerakan yang digunakan dalam Tari Janger

  • Ngagem Kanan
  • Ngagem Kiri
  • Ngeseh bawah
  • Nyelegog
  • Mungkah lawing
  • Nguluh Wangsul
  • Ngelikas
  • Nguluh wangsul
  • Ngelikas
  • Ngengot
  • Ulap-Ulap

Pola Lantai Tari Janger

Pola Lantai Tari Janger
Pola Lantai Tari Janger

Dalam gerakannya yang dinamis, cepat, dan atraktif namun tetap ada pola lantai yang digunakan. Dalam pementasannya tari janger memakai kombinasi dari pola lantai garis lurus horizontal juga garis lengkung. Terdapat makna terkandung dalam setiap kombinasi tersebut.

Setiap pementasan Tari Janger akan dibawakan secara berkelompok dari 10 sampai 16 penari laki-laki dan wanita. Mereka berpasang-pasangan sampai nanti akhir pementasan, para penari yang membawakannya dengan riang gembira agar nantinya penonton juga tertular kebahagiaan tersebut.

Pola lantai dari Tari Janger memang lebih sederhana dibandingkan Pendet, variasinya lebih simple dan tidak neko-neko. Tak jarang di tengah atau akhir pertunjukkan pengunjung juga akan diajak menari bersama dengan mereka. Hal ini tentunya membuat suasana tambah hangat.

Tata Busana atau Kostum Penari Tari Janger

Tata Busana atau Kostum Penari Tari Janger
Tata Busana atau Kostum Penari Tari Janger

Setiap kesenian tari dari Bali pasti memiliki keunikan yang menonjol. Baik dari musik, cara penyajian ataupun kostum yang dikenakan. Busana yang dipakai adalah gelungan janger, badong gelang kanan dan sabuk kain oncer. Tak lupa ada ompak-ompak serta perlengkapan tambahan kipas.

Properti diatas tadi akan digunakan oleh penari perempuan Janger, sedangkan pihak laki-laki mengenakan kostum lain. Ada kain kekancutan, sabuk, ampok-ampok, udeng dan tak lupa ada badong gelang untuk melengkapi penampilan semakin bagus.

Pertunjukkan Tari Janger tak hanya dilakukan di pura saja. Bisa dimana saja, di pinggir pantai atau depan rumah masyarakat Bali. Karena pada dasarnya tarian ini memang ditampilkan untuk hiburan. Biasanya turis atau wisatawan sangat senang disuguhkan penampilan dari para penari.

Variasi gerakan Tari Janger

Variasi Gerakan Tari Janger
Variasi Gerakan Tari Janger

Setelah mengetahui sejarah, pola, sampai kostum Tari Janger sekarang saatnya menuju ulasan variasi gerakannya. Sebenarnya setiap daerah di Bali punya keunikan gerakannya dalam menarikan Tari Janger. Berikut adalah beberapa penjelasan singkatnya.

  • Janger di daerah Tabanan punya ciri khas ‘Dag’ yakni tokoh yang memakai kostum seperti Jenderal Belanda. Nantinya Dag akan memberikan gerakan seperti komando kepada para penari. Selain itu ada juga beberapa improvisasi gerakan yang dilakukan.
  • Selanjutnya adalah Janger dari Desa Sibang Badung. Keunikan di daerah ini adalah adanya iringan gamelan gong kebyar yang lebih membuat suasana makin hidup dan meriah. Inilah yang menjadi alasan mengapa Tarian di daerah ini dinamakan Janger Gong.
  • Ada juga Janger Maborbor di Bangli. Berbeda dengan Tabanan, tarian Janger di daerah ini biasanya diakhiri dengan adanya ritual kesurupannya semua penari. Mereka akan menari sambil menginjak bara api yang pastinya terasa panas di kaki jika Anda dalam keadaan sadar.
  • Terakhir adalah tarian Janger di Desa Bulian, Buleleng. Semua penarinya berasal dari orang tunawicara. Namun jangan salah mereka sanggup menyuguhkan penampilan apik dan tak kalah atraktif dengan pertunjukkan yang ada di daerah lainnya.

Itulah beberapa keunikan yang ada dari Tari Janger. Saat ini Tari Janger masih bisa dengan mudah ditemukan di daerah-daerah wisata Bali. Anak muda-mudi Bali melestarikan dan menjaga kesenian dan kebudayaannya dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like