40+ Macam Tari Jawa Timur yang Perlu Diketahui

AdaHobi, Tari Jawa Timur – Jawa Timur merupakan wilayah di Indonesia yang beribukota di Surabaya dan terdiri dari beberapa wilayah kabupaten dan kota. Masing-masing kabupaten atau kota memiliki ciri khas masing-masing termasuk dalam bidang kesenian. Tak terkecuali jenis-jenis tari Jawa Timur yang begitu beragam.

Macam-Macam Tari Jawa Timur

Tari Jawa Timur
Tari Jawa Timur

Jawa Timur terkenal dengan berbagai kesenian tradisional yang begitu beragam. Sebagai generasi penerus, sudah sepatutnya untuk terus dilestarikan agar jangan sampai punah. Masing-masing jenis tari Jawa Timur berikut ini memiliki ciri khas dan keunikan yang berbeda-beda.

1. Tari Ambarang Tulungagung

Tari Ambarang Tulungagung Jawa Timur
Tari Ambarang Tulungagung Jawa Timur

Tari Ambarang merupakan kesenian yang berasal dari Tulungagung dan terinspirasi dari Jaranan di mana seni tradisi yang satu ini masih terus dilestarikan di Jawa Timur. Ciri khas dari tarian ini adalah menggunakan properti kuda lumping dan ada gerakan pemain yang menjajakan wadah.

Wadah tersebut merupakan tempat bagi penonton yang ingin memberikan uangnya. Fenomena ini dikenal juga dengan pengamen jaranan yang kemudian menginspirasi Bimo Wijayanto untuk menciptakan Tari Ambarang. Tarian ini menceritakan tentang pengamen jalanan di Tulungagung tersebut.

Jenis seni jaranan yang diambil dalam tarian ini adalah Serentewe yang memiliki ciri khas berupa gerakan agresif para pemainnya. Penari yang mementaskan tarian ini dibagi menjadi tiga kelompok yang terdiri dari barong dengan topengnya, jaranan dengan kuda lumping, dan penari pentul.

2. Tari Bandol Magetan

Tari Bandol Magetan Jawa Timur
Tari Bandol Magetan Jawa Timur

Kesenian yang berasal dari daerah Magetan ini diciptakan oleh Imam Joko dan Sarwo Edy Santoso yang mana keduanya merupakan seniman asal daerah tersebut. Tari Bandol memiliki ciri khas dan makna yang mendalam karena menceritakan para prajurit di zaman Kerajaan Mataram.

Setiap gerakan dalam dalam tarian ini menggambarkan sosok prajurit yang gagah dan perkasa. Di dalam tari ini juga terkandung nilai filosofis kewibawaan, kepahlawanan, persatuan, pantang menyerah, rasa saling peduli, dan kerjasama dalam kebaikan. Tari ini awalnya merupakan hasil dari perlombaan.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan mengadakan perlombaan dan menginginkan agar daerahnya memiliki tarian khas. Tarian ini juga menjadi salah satu tari yang sering dipentaskan dalam berbagai acara seperti pernikahan, hari jadi, dan larung sesaji.

3. Tari Bantengan Malang

Tari Bantengan Malang Jawa Timur
Tari Bantengan Malang Jawa Timur

Tari Bantengan Malang merupakan tarian tradisional yang menggubungkan unsur musik, sendra tari, olah kanuragan, dan mantra atau syair yang kental dengan nuansa magis. Permainan dalam tari ini diyakini akan semakin menarik ketika kepala Bantengan kesurupan arwah leluhur Banteng.

Tarian ini sudah ada sejak zaman Kerajaan Singasari dan sangat berkaitan erat dengan Pencak Silat. Setiap gerakannya terinspirasi dari gerakan Kembangan Pencak Silat tersebut. Seni tradisional ini biasanya dimainkan oleh dua orang yang berperan sebagai kepala Bantengan dan kaki depan.

Para penari biasanya mengenakan kostum yang terbuat dari kain hitam serta memakai topeng berbentuk kepala banteng. Mereka yang mementaskan Tari Bantengan selalu diiringi dengan sekelompok pemain musik yang memainkan alat gamelan berupa kendang, gong, dan lainnya.

4. Tari Batik Pace Pacitan

Tari Batik Pace Pacitan Jawa Timur
Tari Batik Pace Pacitan Jawa Timur

Tari Batik Pace terinspirasi dari tokoh yang mendirikan Kota Pacitan karena konon katanya beliau suka minum sari buah pace yang banyak tumbuh di daerah ini. Selain itu, tarian ini juga menggambarkan kegiatan membatik yang dilakukan mulai dari menuang lilin, mewarnai, mencelup, hingga menjemur.

Tarian ini biasanya dipentaskan oleh lima orang penari yang masuk ke panggung dengan gerakan memutar cepat di depan panggung. Para penari kemudian memecah formasi menjadi 2 orang di sudut kanan dan 3 orang di sudut kiri. Penari di sudut kiri memperagakan gerakan tangan mengarah ke atas dan bawah.

Sementara itu, penari di sudut kanan akan memerankan gerakan mencelup batik dan mengeringkan kain batik tersebut. Para penari kemudian akan meletakkan kain batik di belakang pinggul dan memutarnya ke depan. Tari ini biasanya diiringi oleh alunan musik slenthem dan tabuh perkusi.

5. Tari Bedoyo Wulandaru Banyuwangi

Tari Bedoyo Wulandaru Banyuwangi Jawa Timur
Tari Bedoyo Wulandaru Banyuwangi Jawa Timur

Tari Bedoyo Wulandaru yang berasal dari Banyuwangi ini merupakan tari yang penuh keceriaan karena mencerminkan kebahagiaan masyarakat di Blambangan. Tarian ini dulunya menjadi sebuah persembahan untuk tamu istimewa Mahapatih Gajah Mada dan Prabu Hayam Wuruk.

Penyebutan nama Wulandaru berasal dari kata “wulan” dan “ndaru”. Wulan memiliki arti bulan atau penerang kegelapan sedangkan ndaru artinya adalah bintang jatuh atau keberuntungan. Sementara itu, bedoyo merupakan sebutan untuk para penari wanita yang mementaskan tari tersebut.

Tarian ini diiringi oleh musik gandrung dan sablang dengan irama yang khas. Para penari biasanya akan melemparkan logam benggol dan beras kuning saat akhir pertunjukan. Makna dari gerakan melempar benda tersebut adalah untuk mengusir segala gangguan dan bahaya.

6. Tari Beskalan Malang

Tari Beskalan Malang Jawa Timur
Tari Beskalan Malang Jawa Timur

Tari Beskalan Malang memiliki keunikan tersendiri yang mencirikan tentang pertunjukan saat menyambut tamu yang datang ke kota tersebut. Tarian ini juga sering ditampilkan sebagai pembuka setelah tari Remo pada pementasan Ludruk. Dulunya tarian ini merupakan salah satu tarian ritual.

Biasanya ditarikan untuk acara-acara seperti pendirian bangunan atau pembukaan lahan. Tarian ritual ini ditampilkan untuk mengiringi prosesi penanaman kepala kerbau yang dipercaya untuk menghindari mara bahaya. Selain itu, Tari Beskalan juga merupakan bentuk rasa syukur terhadap leluhur.

Seiring dengan perkembangannya, tarian ini pun digunakan sebagai salah satu kesenian untuk menyambut tamu. Makna yang terkandung dari kata beskalan adalah sebuah seni yang dilakukan di jalan. Gerakan yang dibawakan penari cenderung lincah, anggun, dan dinamis.

7. Tari Boran Lamongan

Tari Boran Lamongan Jawa Timur
Tari Boran Lamongan Jawa Timur

Tari Boran yang berasal dari Lamongan ini cukup unik karena menggambarkan bagaimana kehidupan para penjual nasi boran saat mereka berinteraksi dengan pembeli. Nasi boran sendiri merupakan makanan khas tradisional dari Lamongan yang dijajakan dengan menggunakan wakul pada zaman dahulu.

Perjuangan para penjual nasi boran yang rela menghadapi terik matahari akhirnya menjadi inspirasi bagi para seniman untuk menciptakan tarian ini. Tari Boran biasanya ditarikan secara berkelompok dengan gerakan yang sederhana namun penuh makna.

Para penonton yang melihat tarian ini akan mendapatkan gambaran bagaimana para penjual nasi boran menjajakan dagangannya. Mulai dari menyiapkan makanan hingga menjualnya kepada pembeli. Para penari mengenakan busana cerah dengan warna-warni yang menarik.

8. Tari Caping Ngancak Lamongan

Tari Caping Ngancak Lamongan Jawa Timur
Tari Caping Ngancak Lamongan Jawa Timur

Penyebutan nama Tari Caping Rancak ini diambil dari kata “caping” yang merupakan topi bamboo yang sering dikenakan petani dan “rancak” artinya bersama-sama. Tarian ini memiliki filosofi menarik dan merupakan kesenian yang terinspirasi dari para petani yang bekerja di sawah secara beramai-ramai.

Tari Caping Ngancak biasanya ditarikan oleh para penari putri dengan jumlah mulai dari 3 hingga 11 penari dan harus ganjil. Gerakan yang ditampilkan begitu lincah untuk menggambarkan aktivitas petani selama bekerja di sawah. Mulai dari menanam, merawat, mengusir hama, hingga memanen.

Musik yang mengiringi tarian ini adalah tembang dandang gulo yang dipercaya sebagai doa penolak bala. Perangkat gamelan yang digunakan terdiri dari demung, saron, boning, gambang, dan gong. Tarian ini juga menggambarkan kerukunan dan sifat gotong royong di antara para petani.

9. Tari Dongkrek Madiun

Tari Dongkrek Madiun Jawa Timur
Tari Dongkrek Madiun Jawa Timur

Tari Dongkrek berasal dari Mejayan, Madiun dan menggambarkan tentang kisah Raden Ngabei Lo Prawirodipuro yang berusaha mengatasi pageblug mayangkoro. Pada saat itu masyarakat Mejayan mengalami wabah di mana paginya sakit, sorenya meninggal.

Raden Ngabei Lo Prawirodipuro yang pada saat itu menjadi pemimpin di daerah tersebut berusaha mengatasi wabah yang menimpa masyarakat. Raden pun melakukan renungan, meditasi, hingga bertapa di gunung kidul Caruban. Saat melakukan ritual tersebut, muncul wangsit untuk membuat tarian.

Para penari yang membawakan tarian ini terdiri dari barisan buto kolo, dua perempuan tua separuh baya, dan orang tua sakti. Selanjutnya terjadi peperangan sengit antar rombongan buto kolo tersebut dengan orang tua sakti. Pada babak selanjutnya, orang tua tersebut menyelamatkan dua perempuan lemah.

10. Tari Eblas Madura

Tari Eblas Madura Jawa Timur
Tari Eblas Madura Jawa Timur

Tari Eblas merupakan kesenian khas Madura yang menggambarkan gadis Madura yang luwes, cantik, feminism, ceria, dan lincah. Tarian ini berawal dari ide keberadaan Topeng sebagai salah satu karya unik yang ada di Jawa Timur. Tari Eblas diciptakan oleh Arif Rofiq sekitar tahun 1990-an.

Meskipun berawal dari inspirasi ide dengan konsep koreografi menggunakan topeng, namun seiring dengan perkembangannya tarian ini sudah jarang menggunakan topeng. Sehingga para penari diperkenankan untuk menonjolkan wajahnya.

Para penari yang membawakan tarian ini akan mengenakan kostum khas Madura seperti kebaya, batik Madura yang digunakan sebagai rok, gelang kaki, dan cemol Maduan. Gerakan yang dibawakan didominasi dengan gerakan yang lincah dan penuh keceriaan.

11. Tari Gandrung Madura

Tari Gandrung Madura Jawa Timur
Tari Gandrung Madura Jawa Timur

Tari Gandrung juga menjadi salah satu kesenian khas dari Madura. Tarian ini diiringi dengan alat musik gamelan dengan irama kendang yang begitu khas ditambah suara sinden yang menyanyikan tembang. Selain kendang, alat musik lain yang digunakan seperti bonang, saron, peking, dan lainnya.

Tari Gandrung yang berasal dari Madura biasanya dibawakan dengan penari perempuan yang menggunakan busana khasnya. Busana yang mereka kenakan terdiri dari kemben, rok jarik, selendang, dan property seperti hiasan di kepala serta di lengan.

Saat tengah menari, ada dua orang laki-laki yang mengenakan pakaian biasa turut menari dengan pasangannya dari penari perempuan tersebut. Gerakan yang ditampilkan biasanya lebih banyak memainkan gerakan tangan dengan lembut dan lemah gemulai.

12. Tari Gandrung Banyuwangi

Tari Gandrung Banyuwangi Jawa Timur
Tari Gandrung Banyuwangi Jawa Timur

Di Banyuwangi, juga terdapat kesenian tradisional yang dikenal dengan tari gandrung. Tarian ini biasanya dipentaskan pada saat acara seperti khitanan, resepsi pernikahan, atau musim panen raya. Tari Gandrung ini dibawakan sebagai bentuk ucapan syukur masyarakat pasca panen.

Tidak jauh beda dengan Tari Gandrung yang berasal dari daerah lainnya, tarian ini juga melibatkan penari perempuan (penari gandrung) dan laki-laki pemaju (paju). Iringan musik pada Tari Gandrung Banyuwangi menggunakan alat bernama Gamelan Osing yang berasal dari suku asli Banyuwangi.

Tarian ini terbagi ke dalam beberapa bagian seperti jejer gandrung, topengan, paju, repenan, dan seblang-seblangan. Mereka mengenakan busana khas yang terbuat dari kain beludru berwarna hitam dan dihiasi dengan manik-manik mengkilap yang melilit leher hingga dada.

13. Tari Geleng Ro’om Madura

Tari Geleng Ro’om Madura Jawa Timur
Tari Geleng Ro’om Madura Jawa Timur

Tari Geleng Ro’om merupakan salah satu kesenian khas asal Madura. Tarian ini mengangkat budaya Madua yang mengisahkan seorang gadis beranjak dewasa diharuskan mengenakan gelang kaki atau Geleng. Simbol ini diperlukan untuk visualisasi kepatuhan dan keterikatan terhadap norma.

Konsep gerakan yang dikreasikan pada tarian ini mengambil aktivitas keseharian masyarakat di Madura. Seperti kerja keras dan kedinamisan para petani, nelayan, dan penjual sayur. Musik yang mengiringi menggunakan musik perkusi seperti kenong telok dan dug-dug.

Tari Geleng Ro’om disajikan secara berkelompok dan para penari biasanya mengenakan busana khas dari Madura dengan riasan khas remaja di sana. Mereka mengenakan kebaya yang terbuat dari kain brokat bunga-bunga merah, kain panjang untuk bawahan, sarung, celana, dan gelung rambut angka 8.

14. Tari Genggongan Mangslup Pacitan

Tari Genggongan Mangslup Pacitan Jawa Timur
Tari Genggongan Mangslup Pacitan Jawa Timur

Tari Genggongan Mangslup yang berasal dari Pacitan ini merupakan salah satu karya seni yang turut pentas dalam Festival Karya Tari Jawa Timur tahun 2015. Tarian ini digarap oleh Sanggar Tari Edi Peni dengan menampilkan dua tokoh Wonocaki dan Gadhung Mlati menjadi fragmen dari Jangkrik Genggong.

Tari ini juga sering dipentaskan untuk acara seperti upacara adat karena gerakan tari ini menggambarkan sejarah dari upacara adat. Pentas Tari Genggongan Mangslup biasanya dilakukan oleh 11 pengrawit, 8 penari, dua wiraswara, dan 1 swarawati.

Kostum yang dikenakan para penari genggongan cukup unik dan menarik dengan warna cerah kombinasi merah dan hitam. Terdapat mahkota pada bagian kepala serta hiasan lainnya yang terbuat dari kain dan aksesoris lain.

15. Tari Giri Gora Dahuru Daha

Tari Giri Gora Dahuru Daha Jawa Timur
Tari Giri Gora Dahuru Daha Jawa Timur

Tari Giri Gora Dahuru Daha termasuk dalam kesenian sendratari yang menceritakan kisah Calon Arang atau perempuan jahat tukang teluh yang merasa sakit hati. Perempuan tersebut kecewa lantaran tak ada satu pun yang bersedia meminang anaknya.

Beberapa peran yang dibutuhkan dalam pentas tari ini mulai dari Ratna Manggali, Daha, Mpu Baradah, Calon Arang, dan masyarakat Raja Airlangga. Kostum tradisional yang dikenakan merupakan busana khas dengan warna yang terang.

Tarian ini dibawakan dalam tiga babak. Babak pertama dimulai dengan menceritakan keadaan awal masyarakat Daha, kemudian datanglah teluh, dan yang terakhir penyelesaian yang dilakukan oleh Mpu Baradah.

16. Tari Glipang Probolinggo

Tari Glipang Probolinggo Jawa Timur
Tari Glipang Probolinggo Jawa Timur

Tarian khas Probolinggo yang satu ini menggambarkan tentang kehidupan masyarakat pada masa penjajahan dahulu. Tarian ini memadukan beberapa gerakan dari tari Topeng Ghetak, Seni Hadrah, Rudhat, pencak silat, dan samman. Pencipta tari inia dalah Seno Truno yang asalnya dari Madura.

Seiring dengan perkembangannya, Tari Glipang kini dipentaskan untuk acara-acara seperti hajatan, resepsi, dan acara besar lainnya. Tarian ini cukup menarik karena memadukan unsur budaya Islam dan Jawa. Selain itu, penari yang mementaskan tarian ini harus melakukannya secara berkelompok.

Dalam setiap pertunjukannya, biasanya dibagi ke dalam tiga bagian. Bagian pertama disebut Tari Kiprah atau tari olah keprajuritan. Bagian kedua adalah Tari Papakan yang menggambarkan percintaan Dhamarwulan. Tari ketiga disebut Tari Baris yang menggambarkan prajurit Majapahit.

17. Tari Jaranan Buto Banyuwangi

Tari Jaranan Buto Banyuwangi Jawa Timur
Tari Jaranan Buto Banyuwangi Jawa Timur

Tari Jaranan Buto yang berasal dari Banyuwangi ini menggambarkan beberapa kisah dengan gerakan tari yang berbeda-beda. Penyebutan nama Jaranan Buto sendiri diambill dari tokoh legendaris Minakjinggo yang dipercaya merupakan seseorang yang berkepala raksasa atau disebut Butho.

Tarian ini biasanya dibawakan oleh 16 hingga 20 orang yang terbagi ke dalam 8 grup dan ditampilkan mulai pukul 10.00 hingga 16.00. Alunan musik yang mengiringinya terdiri dari kempul terompet, kendang, gong besar, dua bonang, serta kecer atau perangkat gamelan yang terbuat dari tembaga.

Para penari yang pentas dalam pertunjukan ini biasanya akan memanfaatkan replika kuda Jepang dan jika ada yang kesurupan mereka bisa memakan ayam hidup-hidup atau kaca. Tak bisa dipungkiri bahwa atraksi kesurupan menjadi bagian dari pentas Tari Jaranan Buto ini.

18. Tari Jaranan Kediri

Tari Jaranan Kediri Jawa Timur
Tari Jaranan Kediri Jawa Timur

Tari Jaranan menjadi salah satu kesenian yang memiliki sejarah cukup panjang. Tari ini awalnya muncul sejak zaman Kerajaan Kuno di Jawa Timur. Namun, hingga saat ini Tari Jaranan masih terus dilestarikan oleh masyarakat. Ciri khasnya adalah adanya properti berupa kuda dari anyaman bambu.

Beberapa peralatan yang biasanya dibawa oleh para penari Jaranan adalah kuda lumping yang dilengkapi dengan baju, udeng, celana, sabuk, selendang, dan sempyok. Penari juga membawa celeng yang menggunakan anyaman bambu atau kulit hewan berbentuk babi.

Ada juga Topeng Barongan Singo Barong, Topeng Barongan Kucingan, dan Bopo atau Bomoh yang merupakan sebutan Gemblak kepada Warok yang dianggap sebagai Bapak. Musik yang mengiringinya terdiri dari kenong, kendang, gong, dan slompret reog.

19. Tari Kethek Ogleng Jenggala

Tari Kethek Ogleng Jenggala Jawa Timur
Tari Kethek Ogleng Jenggala Jawa Timur

Tari Kethek Ogleng Jenggala merupakan kesenian yang berasal dari Pacitan. Tarian ini menceritakan tentang Kerajaan Jenggala dan Kediri yang dikenal dengan kisah Panji. Para penari yang membawakan tarian ini akan menampilkan gerakan yang menirukan tingkah laku kera atau kethek.

Tarian ini menceritakan tentang Dewi Sekartaji putri dari Raja Jenggala jatuh cinta dengan Raden Panji Asmorobangun. Namun, sanga raja memiliki keinginan lain dan ingin menikahkan putrinya dengan pilihannya. Mengetahui hal tersebut sang putri pun kabur dan Raden Panji mencarinya.

Di tengah perjalanan, Panji diberi wejangan oleh seorang pendeta agar menyamar menjadi seekor kera. Para penari kethek ogleng akan mengenakan kostum yang mirip dengan monyet atau kera dengan warna serba putih termasuk bagian ekor dan jenggotnya.

20. Tari Lahbako Jember

Tari Lahbako Jember Jawa Timur
Tari Lahbako Jember Jawa Timur

Tari Lahbako yang berasal dari Jember ini cukup menarik karena menggambarkan tentang keseharian para petani yang sedang menanam tembakau hingga mengolah komoditi tersebut. Tarian ini dibawakan oleh beberapa penari perempuan dengan kostum berwarna terang.

Para penari tersebut menampilkan gerakan yang menggambarkan aktivitas petani pada saat mereka di ladang tembakau. Tarian ini awalnya diusulkan oleh Bupati Jember pada tahun 1980-an karena terinspirasi dari kegiatan keseharian masyarakat di Jember.

Tarian ini juga menjadi bentuk penghargaan terhadap perempuan di Jember yang turut andil dalam industri tembakau di daerah ini. Penyebutan nama Lahbako sendiri berasal dari kata “lah” yang merupakan potongan kata olah dan “bako” yang merupakan singkatan dari tembakau.

21. Tari Lenggang Surabaya

Tari Lenggang Surabaya
Tari Lenggang Surabaya

Tari Lenggang yang berasal dari Surabaya ini dikenal juga sebagai tarian selamat datang khas kota tersebut. Penari yang mementaskan tarian ini biasanya adalah beberapa wanita yang mengenakan busana khas perpaduan Surabaya dan Madura dengan warna-warna yang cerah.

Para penari yang tampil akan dilengkapi dengan aksesoris lain seperti cundhuk, sampur, sabuk/ebok, bokongan, giwang, dan konde. Mereka menari dengan gerakan yang anggun, indah, namun penuh kelincahan. Tari Lenggang ini awalnya diciptakan oleh Dimas Pramuka Admaji pada tahun 1995.

Untuk pertama kalinya tarian ini dipentaskan pada saat hari jadi Kota Surabaya. Iringan gamelan dengan musik laras slendro menjadi ciri khas lain tarian ini. Selain itu, biasanya juga diiringi gending khas Jawa Timuran seperti jaranan, walang kekek, jula juli, dan lain sebagainya.

22. Tari Mayang Rontek Mojokerto

Tari Mayang Rontek Mojokerto Jawa Timur
Tari Mayang Rontek Mojokerto Jawa Timur

Tari Mayang Rontek merupakan tarian khas Mojokerto yang terinspirasi dari prosesi Bedhol manten Mojoputri. Awalnya prosesi ini masih belum memiliki bentuk tarian seperti Mayang Rontek yang berkembang saat ini sehingga awalnya hanya berupa arak-arakan pengantin.

Seiring dengan perkembangannya, Tari Mayang Rontek menampilkan gerakan yang menggambarkan proses transformasi prosesi pengantin Mojoputri. Namun, transformasi tersebut tetap merefleksikan karakter budaya pada masa Kerajaan Majapahit dahulu.

Tarian ini dibawakan oleh minimal 5 hingga 9 orang secara berkelompok. Gerakan tari yang ditampilkan terdiri dari tiga kategori yakni pembuka, inti, dan penutup. Bagian pembuka menggambarkan ketenangan, bagian inti menggambarkan perjalanan hidup, dan penutup dengan gerakan dinamis dan tegas.

23. Tari Miyang Tuban

Tari Miyang Tuban Jawa Timur
Tari Miyang Tuban Jawa Timur

Tari Miyang yang berasal dari Tuban ini menggambarkan tentang semangat juang dan kegigihan para wanita pesisir pada saat nelayan melaut. Istilah pergi melaut dikenal juga dengan nama Miyang sehingga nama tarian ini menggunakan nama yang sama.

Dalam tarian ini, para penari menampilkan gerakan yang penuh semangat dan kegembiraan dalam menyambut para nelayan yang datang. Irama musik yang mengiringinya juga bertempo cepat dan dinamis. Tarian ini biasanya dibawakan secara berkelompok oleh beberapa penari perempuan.

Busana yang dikenakan merupakan busana khas dengan kain kebaya berwarna cerah, kain jarik, sampur atau selendang, dan hiasan di kepalanya. Sebagai properti tambahan, masing-masing penari membawa wadah seperti mangkok.

24. Tari Muang Sangkal Madura

Tari Muang Sangkal Madura Jawa Timur
Tari Muang Sangkal Madura Jawa Timur

Tari Muang Sangkal merupakan tarian khas tradisional asal Madura yang menjadi ikon dari kota ini. tarian yang berasal dari Sumenep ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menjauhkan dari bahaya atau dikenal dengan istilah ritual tolak bala.

Penyebutan nama “muang” diambil dari makna membuang sangkal petaka. Tarian ini awalnya dilatarbelakangi atas kepedulian Taufiqurachman seorang seniman asal Sumenep. Ciri khas tarian ini terlihat pada gerak-gerak Keraton Sumenep yang memadukan dengan tari gaya Yogyakarta.

Syarat untuk mementaskan tarian ini adalah jumlah penarinya harus ganjil dan dalam keadaan suci serta tidak sedang haid. Mereka akan mengenakan pakaian dodot legha sambil memegang cemong yakni mangkok kuningan yang isinya aneka kembang seperti kembang melati dan beras kuning.

25. Tari Nirmala Magetan

Tari Nirmala Magetan Jawa Timur
Tari Nirmala Magetan Jawa Timur

Tari Nirmala merupakan kesenian khas Magetan, Jawa Timur yang menggambarkan kehidupan di Dusun Wonomulyo. Penyebutan nama Tari Nirmala sendiri diambil dari kata “nir” yang berarti tidak dan “mala” yang berarti kesukaran.

Kehidupan masyarakat Dusun Wonomulyo yang penuh kedamaian dan kemuliaan menjadi inspirasi sehingga terciptalah tarian Nirmala ini. Tema sosial yang diangkat adalah “Mobyor Masyarakat Wonomulyo” dengan penduduknya yang memiliki aneka ragam latar belakang.

Tarian ini biasanya dipentaskan oleh 7 orang penari yang mengenakan busana khas berupa kain jarik di bagian atas dan rok bawahnya. Mereka juga mengenakan hiasan bunga di bagian kepalanya dengan rambut yang dibiarkan tergerai.

26. Tari Petik Pari Pacitan

Tari Petik Pari Pacitan Jawa Timur
Tari Petik Pari Pacitan Jawa Timur

Sesuai namanya, tarian ini berkaitan erat dengan kegiatan panen “pari” atau padi. Tarian khas yang berasal dari Pacitan ini merupakan bentuk perayaan masyarakat yang bersuka-cita usai memanen padi. Nilai-nilai positif dengan kultur agraris digambarkan dalam setiap gerakan tarian ini.

Selain sebagai bentuk rasa syukur, tari ini juga ditampilkan sebagai bagian dari ritual adat. Tarian ini sekaligus menjadi symbol untuk menghormati Dewi Kesuburan atau Dewi Sri. Tari Petik Pari biasanya ditarikan oleh lima orang penari yang naik ke panggung satu per satu.

Awalnya lima orang penari tersebut akan melakukan gerakan melingkar lalu memutar. Setelah itu, mereka akan berbaris lurus dengan gerakan dasar tangan, pinggul, dan tumit. Penari kemudian akan berjongkok seperti memperagakan gerakan memetik padi.

27. Tari Remo Jombang

Tari Remo Jombang Jawa Timur
Tari Remo Jombang Jawa Timur

Tari Remo yang berasal dari Jombang ini dikenal juga sebagai tarian untuk menyambut tamu yang hadir. Tarian ini bisa dipentaskan oleh satu orang atau lebih secara berkelompok. Pencipta tarian ini adalah seseorang yang dulunya berprofesi sebagai penari jalanan.

Seiring dengan perkembangannya, Tari Remo menjadi salah satu karya seni yang ikut ditampilkan sebagai pengantar pertunjukan Ludruk. Selain sebagai tarian penyambutan, tari Remo juga sering ditampilkan secara terpisah untuk sambutan kepulangan dan acara festival kesenian daerah.

Gerakan yang ditampilkan dari tarian ini menggambarkan tentang kisah perjuangan seorang pangeran dalam medan pertempuran. Gerakan tari ini cenderung dinamis dengan gerakan kaki yang rancak didukung dengan lonceng yang dipasangkan pada pergelangan kaki penari.

28. Tari Reog Kendang Tulungagung

Tari Reog Kendang Tulungagung Jawa Timur
Tari Reog Kendang Tulungagung Jawa Timur

Tari Reog Kendang menjadi salah satu kesenian asal Tulungagung yang cukup berbeda dengan jenis tarian reog lainnya. Tarian ini menceritakan tentang kisah perjalanan mantan Gemblak (penari kuda lumping) yang tengah mencari jati diri.

Busana yang dikenakan oleh para penari reog kendang mengadopsi dari pakaian jathilan pada umumnya. Namun, penari tarian ini dibagi ke dalam beberapa tokoh yang terdiri dari penari pembawa kendang, penari buta, penari kuda Jepang, penari babi, penari topeng naga, dan warok.

Gerakan khas yang ditampilkan dalam tarian ini adalah posisi membungkukkan badan untuk menggambarkan sosok Gemblak yang setia dan taat kepada Warok. Musik yang digunakan untuk mengiringi adalah gamelan pada umumnya yang terdiri dari gong, kempul, kenong, dan selompret.

29. Tari Reog Ponorogo

Tari Reog Ponorogo Jawa Timur
Tari Reog Ponorogo Jawa Timur

Reog Ponorogo merupakan salah satu kesenian tradisional yang sudah sangat populer hingga kancah internasional. Tarian ini dipentaskan di area terbuka sebagai hiburan untuk rakyat. Reog juga dikenal mengandung unsur magis dengan ciri khas penari utama mengenakan kepala singa dan hiasan bulu merak.

Selain penari utama, ada penari lainnya yang menggunakan topeng dan kuda lumping. Topeng singa yang dikenakan penari utama tersebut dikenal dengan istilah “Singa Barong”. Bukan hanya sebagai hiburan rakyat, tarian ini juga biasa dipentaskan dalam acara seperti khitanan atau pernikahan.

Tarian ini dibawakan oleh beberapa kelompok penari di mana tarian yang perama dimainkan oleh 6 – 8 laki-laki yang memakai pakaian serba hitam. Sementara itu, tarian berikutnya dibawakan oleh 6-8 penari perempuan yang menaiki kuda.

30. Tari Rondhing Madura

Tari Rondhing Madura Jawa Timur
Tari Rondhing Madura Jawa Timur

Tari Rondhing dikenal juga sebagai tarian prajurit dari Madura. Tarian ini berbentuk drama komedi tradisional yang memberikan gambaran tentang kegiatan baris-berbaris di zaman kolonial. Gerakan tarian yang ditampilkan dominan gerakan kaki yang dihentak-hentakkan ke lantai.

Tarian ini biasanya ditampilkan untuk menyambut tamu yang penting dan dipentaskan setidaknya oleh enam orang penari. Alat musik yang mengiringi adalah Ul-daul dengan dominasi Saronen atau suara seruling khas Madura.

Para penari mengenakan busana baju dan celana setinggi lutut lengkap dengan sampur dan penutup di kepalanya. Makna filosofis yang terkandung dalam tarian ini adalah tentang perjuangan masyarakat Pamekasan saat melawan penjajahan Belanda pada zaman dahulu.

31. Tari Ruung Sarung Pacitan

Tari Ruung Sarung Pacitan Jawa Timur
Tari Ruung Sarung Pacitan Jawa Timur

Tari Ruung Sarung merupakan salah satu tari kreasi baru yang diciptakan oleh Deasylina da Ary yang merupakan praktisi seni budaya di Universitas Negeri Semarang pada tahun 2004. Gerakan dalam tarian ini menggambarkan tentang aktivitas harian para ibu dan terinspirasi dari harmonisme masyarakat.

Tarian ini menceritakan tentang ibu-ibu petani yang menggunakan sarung untuk berbagai fungsi seperti penghangat tubuh, pergi ke pasar, sarana ibadah, dan menggendong senik ke Tegal. Ada empat penari yang mementaskan tarian ini dengan pakaian berwarna putih dan celana hitam.

Mereka menari dengan gerakan yang lincah dan kompak dengan menggunakan properti sarung sebagai atributnya. Di tengah pertunjukan, terkadang ada atraksi lucu di mana sarung ditarik lurus, dijadikan kerudung, dan lainnya.

32. Tari Sanjaya Rangin Pacitan

Tari Sanjaya Rangin Pacitan Jawa Timur
Tari Sanjaya Rangin Pacitan Jawa Timur

Tari Sanjaya Rangin yang berasal dari Pacitan ini merupakan karya yang diciptakan oleh Adi Peni dan Edi Suwito pada tahun 2013 lalu. Tarian ini menceritakan tentang upaya Raden Panji Sanjaya Rangin yang ingin mengubah alas gung liwang Liwung untuk menjadi wilayah peradaban.

Gerakan tarian ini menggambarkan Sanjaya Rangin sebagai sosok tokoh yang berilmu. Para penari biasanya membawa properti seperti busur panah sebagai simbol kesaktian dan diiringi dengan nada-nada khusus.

Kisah Raden Panji Sanjaya Rangin sendiri cukup menarik di mana beliau merupakan tokoh yang digunakan sebagai senjata untuk babad alas Lorok. Daerah tersebut merupakan wilayah eks kawedanan yang terdiri dari tiga kecamatan yakni Sudimoro, Ngadirojo, dan Tulakan.

33. Tari Seblang Banyuwangi

Tari Seblang Banyuwangi Jawa Timur
Tari Seblang Banyuwangi Jawa Timur

Tari Seblang yang berasal dari Banyuwangi ini merupakan salah satu ritual upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat Osing. Ritual ini biasanya dilakukan untuk acara seperti tolak bala dan bersih desa demi menjaga ketentraman desa tersebut agar tetap aman.

Tarian ini biasanya dilakukan satu minggu setelah Idul Fitri oleh penari perempuan yang masih suci di Desa Olehsari. Sementara itu, di Desa Bakungan juga diselenggarakan tarian ini dan dilakukan seminggu setelah Idul Adha di mana para penarinya adalah perempuan yang sudah menopause.

Tarian ini ditampilkan selama tujuh hari berturut-turut dan para penari dalam kondisi kerasukan roh leluhur. Para penari harus dipilih secara khusus oleh Gambuh atau pawing dan tidak bisa ditarikan oleh sembarang orang.

34. Tari Singo Ulung Bondowoso

Tari Singo Ulung Bondowoso Jawa Timur
Tari Singo Ulung Bondowoso Jawa Timur

Tarian yang berasal dari Bondowoso ini disebut Tari Singo Ulung karena para penarinya menari bagaikan singa dengan mengenakan kostum yang menyerupai binatang tersebut. Tarian ini sekilas mirip seperti barongsai dan hanya terletak perbedaannya pada kostumnya yang lebih simple.

Tari Singo Ulung sendiri menceritakan tentang berdirinya Desa Blimbing di mana di dalamnya terdapat penari snga, penari perempuan, panju, dan dua orang menggunakan rotan. Saat melakukan pertunjukan, para penari akan menari sambil berdialog seperti sebuah drama.

Musik yang mengiringi tarian ini menggunakan gamelan seperti terompet kendang, kenong telo, dan lainnya. Para penari wanita akan mengenakan busana khas berupa kebaya dan selendang. Sementara itu, penari warok akan mengenakan pakaian berwarna hitam dan kaos merah putih.

35. Tari Sparkling Surabaya

Tari Sparkling Surabaya Jawa Timur
Tari Sparkling Surabaya Jawa Timur

Tari Sparkling merupakan salah satu jenis tarian kreasi baru yang memadukan tarian modern dengan tradisional khas Jawa Timuran. Tarian yang berasal dari Surabaya ini menggambarkan tentang jati diri masyarakat yang tinggal di kota tersebut dan sering ditampilkan untuk menyambut tamu.

Tarian ini baru diciptakan oleh Diaztiarni pada tahun 2007 lalu dalam rangka menyambut ulang tahun Surabaya. Namun, gerakan para penari yang begitu lincah, indah, dan menarik, membuat tarian ini masih berkembang hingga sekarang.

Penyebutan nama Sparkling sendiri diambil dari kata dalam bahasa Inggris yang memiliki arti berkilau, bersinar, atau gemerlap. Para penari perempuan yang mementaskan tarian ini biasanya mengenakan kemben dan kebaya yang transparan di bagian atas, kain batik sebagai rok, dan aksesoris seperti sayap.

36. Tari Sri Panganti Lamongan

Tari Sri Panganti Lamongan Jawa Timur
Tari Sri Panganti Lamongan Jawa Timur

Tari Sri Panganti diciptakan oleh Drs. Untung Mulyono yang menggambarkan tentang suka cita anak-anak yang tengah menginjak usia remaja dan jatuh cinta kepada seorang pemuda. Penyebutan nama tari ini diambil dari kata “Sri” yang artinya perempuan dan “Panganti” yang artinya menunggu.

Gerakan yang ditampilkan para penari cenderung lemah gemulai untuk menggambarkan seorang gadis yang tengah berusaha memikat pemuda yang dicintainya. Tarian ini biasanya dipentaskan untuk acara-acara seperti wisuda, pagelaran seni, pernikahan, dan lainnya.

Para penari perempuan yang mementaskan tarian ini biasanya mengenakan pakaian yang cenderung soft dan tidak begitu mencolok. Tarian ini bisa dipentaskan oleh satu atau beberapa orang secara berkelompok. Mereka biasanya juga mengenakan hiasan di kepala agar tampak lebih cantik.

37. Tari Tanduk Majeng Madura

Tari Tanduk Majeng Madura Jawa Timur
Tari Tanduk Majeng Madura Jawa Timur

Tari Tanduk Majeng yang berasal dari Madura ini terinspirasi dari para wanita di Madura yang selalu semangat untuk menghibur suaminya. Tarian ini bisa ditampilkan secara individu maupun berkelompok oleh beberapa orang.

Alat musik yang digunakan untuk mengiringi Tari Tanduk Majeng berupa gamelan dan sinden yang menyanyikan lagu Tanduk Majeng yang dibawakan dengan tempo cepat penuh keceriaan. Para penari biasanya akan mengenakan gelang kecil yang dipasangkan di tangan dan gelang besar pada kaki.

Baju yang dikenakan pun pada umumnya berwarna merah lengkap dengan jarik dan selendang. Gerakan dalam tarian ini memiliki pola lantai khusus yang harus diikuti menyesuaikan irama musik yang mengiringinya.

38. Tari Thengul Bojonegoro

Tari Thengul Bojonegoro Jawa Timur
Tari Thengul Bojonegoro Jawa Timur

Tari Thengul yang berasal dari Bojonegoro ini sudah dikenal hingga kancah internasional. Dalam pementasannya, tarian ini biasanya dimainkan oleh beberapa orang penari secara berkelompok. Mereka menampilkan gerakan dengan ekspresi menyerupai Wayang Thengul.

Tarian ini awalnya bermula pada tahun 1991 saat dilaksanakannya Festival Tari Daerah di Provinsi Jawa Timur. Setelah ditetapkan sebagai salah satu karya tari terbaik, Tari Thengul pun kini sering ditampilkan untuk menyambut para tamu.

Makna Tari Thengul sendiri lebih ke karakter komedi yang diperagakan oleh manusia. Ekspresi yang ditunjukkan oleh para penari dengan cara tersenyum adalah symbol keakraban. Tarian ini biasanya dibawasakan dengan iringan musik gamelan dengan gerakan kaku pada siku dan tegas pada kepala.

39. Tari Topeng Gethak Madura

Tari Topeng Gethak Madura Jawa Timur
Tari Topeng Gethak Madura Jawa Timur

Tari Topeng Gethak yang berasal dari Madura ini merupakan bagian dari pertunjukan Ludruk Sandur. Tarian ini biasa ditampilkan untuk acara-acara seperti khitanan, festival kesenian, pernikahan, dan lainnya. Topeng Gethak menjadi pembuka dalam pertunjukan kesenian Ludruk tersebut.

Suara kendang menjadi ciri khas dari musik tradisional yang mengiringi tarian ini diikuti dengan para penari yang berlenggak-lenggok. Makna filosofis yang terkandung dalam tarian ini adalah tentang perjuangan warga Pamekasan saat memperjuangkan kemerdekaan.

Penyebutan nama “Gethak” sendiri cukup menarik karena diambil dari suara kendang yang biasanya berbunyi get-thak. Saat mementaskan tari ini, para penari biasanya akan membawa atribut berupa topeng dan mahkota di kepalanya.

40. Tari Topeng Malang

Tari Topeng Malang Jawa Timur
Tari Topeng Malang Jawa Timur

Tari Topeng merupakan salah satu kesenian yang berasal dari Malang yang sekilas mirip seperti Wayang Wong. Para penari biasanya menggunakan atribut topeng agar bisa menjiwai karakter dan setiap gerakannya. Tarian ini diciptakan oleh Airlangga yang berasal dari Kerajaan Kediri.

Tari Topeng Malang tidak hanya dibawakan saat upacara adat saja, namun juga upacara penghormatan atau penyambutan untuk para tamu yang datang. Makna dari tarian ini sebenarnya adalah menceritakan tentang kisah Panji.

Tarian ini memiliki makna kehidupan yang mendalam tentang watak manusia yang terkadang senang, sedih, malu, tertawa, dan lainnya. Tari Topeng Malang bisa dipentaskan oleh beberapa orang secara berkelompok dengan menggunakan busana dan topeng sesuai peran yang dibawakan.


Begitu banyaknya tari Jawa Timur yang mungkin sebagian baru Anda ketahui. Hal tersebut menandakan bahwa negara ini sangatlah kaya akan karya seni dan budaya. Tak hanya di tingkat lokal dan nasional saja. Bahkan sudah banyak karya seni yang populer hingga kancah internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like