Tari Kijang, Mengenal Sejah dan Gerakannya

AdaHobi, Tari Kijang berasal dari daerah Provinsi Jawa Barat merupakan tari tradisional yang menggambarkan suasana kegiatan rakyat ketika melakukan perburuan. Proses perburuan dilakukan dengan cara menggunakan jemparing dan gondewah (busur dan anak panah).

Sehingga dengan adanya hal tersebut terciptanya tarian kijang tentu ada sejarah serta makna gerakan yang perlu diketahui. Pada saat pementasan, tarian ini ditarikan oleh para penari wanita yang menggambarkan tokoh Kidang Kancana yang santun perilakunya, halus budinya namun tegas dan tajam dalam memberi twah (pernyataan maupun keputusan).

Seperti apa penjelasannya mengenai sejarah dan makna gerakan tari kijang? mari kita simak sampai selesai artikel berikut ini.

Sejarah Tari Kijang

Sejarah Tari Kijang

Secara umum tari kijang adalah kesenian tradisional rakyat berupa tarian. Namun gerakan tari yang dilakukan pada tarian ini menggambarkan proses perburuan dengan menggunakan jemparing dan gondewah (busur dan anak panah).

1. Tari Kijang Berasal

Tari kijang berasal dari daerah Sunda tepatnya di Provinsi Jawa Barat. Tarian ini terkenal karena keindahannya yang diabadikan oleh para leluhur suku Sunda waktu itu dan kemudian terus dikenal masyarakat Jawa Barat sampai di luar daerah.

2. Asal Usul Tari Kijang Tercipta

Awal terciptanya, tarian ini merupakan bentuk sindiran kepada tokoh pemburu yang memiliki gelar waktu itu. Beberapa gelar dari tokoh itu seperti Kidang Kancana, Kidang Soka/Sokawayana, dan Kidang Pananjung.

Tarian ini terbentuk untuk diabadikan dan sebagai pengingat akan kebaikan perilaku yang patut ditiru dalam kehidupan masyarakat dari salah satu tokoh leluhur saat itu. Tokoh tersebut adalah Ki Ageng Pamanah Rasa, bergelar Kidang Kancana yang memiliki perilaku santun, halus budi pekertinya, namun tegas dan tajam dalam memberi petuah (keputusan pernyataan).

3. Makna Tari Kijang

Makna tari kijang adalah bentuk gambaran rasa semangat dan persatuan dalam berusaha bertahan hidup. Dengan menceritakan tentang suasana ketika para rakyat waktu itu berburu dengan menggunakan jemparing dan gondewah (busur dan anak panah). 

Baca juga : Sejarah Kebudayaan Tari Merak Khas Jawa Barat

Fungsi Tari Kijang

Fungsi Tari Kijang

Fungsi tari kijang sebenarnya bukan hanya sebagai tarian hiburan saja, namun tarian ini mempunyai beberapa fungsi peranan di Masyarakat. Beberapa peranan tersebut seperti:

  • Ritual acara pernikahan
  • 7 Bulanan
  • Khitanan
  • Panen
  • Syukuran
  • Hari peringatan
  • Maulud Nabi
  • dan hari-hari penting lainnya

Gerakan Tari Kijang

Gerakan Tari Kijang

Hampir sama seperti pada tarian yang lain pada umumnya terdapat gerakan murni serta gerakan maknawi. Gerakan pada tarian ini di dasari dengan waktu, ruang dan tenaga sehingga tingkatan gerakannya bervariasi, ada yang tingkat tinggi, tingkat sedang dan tingkat rendah.

Selain itu tarian kijang juga menggunakan pola lantai, pola lantai tari kijang adalah pola lantai horizontal.

Gerakan tari kijang menjadi salah satu ciri khas dengan dilengkapi tata rias dan busana yang menyerupai kijang menyesuaikan dengan nama dan tema tariannya. Tata rias dan kostum yang dikenakan penari terlihat estetik dan enak dipandang, ditambah lagi aksesoris tanduk kijang di kepalanya.

Macam-Macam Gerak Dasar Tari Kijang

Bagaimana gerak dasar tari kijang? Perhatikan beberapa gambar gerakan tari kijang berikut ini.

Berikut ini kami sebutkan gerakan-gerakan kaki pada tarian kijang yang bisa Anda Ketahui.

Gerakan Tari Kijang

Kaki bergerak dengan gerakan lari-lari kecil ke arah depan, kemudian posisi kedua tangan diangkat ke kepala menyerupai tanduk dan pandangan menghadap ke depan.

Gerakan Tari Kijang

Melompat ke kanan ke kiri, posisi tubuh sedikit dibungkukkan, dengan kedua tangan lurus ke bawah dan jari-jari terbuka.

Gerakan Tari Kijang

Kedua tangan digerakkan ke samping kanan dan ke samping kiri, dengan posisi kaki jongkok seperti pada gambar.

Properti Tari Kijang

Dalam dunia tari pada umumnya, keberadaan properti ketika pementasan merupakan hal wajib untuk menunjukkan identitas suatu tarian tersebut. Begitu pula properti tari kijang yang dikenakan ketika pementasan yang terdiri dari beberapa turunan seperti busana, tata rias dan alat musik untuk iringan tari.

Seperti apa properti tari kijang? simak penjelasan berikut ini sampai selesai.

1. Busana Tarian Kijang

Busana Tari Kijang

Coba anda perhatikan prooperti busana yang dikenakan oleh penari tarian kijang yang menyerupai binatang kijang. Hal itu digunakan untuk menyesuaikan dengan tema tarian yang ditarikan.

Selain menyerupai kijang, tentunya busana ini dibuat sedemikian rupa agar enak dipandang oleh penonton ketika penari menarikan gerakan tari kijang. Selain itu juga bentuk dari busana ini didesain agar penari tidak terganggu ketika sedang bergerak.

Di dalam properti itu terdiri dari:

  • Kalung kace
  • Baju & celana
  • Slepe
  • Irah-irahan
  • Draperi
  • Rampek
  • Kelat Bahu
  • Sumping
  • Subang
  • Binggel
  • Gelang

2. Tata Rias Tarian Kijang

Tata Rias Tari Kijang

Dalam tata rias berfungsi sebagai pembeda anatara karakter penari serta mengangkat alur cerita pada suatu tarian yang digambarkan pada penari. Adapun beberapa alat rias yang digunakan pada tarian kijang, diantaranya:

  • Bedak
  • Lipstik
  • Pensil Alis
  • dan lain-lain

Penggunaan tata rias disesuaikan pada karakter tarian kijang yang lincah serta menggambarkan tingkah laku binatang kijang. Sehingga pada bagian alis penari, dilukis menggunakan pensil alis berbentuk tanduk kijang.

3. Alat Musik Iringan Tarian Kijang

Alat Musik Iringan Tari Kijang

Iringan musik pada tarian kijang, menggunakan alat musik gamelan khas Jawa. Beberapa alat musik gamelan Jawa yang digunakan diantaranya seperti:

  • Gong
  • Kenong
  • Gender
  • Kendang
  • Saron
  • Bonang

Alat-alat musik itu terkadang dipadukan dengan suara nyanyian dari biduan penyanyi jawa.  

Baca juga : Sejarah Tari Jaipong, Perkembangan, dan Pola Gerakannya

Gambar Tari Kijang

Berikut ini ada beberapa gambar tarian kijang yang dilakukan para penari pada acara pentas untuk Anda jadikan referensi.

  • Gambar 1

Gerakan Tari Kijang

  • Gambar 2

Fungsi Tari Kijang

  • Gambar 3

Sejarah Tari Kijang

Kesimpulan

Artikel ini dibuat atas dasar keprihatinan melihat remaja Indonesia yang belum peduli dengan tari tradisional kebudayaan Indonesia. Karena diantara mereka lebih memilih tarian modern yang merupakan budaya dari negara barat, sehingga itu bisa menimbulkan kepunahan akan identitas kebudayaan serta ciri khas Indonesia.

Maka dari itu, diperlukan rasa kesadaran dan kepedulian akan kebudayaan milik bangsa dengan tetap melestartikan tarian budaya ini. Hal itu akan menjadikan bangsa kita indah penuh warna akan ragam dan budaya serta memperkokoh ketahanan bangsa Indonesia.

Dengan melestarikan kebudayaan khas Indonesia ini, diharapkan masyarakat berperan agar kekayaan budaya di Indonesia tidak di klaim bangsa lain.


Nah demikian arti kami mengenai tarian kijang, semoga bisa bermanfaat untuk seobat hobi sekalian dalam menambah pengetahuan dan wawasan mengenai tari tradisional khas Indonesia. Apabila ada suatu hal yang ingin di diskusikan maupun di tambahkan pada artikel ini, silahkan sisi di kolom komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like