Tari Musyoh, Tarian Pengusir Arwah Khas Masyarakat Papua

AdaHobi, Tari Musyoh adalah tarian tradisional sakral yang berasal dari Papua. Tarian ini dipentaskan untuk menenangkan arwah orang yang telah meninggal dunia.

Keunikan tari Musyoh terletak pada gerak-gerik penarinya yang sangat lincah dan enerjik.

Selain itu, ciri unik juga terdapat pada kostum penari berupa koteka khas Papua, rok rumbai, tameng, serta tombak yang dipakai.

Alat musik yang digunakan sebagai pengiring tarian Musyoh ialah tifa, yakni alat musik pukul khas Papua.

Ingin tahu lebih lanjut tentang tari Musyoh?Ayo simak artikel wawasan Nusantara berikut ini.

Sejarah Tari Musyoh

Sejarah Tari Musyoh
seringjalan.com

Sejarah awal terciptanya tarian ini konon berasal dari kematian seorang warga suku Papua akibat suatu peristiwa atau kecelakaan tragis yang tak terduga.

Dalam kepercayaan masyarakat Papua, seseorang yang meninggal dunia dalam keadaan tersebut arwahnya tidak tenang dan akan bergentayangan.

Maka, untuk menghindari hal itu diciptakanlah tarian ini sebagai sebuah ritual untuk “mengusir” roh orang sudah meninggal tersebut kembali pada Sang Pencipta.

Jumlah penari dalam tari Musyoh dilakukan lebih dari satu orang penari laki-laki. Namun, terkadang tarian ini juga dilakukan secara bersama-sama antara penari laki-laki dan penari wanita.

Jika ditarikan sebagai tarian pengusiran roh maka tarian ini akan ditarikan oleh penari laki-laki.

Namun saat ini, jika ditampilkan sebagai tarian penyambutan tamu maka umumnya ditarikan oleh penari laki-laki dan penari perempuan secara bersama-sama.

Baca juga : Tari Sajojo: Tarian Keceriaan, Energik dan Kekompakan Khas Papua

Makna Tari Musyoh

Makna Tari Musyoh
riverspace.org

Dalam tradisi masyarakat Papua sendiri, tari Musyoh merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Tarian ini menjadi alat bantu mencapai itu dengan membantu keluarga yang sedang mengalami musibah kematian dan berduka.

Sebab, sebuah keluarga yang ditinggalkan akan merasa bersalah jika arwah anggota tersebut terus gentayangan.

Maka dari itu, tari Musyoh kemudian menjadi salah satu tarian tradisional Papua yang dianggap memiliki nilai kesakralan.

Namun seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern, kepercayaan ini mulai memudar dan tak lagi hanya dipentaskan saat ada yang meninggal saja.

Kini, tari Musyoh akan dipertunjukkan untuk menyambut tamu kehormatan dengan memberikan doa kebaikan serta kebahagiaan kepada mereka.

Gerakan dan Pola Lantai Tari Musyoh

Gerakan dan Pola Lantai Tari Musyoh
theinsidemag.com

Gerakan tari Musyoh tergolong dalam gerakan tari yang enerjik dan lincah yang berpadu dalam gerakan dinamis serta ritmis mengikuti iringan musik.

Selain itu, karena bertujuan untuk mengusir arwah maka gerakan tersebut juga mesti diikuti dengan sorakan atau teriakan khas rakyat Papua.

Oleh sebab itu, orang-orang luar atau tamu harus dapat dengan mudah mengikuti gerakan serta teriakan para penari agar tujuan tarian ini dapat terwujud.

Tari Musyoh menggunakan pola lantai dasar yang membentuk sebuah lengkungan dan pola garis horizontal.

Dalam pola gerakannya, para penari mesti berfokus agar tidak bertabrakan satu sama lainnya.

Jika terjadi, maka tabrakan tersebut dinilai akan merusak kesakralan dari tarian pengusiran arwah ini.

Kostum Tari Musyoh

Kostum Tari Musyoh
akumaubelajar.com

Keunikan tari Musyoh dapat kita lihat pada kostum yang dikenakan oleh para penarinya. Kostum atau busana penari tari Musyoh ialah sebagai berikut:

  • Penutup kepala

Sebagai bentuk kesederhanaan rakyat Papua, penutup kepala dalam tarian Musyoh terbuat dari bahan alami berupa kulit pohon atau akar tumbuhan.

Untuk menambah keindahan, umumnya penutup kepala tersebut akan ditambahkan aksen berupa hiasan berumbai-rumbai yang menyerupai sebuah mahkota.

Bahan hiasan tersebut terbuat dari bulu-bulu burung Kasuari dan mesti berwarna putih.

  • Pakaian atasan

Untuk penari laki-laki, bagian atasan bisa berupa lapisan pakaian tipis atau bahkan tidak mengenakan pakaian sama sekali.

Sementara, para penari wanita akan mengenakan atasan berupa kotang dengan lapisan yang cukup tebal dan warna yang disesuaikan.

  • Pakaian bawahan

Kostum bawahan untuk penari laki-laki dulunya berupa dedaunan yang dibentuk dengan rumbai-rumbai.

Namun saat ini, para penari menggantinya dengan kain yang dibentuk dengan suwir-suwiran.

Sepasang kostum antara atasan dan bawahan oleh masyarakat Papua disebut sebagai koteka rok rumbai.

Properti Tari Musyoh

Properti Tari Musyoh
kompas.com

Tari Musyoh menggunakan properti-properti sebagai berikut:

  • Kalung dan gelang

Kedua properti tambahan ini terbuat dari bahan alami yang dibuat dengan cara yang sederhana.

Untuk kalung umumnya juga dihiasi dengan gigi anjing. Selain itu, gigi babi dijadikan aksesoris tambahan yang disematkan di lubang hidung.

  • Tombak dan tameng

Kedua properti ini merupakan simbol pengusiran arwah dalam tarian. Keduanya mesti ada dalam setiap penampilan agar mengesankan lebih menantang.

Tombak disimbolkan sebagai bentuk perlawanan terhadap roh-roh jahat sedangkan tameng sendiri sebagai bentuk perlindungan dari kejahatan mereka.

Musik Pengiring Tari Musyoh

Musik Pengiring Tari Musyoh
riverspace.org

Seperti tarian lainnya, tari Musyoh juga diiringi dengan musik yang semakin menambah kesan enerjik dalam gerakannya.

Dalam tarian ini ada dua elemen musik pengiring yang dihasilkan dari bunyi alat musik khas Papua yaitu tifa dan bunyi yang dihasilkan dari teriakan atau sorakan para penari.

  • Alat musik Tifa

Tifa merupakan alat musik Papua yang terbuat dari kulit kayu atau kulit rusan dan dimainkan dengan cara dipukul.

Hentakan dari alat musik inilah yang memberikan kesan gerakan lincah, ritmis, dan dinamis kepada para penari.

Jika dilihat dari asal daerahnya, tifa terdiri dari 3 macam yaitu: tifa dasar, tifa potong, dan tifa bas.

  • Teriakan penari

Elemen pengiring lainnya ialah sorakan atau teriakan dari para penari yang sangat khas ala Papua.

Teriakan penari ini seketika akan memecah keheningan, menggelegar, serta berkesan teatrikal.

Bagi masyarakat Papua sendiri, teriakan ini memiliki makna sebagai sumber kekuatan untuk mengeluarkan semua emosi yang ada di dalam jiwa manusia.

Perlu diketahui bahwa teriakan para penari tidak hanya jadi ekspresi sebuah keputusasaan, tidak adanya harapan, atau duka cita yang sangat mendalam saja.

Namun, teriakan tersebut juga merupakan sebuah simbol perlawanan terhadap segala bentuk intimidasi dari penjajahan serta melambangkan keperkasaan dan keberanian.


Demikian penjelasan tentang tari Musyoh yang merupakan tarian khas masyarakat Papua yang sakral.

Semoga bermanfaat dan semakin menambah pengetahuanmu tentang wawasan Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like