Mengenal Kekayaan Tari Papua, Warisan Budaya Leluhur

AdaHobi, Tari Papua – Mendengar kata Papua, yang terlintas pertama kali di benak adalah keindahan alamnya yang luas membentang dan masih alami. Selain itu ada beraneka ragam tari Papua dimana setiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing dari properti, gerakan sampai dengan kostumnya.

Ada 20 Jenis dari Tari Papua yang bisa kamu temui, diantara lain yaitu:

  1. Tari Afaitaneng
  2. Tari Aluyen
  3. Tari Aniri
  4. Tari Antoroni
  5. Tari Awaijale Rilejale
  6. Tari Aya Nende
  7. Tari Det Pok Mbui
  8. Tari Falabea
  9. Tari Fela Mandu
  10. Tari Gatzi
  11. Tari Kafuk
  12. Tari Magasa
  13. Tari Musyoh
  14. Tari Perang
  15. Tari Sajojo
  16. Tari Seka
  17. Tari Selamat Datang
  18. Tari Suanggi
  19. Tari Wutukala
  20. Tari Yospan

Bagi orang awam, pastinya tidak paham semua jenis tari yang berasal dari papua. Maka dari itu, simak ulasan selengkapnya yang ada di bawah ini:

1. Tari Afaitaneng

Tari Afaitaneng Papua
Tari Afaitaneng Papua

Afaitaneng berasal dari kata afai yang artinya adalah panah dan taneng bermakna milik. Tari tradisional papua ini adalah salah satu kesenian daerah turun temurun diwariskan dari generasi ke generasi. Berasal dari daerah Ambai, Pulau Yapen, Serui Bagian Selatan Kabupaten Yapen Waropen, Papua.

Tarian Afaitaneng biasanya dipertunjukkan semalaman suntuk mulai dari sore atau malam seusai berperang. Para penari melakukan semua gerakan dengan penuh semangat, sekaligus sebagai tanda kemenangan rombongan perang, kehebatan, serta kekuatan karena telah mengalahkan musuh.

2. Tari Aluyen

Tari Aluyen Papua
Tari Aluyen Papua

Selanjutnya ada Tari Aluyen, kesenian yang berasal dari Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Berbeda dengan Afaitaneng yang dipentaskan setelah kemenangan perang, Aluyen merupakan tari upacara adat papua saat akan membangun perkampungan, kebun, ataupun rumah baru .

Tarian papua ini dilakukan berpasangan pria dan wanita. Irama musik membuat semua orang rasanya ingin ikut menari. Para penari Aluyen akan berbaris memanjang ke belakang pemimpin, menggoyangkan pinggul mengikuti alunan musik. Setiap penari akan mengenakan perhiasan tangan gelang juga eme daun pandan.

3. Tari Aniri

Tari Aniri Papua
Tari Aniri Papua

Kesenian tari selanjutnya yang masih dari Papua adalah Tari Aniri. Tari yang biasanya dipentaskan saat akan melakukan sebuah ritual pembebasan seorang anak yang diganggu oleh setan.

Gerakannya lebih detail dan mengandung makna tersendiri. Wae ndi yaitu melindungi anak dari gangguan setan.

Gerakan selanjutnya adalah aniri ndi yakni memberikan makanan setan agar mau melepaskan anak.

Terakhir adalah wapa proses pembebasan anak dari belenggu setan. Tari Aniri berasal dari Kampung Koakwa, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat. Daerah kecil di sudut Papua.

4. Tari Antoroni

Tari Antoroni Papua
Tari Antoroni Papua

Melalui tarian Antoroni ini Anda bisa melihat keunikan budaya di masyarakat Papua. Ditarikan oleh sekelompok penari pria dan wanita memakai pakaian disebut kawui barika yakni cawat biru dan kuwai bua cawat putih. Sedangkan penari wanita biasanya mengenakan rok atau kain.

Alunan alat musik tikainotu atau tifa, tabura membuat suasana semakin meriah. Para penari Antoroni biasanya juga menggunakan perhiasan dari burung Cendrawasih, bulu buruk mambruk juga gelang dari kulit Bia. Tari Antoroni berasal dari daerah Yapen Waropen, Wandamen Propinsi Papua.

5. Tari Awaijale Rilejale

Tari Awaijale Rilejale Papua
Tari Awaijale Rilejale Papua

Papua juga punya Tari Awaijale Rilejale yang biasanya dipentaskan ketika ada upacara atau acara di daerah tersebut. Kesenian tari Awaijale Rilejale menggambarkan keelokan tanah alam danau sentani waktu senja, saat para warganya pulang dari bekerja menaiki sebuah perahu. Yang mana fungsi dari Tarian Awaijale Rilejale ini memang digunakan untuk hiburan.

Tari Awaijale Rilejale berasal dari Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Saat melakukan tarian tersebut maka mereka akan mengenakan pakaian adat Papua disebut dengan Pea Malo. Terbuat dari serat pohon Ganemo, kulit kayu juga daun sagu yang pastinya hanya ada di Papua.

6. Tari Aya Nende

Tari Aya Nende Papua
Tari Aya Nende Papua

Tari Aya Nende bisa dibilang sebagai salah satu kesenian paling tua di Indonesia, sebab kesenian ini memang sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Tari Aya Nende berasal dari Mimika bagian Timur, berbatasan langsung dengan Daerah Asmat, Merauke. Tujuan tarian ini adalah mengucap rasa syukur.

Tari Aya Nende dipentaskan untuk mengucapkan rasa syukur kepada arwah nenek moyang atas hasil buruan yang mereka dapatkan. Pakaian yang digunakan bernama Tumii, terbuat dari pucuk daun kelapa dan pohon sagu. Pestanya bahkan dilakukan semalaman suntuk, sampai fajar mulai menyingsing.

7. Tari Det Pok Mbui

Tari Det Pok Mbui Papua
Tari Det Pok Mbui Papua

Tari Det Pok Mbui merupakan tarian adat tradisional dari Papua yang dipentaskan dengan durasi terlama yakni sampai 4 jam di siang hari. Para penari juga akan menggunakan riasan wajah warna hitam arang juga putih kapur pada bagian wajah serta badannya, baik laki-laki maupun perempuan.

Fungsi dari Tari Det Pok Mbui yakni digunakan untuk hiburan melepas lelah setelah panen mencari sagu. Uniknya lagi ada adegan menaiki perahu pada tari papua yang satu ini. Selain siang hari waktu paling tepat untuk pementasan adalah sore hari. Bagi yang belum tahu Tari Det Pok Mbui berasal dari tiga kecamatan yakni Agats, Sauwa Ema juga Pirimapun.

8. Tari Falabea

Tari Falabea Papua
Tari Falabea Papua

Selanjutnya adalah kesenian tari tradisional Papua lainnya, yakni Falabea atau disebut juga dengan tari perang. Anda yang melihatnya pertama kali secara langsung pasti akan langsung terpaku dan takjub. Bagaimana semangatnya masyarakat setempat menarikannya di tanah lapang pada malam hari.

Seiring dengan perkembangannya Tari Falabea juga mengalami perkembangan. Para penari biasanya akan mengenakan busana tradisional daerah Papua, membawa panah di tangan mereka. Tak lupa motif cat khas Papua di seluruh badan. Anda masih bisa menemukannya di Suku Sentani, Jayapura.

9. Tari Fela Mandu

Tari Fela Mandu Papua
Tari Fela Mandu Papua

Tari Fela Mandu sendiri merupakan kesenian tari tradisional masyarakat Puyoh Besar, Puyoh Kecil, dan Abar di Sentani Tengah Papua. Dahulu para leluhur menarikan tari Fela Mandu untuk merayakan kemenangannya setelah pergi berperang melawan suku Sekori, Sewiron, dan lainnya.

Namun sekarang Tari Fela Mandu dipentaskan untuk tarian pergaulan yang sifatnya sebagai hiburan semata. Tarian ini juga sering digunakan saat penyambutan tamu kehormatan misalnya bapak Presiden ke Tanah Papua. Pementasannya diiringi dengan alat musik tifa dan juga wakhu.

10. Tari Gatzi

Tari Gatzi Papua
Tari Gatzi Papua

Budaya di Papua memang tidak ada habisnya. Kali ini ada Tari Gitzi sebagai salah satu budaya Merauke masyarakat Suku Marind. Mereka biasa menarikannya dengan diiringi alat musik tifa khas Papua. Tari Gitzi sering dilakukan saat ada acara-acara khusus seperti kelahiran anak, pesta adat atau penyambutan.

Pola yang digunakan adalah melingkar, semua orang bisa menarikan tari Gitzi. Dari dewasa bahkan sampai anak-anak semua bebas mengikuti rangkaian tarian. Karena pada dasarnya tarian ini memang digunakan untuk hiburan warga setempat. Wajah penari akan dirias agar mencerminkan marga mereka.

11. Tari Kafuk

Tari Kafuk Papua
Tari Kafuk Papua

Para penari menarikan gerakan enerjik, dengan hentakan kakinya yang mantap juga suara lantang mereka bersama-sama menarikan Tarian Kafuk. Tradisi ini dilakukan untuk menyambut para tamu, melambangkan mereka bersuka cita atas kedatangan tamu setanah air mereka tersebut.

Tari Kafuk sepertinya sudah sering Anda lihat di berbagai pertunjukan Televisi. Para penari membentuk formasi dua barisan kemudian tangan mengayun-ayun layaknya mengajak para tamu untuk ikut hanyut dalam kesenangan tersebut. Tarian ini mudah dijumpai di Papua bagian Barat.

12. Tari Magasa

Tari Magasa Papua
Tari Magasa Papua

Selanjutnya adalah tari Magasa dari Suku Arfak di Papua Barat. Dahulu para leluhur melakukan pertunjukan tarian ini untuk merayakan sesuatu misalnya kemenangan atau penyambutan terhadap tamu kehormatan yang datang ke wilayah mereka. Sampai sekarang tujuannya juga masih sama.

Tari Magasa biasa dibawakan secara massal oleh pria maupun wanita. Mereka akan membentuk barisan memanjang seperti ular. Sampai sekarang Tari Magasa masih dilestarikan dengan baik oleh Suku Arfak. Tari Magasa juga kaya akan nilai-nilai di dalamnya seperti keharmonisan dan kerukunan.

13. Tari Musyoh

Tari Musyoh Papua
Tari Musyoh Papua

Berbeda dengan Tari Magasa yang tujuannya adalah untuk penyambutan atau hiburan warga setempat ketika ada upacara besar. Tari Musyoh adalah suatu tarian sakral penenang arwah yang meninggal karena kecelakaan di Papua. Namun tak jarang ditemukan juga dalam acara penyambutan.

Tari Musyoh dipercaya memiliki energi spiritual dari setiap gerakannya yang dinamis. Namun jika digunakan untuk penyambutan tamu maka gerakannya akan dibuat berbeda. Biasanya lebih mudah agar dapat ditirukan oleh masyarakat di luar Papua dan tidak menimbulkan risiko tertentu.

14. Tari Perang

Tari Perang Papua
Tari Perang Papua

Tari Perang sendiri sebenarnya tidak hanya ada di Papua saja. Ada banyak wilayah memiliki nama serupa namun dengan bentuk gerakan, irama lagu dan perlengkapan busana serta riasan yang berbeda. Hanya saja dahulunya tujuan dari Tari Perang tetaplah sama, yakni untuk membakar semangat para prajurit.

Penari dari tari Perang biasanya dua orang atau lebih. Mereka menarikan semua gerakan dengan penuh semangat. Ada yang menggunakan tangan kosong, ada pula memakai senjata tradisional, tiap daerah pasti punya ciri khasnya masing-masing dalam memberikan persembahan Tari Perang ini.

15. Tari Sajojo

Tari Sajojo Papua
Tari Sajojo Papua

Tari Sajojo adalah salah satu kesenian tari papua yang sering dipentaskan saat ada acara adat atau penyambutan tamu penting di wilayah mereka. Tari Sajojo memiliki variasi gerakan khas dan juga energik. Sehingga mampu membuat suasana semakin hidup, para penonton juga terbawa semangat yang sama.

Karena tarian ini masuk ke dalam tari pergaulan atau untuk hiburan, maka siapapun bisa ikut menarikannya. Nama Sajojo diambil dari sebuah lagu daerah yang berjudul serupa. Menceritakan primadona desa yang sangat didambakan oleh para pemuda setempat.

16. Tari Seka

Tari Seka Papua
Tari Seka Papua

Papua juga punya Tari Seka, sebagai identitas kebudayaannya yang unik dan membedakan dengan provinsi lainnya. Tarian ini berasal dari adat masyarakat di bagian selatan Papua seperti Timika, Kaimana dan juga Fak-Fak. Tarian ini adalah wujud rasa syukur mereka kepada Tuhan sang pencipta.

Dulunya Tari Seka banyak dipentaskan oleh warga pesisir saat panen sedang melimpah. Namun tujuannya tetap sama, yakni sebagai rasa syukur kepada sang pencipta. Selain itu Tarian Seka juga ada di prosesi adat pernikahan masyarakat setempat. Sekarang tari tradisional papua ini juga digunakan untuk penyambutan .

17. Tari Selamat Datang

Tari Selamat Datang Papua
Tari Selamat Datang Papua

Dari namanya saja Anda pasti sudah tahu apa makna yang ada pada tari tradisional dari papua ini. Luapan kegembiraan dari warga Papua atas kedatangan para tamu kehormatan atau orang dari luar Papua. Para penari membawakan setiap gerakan dengan mimik muka dan gerak tubuh yang riang gembira.

Masyarakat setempat juga menamai Tari Selamat Datang dengan Nanini yang artinya adalah kemari. Bertujuan mengajak para tamu untuk bersama-sama membawakan tarian dengan penuh kegembiraan dan canda tawa. Tak heran jika tamu yang datang akan langsung merasa akrab dengan penduduk.

18. Tari Suanggi

Tari Suanggi Papua
Tari Suanggi Papua

Menurut kepercayaan suanggi merupakan roh jahat belum mendapatkan kenyamanan di alam baka. Oleh karenanya setiap gerakan, irama dari Tari Suanggi terkesan magis dan banyak ditampilkan untuk ritual maupun upacara adat. Tradisi ini berasal dari Papua Barat dan masih kental sampai sekarang.

Menurut sumber tradisi Tari Suanggi dulunya berasal dari kisah seorang suami ditinggal meninggal oleh istrinya karena ulah dari makhluk anggi-anggi atau jadi-jadian. Jika ada korban tetua akan langsung mencari pelakunya. Sebelum tarian dimulai biasanya akan ada ritual terlebih dahulu.

19. Tari Wutukala

Tari Wutukala Papua
Tari Wutukala Papua

Selanjutnya adalah Tari Wutukala yang berasal dari Papua Barat tepatnya di bagian Sorong. Suku Moy adalah penduduk asli yang sering menggunakan Tari Wutukala untuk berbagai acara adat. Biasanya tarian dilakukan secara bersamaan antara perempuan dan laki-laki.

Tari Wutukala biasanya dipentaskan di daerah pesisir pantai dengan menggunakan busana adat dari pohon sagu dan daun kelapa. Semua gerakannya yang dinamis seolah menceritakan tentang aktivitas para nelayan, juga sebagai rasa syukur kepada sang pencipta atas hasil alam yang mereka dapatkan.

20. Tari Yospan

Tari Yospan Papua
Tari Yospan Papua

Tari Yospan merupakan salah satu tarian persahabatan dari Papua. Tari tradisional papuai ini biasa dibawakan oleh para muda mudi untuk hiburan. Kata Yospan sendiri merupakan kepanjangan dari Yosim dan Pancar, dua tarian yang ada di Papua. Sampai saat ini masih banyak anak muda setempat yang melestarikannya.

Untuk gerakannya sendiri, Tari Yospan memang sangat lincah dan energik sehingga bisa membuat para penonton juga tertular kebahagiaan tersebut. Tak jarang tarian ini juga digunakan saat menyambut tamu penting atau orang dari luar Papua.

Ternyata tanah Papua sangat kaya dengan kebudayaan dan kesenian tari daerah. Dari informasi diatas, kita bisa memahami beragam tari tradisional papua yang dimiliki oleh Indonesia bagian paling timur. Kesenian tari papua tersebut memang patut dibanggakan dan harus dilestarikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like