Pengertian Teknik Mozaik, Proses Membuat dan Contohnya

AdaHobi, Teknik Mozaik adalah seni melukis dengan cara menempelkan bahan-bahan tertentu pada sebuah bidang datar.

Proses ini nantinya menghasilkan sebuah lukisan baru dengan kombinasi warna yang apik dan estetik.

Teknik mozaik termasuk teknik seni rupa 2 dimensi atau 3 dimensi yang bersifat dekoratif.

Proses pembuatannya cukup rumit, karena membutuhkan konsentrasi dan kesabaran tinggi untuk dapat menyelesaikannya.

Pada artikel kali ini, kita akan mengupas tuntas mengenai apa itu teknik mozaik mulai dari  pengertian teknik mozaik, jenis, cara membuat dan juga contohnya.

Pengertian Teknik Mozaik

Pengertian Teknik Mozaik
pinhome.id

Teknik mozaik yaitu teknik melukis dalam seni rupa yang dilakukan dengan cara menempelkan benda dalam satu frame dengan bantuan lem atau bahan perekat lainnya.

Benda-benda dengan ukuran kecil, baik yang berbentuk kepingan atau lembaran akan direkatkan dengan lem mengikuti pola yang diinginkan.

Nantinya proses penempelan ini akan menghasilkan gambar yang estetis dengan  kombinasi warna yang apik.

Pada seni mozaik, biasanya seniman akan menggunakan benda-benda dengan jenis dan ukuran yang sama.

Meskipun demikian, kamu juga dapat berkreasi dengan kombinasi warna yang berbeda. Tujuannya supaya kamu dapat menghasilkan kontur dengan warna yang kontras dan apik.

Artikel Terkait: Teknik Arsir : Pengertian, Fungsi Dan Cara Menggambar

Sejarah Teknik Mozaik

Sejarah Teknik Mozaik
ruparupa.com

Teknik mozaik pertama kali ditemukan di Mesopotamia oleh bangsa Somalia pada 3000 tahun sebelum Masehi.

Pada kala itu, mozaik dibuat menggunakan media tanah liat. Dimana lempengan tanah liat ini ditempelkan pada dinding sehingga membentuk pola tertentu.

Selain itu, teknik mozaik juga ditemukan di daerah Mesir. Pada era Mesir kuno, penduduk setempat biasa menghias dinding serta perabotan menggunakan permata dan bebatuan.

Demikian juga di Romawi dan Yunani, dimana batu alam, keramik, kaca dan tanah liat sering dijumpai untuk digunakan sebagai bahan menghias rumah.

Di era modern ini, seni mozaik juga masih banyak ditemukan. Bahkan diperjualbelikan dengan nilai yang cukup tinggi.

Fungsi Teknik Mozaik

Fungsi Teknik Mozaik
kumparan.com

Nama lain dari teknik mozaik adalah tesserae. Istilah tesserae merupakan mozaik yang dibuat dari susunan kaca yang berbentuk segiempat dengan kombinasi warna yang berbeda.

Selain terkenal dengan fungsinya yang sering digunakan untuk keperluan dekoratif.

Mozaik ternyata juga memiliki berbagai macam fungsi lainnya. Diantaranya adalah seperti berikut ini :

  • Mozaik memiliki fungsi estetis, karena salah satu fungsi utamanya memang digunakan untuk keperluan dekorasi ataupun hiasan.
  • Mozaik difungsikan sebagai penyaluran ide atau ekspresi, serta penyaluran kreativitas.
  • Mozaik juga dapat digunakan sebagai sarana edukatif. Pada anak-anak, karya mozaik sering digunakan sebagai media untuk melatih kemampuan motorik, emosi, imajinasi, serta keindahan.
  • Teknik dalam mozaik juga berperan penting dalam psikologis. Hal  ini karena membantu manusia untuk berekspresi dan meluapkan emosi melalui karya seni.
  • Fungsi sosial juga didapatkan dari mozaik. Karena selain sebagai perwujudan seni, karya mozaik juga dapat dijual sehingga meningkatkan pendapatan sekaligus menambah relasi.

Teknik Mozaik

Teknik Mozaik
teks.co.id

Untuk dapat menghasilkan karya-karya seni yang indah dari potongan-potongan benda yang ditempelkan secara harmonis.

Terlebih dahulu kamu perlu mengetahui teknik membuat mozaik.Kira-kira apa yang dimaksud dengan teknik mozaik serta bagaimana penerapannya? Simak selengkapnya berikut ini:

  • Teknik Menempel

Contoh teknik mozaik yang pertama adalah  dengan cara menempel. Teknik menempel dilakukan dengan cara menempelkan potongan-potongan benda pada bidang datar dengan bantuan lem.

Benda-benda yang akan digunakan untuk membuat mozaik terlebih dahulu akan dipotong sama besar.

Selanjutnya akan ditempelkan berdasarkan pola yang sudah dibuat sebelumnya menggunakan lem atau jenis perekat lainnya.

  • Teknik Menggenggam

Teknik mozaik yang kedua yaitu menggenggam. Metode yang satu ini biasanya diaplikasikan pada bahan berjenis kertas.

Dimana menggenggam dilakukan pada potongan kertas, kemudian menempelkannya pada gambar pola yang tersedia.

  • Teknik Pengecoran

Pembuatan teknik mozaik dengan metode pengecoran biasanya dilakukan jika yang digunakan adalah media-media keras. Misalnya menyusun mozaik menggunakan batu, keramik dan lain sebagainya.

Teknik pengecoran dilakukan dengan cara menuangkan semen pada potongan-potongan benda yang sudah tersusun di atas pola bidang. Tujuannya adalah untuk merekatkan mozaik dengan kuat.

  • Teknik Pengeleman

Pengeleman dilakukan pada pola gambar, selain itu juga diberikan juga pada potongan-potongan benda yang akan dibuat menjadi mozaik.

Ketika menggunakan metode pengeleman, pastikan kamu menggunakan jenis perekat yang kuat. Tujuannya supaya bahan tetap melekat pada gambar dan tidak gampang copot.

Artikel Terkait: Pengertian Teknik Ukir, Karakteristik, dan Cara Pembuatannya

Bahan untuk Membuat Karya Mozaik

mozaik batu

Pada penerapannya, teknik mozaik membutuhkan beberapa bahan pendukung. Selain lem dalam teknik mozaik diperlukan juga bahan-bahan yang nantinya akan disusun menjadi komponen utama lukisan.

Untuk membuat mozaik, sebenarnya tidak ada standar khusus terkait bahan-bahan yang digunakan.

Catatannya yakni asalkan bisa dibentuk dan dipotong dengan ukuran yang sama, maka bahan tersebut sudah dapat digunakan untuk membuat seni mozaik.

Untuk membuat seni tempel tersebut, berikut beberapa media yang sering digunakan :

  • Batu

Meskipun tergolong sebagai bahan alam yang keras, namun batu juga dapat digunakan untuk membuat mozaik.

Beberapa jenis batu yang sering digunakan untuk keperluan tersebut, antara lain  seperti: batu pualam, batu kerikil, batu ubin, batu alam dan lain sejenisnya

  • Biji

Berbagai macam biji-bijian yang terbuat dari buah-buahan, tumbuhan dan lain sebagainya juga dapat dimanfaatkan untuk membuat mozaik.

Asalkan memilih biji-bijian dengan ukuran yang sama, kemudian disusun dengan pola yang diinginkan, maka kamu sudah dapat membuat seni mozaik yang menarik.

  • Daun

Dedaunan memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Kamu juga dapat menggunakan benda tersebut sebagai media untuk membuat karya seni mozaik.

  • Kaca

Kaca tidak hanya memiliki tekstur yang mengkilap, tetapi juga dapat diberi warna yang berbeda-beda. Oleh karenanya, benda tersebut cocok untuk digunakan sebagai bahan untuk membuat mozaik.

  • Logam

Barang-barang berbahan logam juga dapat digunakan untuk membuat karya mozaik. Contohnya saja bahan logam yang sering digunakan untuk karya seni rupa. Bisa berbentuk  seng, kuningan, aluminium dan lain sebagainya.

  • Kulit

Kulit yang sering digunakan untuk membuat mozaik biasanya menggunakan kulit yang terbuat dari kulit buah, hewan atau bahkan tumbuhan tertentu. Selain itu, ada juga contoh mozaik yang memanfaatkan kulit telur sebagai material utamanya.

  • Keramik

Sama seperti kaca, keramik juga memiliki permukaan yang halus dan warna-warna yang menarik.

Benda tersebut juga dapat dibuat menjadi macam-macam kepingan sehingga sangat cocok untuk digunakan dalam seni mozaik.

Selain beberapa bahan yang disebutkan di atas, kamu juga dapat memanfaatkan berbagai material lainnya untuk membuat karya seni tersebut.

Contohnya seperti kertas, uang logam, kancing, mika, kerang dan lain sebagainya.

Cara Membuat Mozaik Lengkap dengan Langkahnya

Membuat Mozaik
sharingconten.com

Dalam seni mozaik, kita mungkin akan sering mendapati teknik mozaik 3 dimensi dan juga teknik mozaik 2 dimensi.

Hal ini tergantung pada bidang yang digunakan sebagai sarana untuk membuat karya seni tersebut. Apakah itu menggunakan bidang datar 2 dimensi ataukah bidang 3 dimensi.

Meskipun sekilas terlihat rumit, namun membuat mozaik cukup menantang terutama bagi kamu yang senang berkreasi.

Bagaimana teknik mozaik dalam melukis  dan langkah-langkahnya? Simak selengkapnya berikut ini :

  • Mempersiapkan Bahan yang Akan Digunakan

Sebelum memulai melukis mozaik, alangkah baiknya bahan-bahan yang nantinya akan digunakan dipersiapkan terlebih dahulu.

Bahan-bahan yang perlu disiapkan antara lain seperti, media yang akan ditempeli, kertas gambar, lem, pensil, benda yang akan ditempelkan dan lain sebagainya.

Untuk membuat mozaik, kamu dapat memilih salah satu bahan yang dapat digunakan. Misalnya menggunakan kertas, keramik, kulit kerang, kaca, biji-bijian dan lain sebagainya.

Untuk media yang akan ditempeli juga dapat dipilih sesuai keinginan. Misalnya bidang datar, atau benda-benda bervolume seperti pot, meja, ember dan sejenisnya.

  • Mencari Tema dan Membuat Pola Mozaik

Selanjutnya, tentukan terlebih dahulu tema yang akan digunakan.

Setelah menentukan tema yang akan dibuat, terlebih dahulu kamu juga perlu membuat pola gambar di atas kertas atau bidang lainnya.

Pola yang dapat digunakan untuk mozaik dapat merujuk pada bentuk-bentuk tertentu sesuai dengan keinginan.

Entah itu benda mati, makhluk hidup, potret manusia atau bahkan bentuk-bentuk abstrak sekalipun.

  • Mentransfer Benda Pada Alas

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan yaitu mentransfer benda yang akan ditempelkan pada alas.

Untuk teknik mozaik yang digunakan dapat dipilih sesuai kebutuhan. Apakah menggunakan metode langsung, tidak langsung atau bahkan keduanya

  • Menempelkan Mozaik

Untuk mentransfer bahan-bahan mozaik pada pola yang sudah disediakan, kamu juga dapat menggunakan metode penempelan yang dianggap paling tepat.

Metode yang digunakan untuk menempelkan bahan mozaik antara lain seperti teknik pengeleman, menempel, atau bahkan menggunakan teknik pengecoran dan lain sebagainya.

Beragam metode tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan juga bahan yang digunakan.

Jika membuat mozaik menggunakan media kertas, daun atau biji-bijian, maka menggunakan metode pengeleman atau menempel dapat menjadi pilihan.

Namun apabila material mozaik terbuat bahan-bahan keras seperti batu, keramik, ataupun logam, maka menempel menggunakan teknik pengecoran lebih direkomendasikan.

  • Pengeringan

Setelah penempelan, biarkan mozaik sementara waktu hingga mengering dan keras. Waktu yang dibutuhkan untuk pengeringan sangat bervariasi sesuai dengan bahan serta jumlah yang digunakan.

Setelah proses pengeringan, langkah selanjutnya adalah finishing. Nah proses finishing ini dilakukan dengan merapikan mozaik.

Misalnya merapikan bagian tepian, atau diberikan warna sesuai dengan tema supaya terlihat lebih rapi.


Demikian pembahasan tentang teknik mozaik dan contohnya. Selain bertujuan untuk menghasilkan karya yang estetis, mozaik juga berfungsi untuk meningkatkan kreativitas serta kepekaan terhadap seni.

Selain itu, karya seni rupa tersebut juga memiliki nilai jual yang tinggi. Sehingga memiliki nilai komersial yang cukup menguntungkan untuk dijadikan sebagai penghasilan tambahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like