Pointilis, Teknik Menggambar Menggunakan Pensil !

AdaHobi, Teknik Pointilis – Bagi anda yang mempunyai hobi menggambar atau melukis tentunya tidak hanya sekedar menggambar. Namun, juga dibutuhkan kreativitas, ide, dan juga teknik untuk menghasilkan sebuah gambar atau lukisan yang bagus. Nah kali ini Kami ingin menulis artikel tentang cara menggambar atau melukis dengan teknik yang unik dan menghasilkan gambar yang sangat menarik.

Teknik yang satu ini hanya menggunakan susunan titik-titik kecil untuk membentuk sebuah gambar. Selain itu, teknik ini juga membutuhkan kemampuan mata dan pikiran untuk menyatukan titik-titik menjadi sebuah tekstur atau kombinasi warna yang nyata. Dan teknik ini disebut Teknik Pointilis.

Nah, tentunya Anda ingin tahu lebih detailnya. Apa itu pointilisme? Bagaimana sejarah, teknik pointillism, cara menggambar, karakter dan fitur dan contoh. Langsung saja kita simak ulasannya di artikel ini.

Pengertian Teknik Pointilis

Pengertian Teknik Pointilis
Pengertian Teknik Pointilis

Pointillis adalah teknik menggunakan titik-titik kecil dari ratusan titik hingga ribuan titik kecil yang digambar di atas kertas atau permukaan untuk membentuk sebuah gambar. Sebuah teknik menggambar yang menitikberatkan pada kemampuan mata dan pikiran untuk menyusun semua titik-titik kecil menjadi sebuah warna untuk membentuk sebuah gambar.

Teknik pointillism adalah kebalikan dari teknik menggambar tradisional, yaitu mencampur palet warna terlebih dahulu dan kemudian menerapkannya ke permukaan kanvas. Secara lebih rinci, perbedaan antara teknik pointillis dan teknik “dotted art” adalah:

  1. Istilah pointillis banyak digunakan oleh sejarawan, penikmat, dan juga kolektor seni.
  2. Teknik “dotted art” adalah istilah awam yang digunakan oleh seniman non-profesional.

Selain perbedaan di atas, tidak ada perbedaan lain yang ditemukan pada teknik pointillis dengan teknik dotted art. Meskipun hanya menggunakan titik-titik kecil sebagai dasar menggambar, teknik ini bukanlah teknik yang mudah untuk dikuasai.

Teknik pointillis ini tidak banyak digunakan oleh seniman. Karena seniman masa kini lebih memilih teknik menggambar dengan menggunakan warna yang sudah ada di palet yang tersedia. Teknik pointillis ini telah diterima secara luas oleh masyarakat, tidak seperti dulu yang berkonotasi negatif.

Sekarang teknik ini telah digunakan dalam banyak teknologi fotografi dan juga pada layar LCD. Pada layar LCD, warna-warna tersebut tidak lah digabungkan secara langsung, melainkan  dengan menggabungkan tiga titik warna yaitu adalah merah, hijau, dan juga biru atau RGB dengan komposisi masing-masing sehingga nantinya akan menghasilkan warna baru lagi.

Sejarah Teknik Pointilis

Sejarah Teknik Pointilis
Sejarah Teknik Pointilis

Teknik pointillis juga dikenal sebagai teknik pointillism. Teknik melukis dengan menggunakan titik telah berkembang sejak pada tahun 1880-an, Titik-titik ini merupakan warna dasar untuk membentuk sebuah gambar. Seurat adalah salah satu pelopor pointillisme. Paul Signac adalah pembalap lain.

Seniman terkenal lainnya yang telah menggunakan teknik serupa termasuk Vincent van Gogh, Henri Edmond Cross, John Roy dan Henri Delavallee. Istilah pointillism pertama kali digunakan untuk menggambarkan sebuah karya seni seniman Prancis, Georges Seurat dan Paul Signac dalam mengekspresikan lukisan impresionis pada waktu itu.

Pointillis pertama disebut divisionisme. Pointillis ini adalah nama yang diberikan kemudian dimaksudkan untuk mengejek gaya. Saat ini, pointillis diterima secara luas dan tidak lagi memiliki konotasi negatif.

Beberapa orang masih menerapkan istilah “divisionisme” untuk lukisan yang mirip dengan pointillis. Melaikan adalah label yang lebih akurat yang digunakan untuk menekan penggunaan teknis teori warna.

Sementara Pontillisme berlaku melihat titik-titik kecil untuk menciptakan bentuk dan struktur, divisionisme menciptakan kesan yang unik dengan menyandingkan titik-titik warna yang berbeda sesuai dengan prinsip warna.

Pointillis, yang berasal dari kata “Peinture au Point” yang berarti melukis dengan titik-titik, adalah ungkapan kritikus seniman Prancis Felix Feneon ketika mengulas seni Georges Seurat. Sebelum istilah pointillisme umum digunakan, Georges Seurat telah menggunakan istilah “divisionalisme” atau “chromoluminarisme”.

Saat itu, Georges Seurat mulai melukis dari titik-titik kecil hingga membentuk warna-warna murni. Kemudian ia menyusun titik-titik tersebut menjadi sebuah bentuk, hingga akhirnya jika dilihat dari kejauhan terlihat seperti sebuah gambar.

Georges Seurat memiliki beberapa lukisan pointillic yang terkenal dari tahun 1884-1886, termasuk “Un Dimanche a la Grande Jatte” (Minggu sore di Pulau La Grande Jatte) merupakan lukisan agung yang diyakini oleh para kritikus seni rupa dapat mengubah arah seni rupa modern menuju lukisan baru, yaitu Neo-Impresionisme.

Jenis-Jenis Teknik Pointilis

Adapung jenis teknik pointillis dapat dibagi menjadi 2 yaitu pointilis hitam putih dan modern, untuk lebih jelasnya kamu bisa simak penjelasannya di bawah ini.

1. Pointillis Hitam Putih

Teknik pointillis hitam putih yaitu adalah menggunakan hitam putih untuk membuat lukisan dengan mengatur titik-titik kecil ini untuk menghasilkan lukisan atau gambar yang dinamis, dan teknik ini disebut stippling.

2. Pointilis modern

Pointillis modern banyak digunakan dalam gambar majalah dan surat kabar. Penggunaan metode pointillis dalam teknologi seperti TV atau LCD yang menampilkan layar atau gambar dari susunan atau kepadatan titik merah, hijau, dan biru atau biasanya disebut dengan RGB kecil pada intensitas yang berbeda.

Baca juga : Teknik Arsir : Pengertian, Fungsi Dan Cara Menggambar

Karakteristik Pointillisme

Adapun karakter dari teknik pointilis dalam sebuah lukisan adalah sebagai berikut:

  • Lukisan pointillism umumnya menggunakan cat minyak.
  • Lukisan menggunakan teknik pointillism berbagi rasa kehadiran gaya baru.
  • Melukis dengan metode pointillism mampu memanipulasi ketidakpekaan orang yang menikmatinya.
  • Hasil lukisan dengan metode pointillism hanya mengacu pada satu pola yaitu hitam putih.
  • Jika Anda perhatikan lebih dekat, Anda akan melihat pola cerah yang terdiri dari titik-titik kecil yang memiliki warna hijau, biru, dan kuning.
  • Pada lukisan yang menggunakan metode pointillism, Anda bisa melihat paronama warna alam yang merupakan kombinasi dari berbagai warna motif cerah.
  • Seniman pointillist mencampur titik-titik pola utama dan menciptakan ilusi jika mereka menggunakan banyak warna.

Poin penting dalam lukisan pointillis adalah gambar yang dihasilkan, karena subjek atau materi tidak terlalu diperhatikan. Umumnya lukisan pointilis menggunakan cat minyak. Ada juga karya yang tidak menggunakan cat minyak tapi jarang.

Teknik pointillis menghasilkan gambar atau lukisan yang dapat memanipulasi ketidakpekaan mata bagi orang yang melihatnya secara detail bahwa terdapat kumpulan titik-titik kecil dari gambar tersebut. Itulah mengapa memberikan kesan bidan atau warna baru dari penggunaan teknik pointillis ini.

Ciri-ciri Lukisan Pointillis

lukisan teknik Pointilis
lukisan teknik Pointilis

Adapun ciri-ciri dari lukisan pointilis dapat kamu simak sebagai berikut:

  • Teknik pointillis memiliki warna dari kombinasi berbagai warna cerah.
  • Gambar akan menunjukkan titik-titik kecil berwarna kuning, hijau, dan biru. Jika Anda melihat dari dekat.
  • Pointillis menggunakan titik-titik kecil sebagai warna primer yang kemudian diubah menjadi kombinasi warna yang akan menciptakan ilusi sebuah gambar.
  • Titik-titik kecil adalah warna primer yang dapat dibuat warna yang lebih cerah daripada melukis langsung di palet menggunakan pencampuran warna.

Alat dan bahan dalam Teknik Pointilis

Adapun beberapa bahan dan alat yang akan Anda butuhkan saat akan mulai melukis adalah sebagai berikut.

  1. Alat

Alat yang digunakan dalam kegiatan melukis antara lain kuas, palet, penggaris, penghapus, pensil, dan rautan.

  1. Bahan

Sedangkan bahan yang dibutuhkan ketika ingin belajar melukis adalah cat atau tinta. Cat atau tinta yang sering digunakan untuk melukis antara lain: cat air, cat minyak, cat poster, cat tekstil, cat akrilik, dan tangki tinta. Selain menggunakan cat atau tinta, Anda juga bisa menggunakan pewarna yang ada di sekitar Anda seperti pensil warna ataupun krayon.

  1. Media Lukisan

Media untuk melukis yang biasa digunakan adalah kertas, kanvas, dinding, pintu atau lainnya tergantung keinginan si pelukis.

Cara Menggambar dengan Teknik Pointilis

Lakukan dengan baik dan benar untuk menghasilkan sebuah karya yang indah dan menarik. Lalu apa saja yang perlu disiapkan. Berikut yaitu beberapa langkah dalam membuat gambar menggunakan teknik pointilis.

  1. Siapkan Alat dan Bahan

Siapkanlah alat dan bahan seperti yang ada diatas

  1. Tentukan Tema atau Gambar

Setelah alat dan bahan siap, langkah selanjutnya adalah menentukan gambar atau objek. Untuk pemula, saya sarankan mencari objek atau gambar yang mudah dan sederhana, agar nantinya tidak terlalu sulit untuk digambar. Misalnya seperti melon atau semangka.

  1. Buat Sketsa atau Gambar Tipis
  • Buat sketsa ringan atau gambar menggunakan pensil.
  • Kemudian buatlah titik-titik kecil di tepinya sebagai garis referensi.
  • Gambarlah titik-titik kecil menjadi banyak.
  • Semakin banyak titik-titik kecil yang berdekatan, semakin gelap mereka akan muncul dan sebaliknya, semakin jauh titik-titik itu, semakin terang mereka akan muncul.
  1. Buat Titik di sekitar Sorotan
  • Gunakan pensil untuk membuat titik-titik di sekitar sorotan.
  • Buatlah beberapa jarak antara titik lain dengan titik lainnya.
  • Hindari poin.
  • Pastikan titik-tirik tersebut akan menjadi sebuah gambar.
  1. Buat Efek Bayangan

Untuk membuat sebuah karya atau gambar yang realistis nantinya, tentunya gambar tersebut terlihat seperti memiliki bayangan. Nah, untuk membuat bayangan kita bisa menggunakan pensil dengan isian yang tebal atau besar untuk memudahkan kita menyusun titik-titik kecil yang nantinya akan terlihat seperti bayangan.

Baca juga : Pengertian Teknik Plakat Lengkap dengan Contohnya

Cara Melukis Teknik Pointilis

Jenis kuas yang digunakan pada umumnya adalah kuas berbentuk bulat yang pendek dan tidak terlalu tebal. Kuas bulat adalah sikat standar dan memiliki bentuk bulat dan ujung runcing. Biasanya ada beberapa produsen yang membuat kuas khusus untuk melukis menggunakan teknik pointillis ini.

Tata cara membuat lukisan adalah langkah-langkah yang harus dilakukan dalam membuat lukisan. Tata cara pembuatan lukisan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu teknik basah dan teknik kering.

A. Teknik Basah

Berikut adalah langkah-langkah dalam melukis menggunakan teknik basah.

  1. Siapkan bahan dan alat yang dibutuhkan untuk melukis, seperti kertas gambar, cat, air dan placeholder, kuas cat air, palet cat air, dan lap.
  2. Pastikan objek yang akan Anda lukis sudah ada di pikiran atau (imajinasi) Anda ataupun di depan mata Anda berupa model sehingga jelas apa yang akan Anda dilukis.
  3. Buat sketsa objek lukisan dengan sapuan kuas tipis di ujungnya. Tujuannya, jika ada ketidaktepatan, bisa segera diperbaiki.
  4. Area kertas yang akan diwarnai, basahi dengan air secukupnya menggunakan kuas cat air.
  5. Oleskan cat air yang sudah disiapkan pada area kertas yang telah dibasahi dengan kuas cat air. Arah sapuan kuas adalah dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah dengan menyesuaikan area berwarna. Cobalah untuk tidak menyikat sikat ke arah yang tidak berulang. Hal ini bisa mengakibatkan kerusakan pada intensitas warna dan juga kertas bisa robek. Dengan kata lain, sapukan warna hanya sekali.
  6. Akhiri kegiatan melukis dengan memberi warna pada bagian-bagian tertentu. Ini bisa membuat lukisan lebih ekspresif.

B. Teknik Kering

Adapun langkah-langkah dalam melukis menggunakan teknik kering adalah sebagai berikut:

  1. Siapkan bahan dan alat, seperti cat minyak, minyak lukis, minyak cuci kuas, kanvas, kuas cat minyak, palet, eisel, dan lap.
  2. Pastikan Anda memiliki ide untuk melukis atau membuat model di depan Anda. Contohnya adalah manusia, hewan, tumbuhan, pemandangan alam, buah-buahan, bunga, dan vas bunga.
  3. Buat sketsa objek lukisan dengan pensil atau cat minyak di atas kanvas.
  4. Cat area pengecatan secara merata dengan cat minyak yang sudah disiapkan. Pastikan semua bidang diwarnai sesuai dengan rencana atau kenyataan.
  5. Pemberian sentuhan warna pada bagian tertentu merupakan akhir dari kegiatan melukis agar lukisan menjadi lebih ekspresif.

Contoh Gambar Pointilis

Berikut beberapa contoh gambar yang menggunakan teknik pointillism seperti gambar binatang, gambar kartun, gambar objek, gambar rumah, dan gambar lainnya.

  1. Gambar Serigala Hewan Pointilis
contoh gambar hewan pointilis
contoh gambar hewan pointilis

Gambar dengan hasil yang bagus dan menarik tentunya membutuhkan ketajaman dan akurasi mata yang tinggi. Menggambar dengan teknik pointillis memang membutuhkan banyak kesabaran karena untuk menempatkan titik-titik kecil harus tepat untuk hasil yang maksimal. Ambil contoh serigala pointilis ini.

  1. Gambar Pointilis Hewan Hiu
contoh gambar pointilis hiu
contoh gambar pointilis hiu

Menggambar hiu dengan teknik pointilis. Cara menggambarnya sama seperti gambar lain yang menggunakan teknik Pontilis yaitu membuat sketsa atau gambar tipis terlebih dahulu, setelah itu tempatkan kerapatan titik-titik kecil pada gambar kemudian sesuaikan titik-titik tersebut agar terlihat seperti gambar hiu ini.


Demikianlah ulasan tentang penjelasan tentang teknik pointilis semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like