Tembang Pucung: Pengertian, Watak, Aturan, Fungsi dan Contoh

Adahobi, Tembang Pucung – Di kesenian Jawa, pastinya tidaklah asing dengan tembang. Ada berbagai macam tembang jawa yang sarat akan makna, tidak terkecuali dengan tembang pucung. Tembang pucung sendiri tergolong ke dalam tembang macapat.

Nah, pada artikel kali ini kita akan membahas bersama-sama mengenai tembang pucung, lengkap dengan pengertiannya, filosofinya, sejarah, watak, aturan, kegunaan, dan kumpulan contoh tembang macapat pucung.

Lantas bagaimana penjelasan lengkapnya? Yuk kita scroll ke bawah dan kita simak selengkapnya pada artikel di bawah ini.

Pengertian Tembang Pucung

Pengertian Tembang Pucung
lenteramata.com

Tembang Pucung merupakan salah satu jenis tembang macapat. Tembang macapat sendiri secara etimologi dapat diartikan sebagai membaca empat-empat. Tembang Pucung berasal dari kata pocong atau orang yang mengenakan kain kafan sebelum dikuburkan.

Salah satu tujuan dari tembang pucung ini bermaksud agar kita selalu mengingat tentang kematian dan menyadari bahwa apa yang ada di dunia tidak abadi. Ada masanya bahwa semua yang bernyawa akan merasakan kematian.

Makna lainnya dari tembang pucung diartikan sebagai woh-wohan. Apabila diartikan ke dalam bahasa Indonesia, yakni berarti buah-buahan yang memberikan kesegaran dan kesejukan.

Pada Serat Purwaukara, kuncung diartikan sebagai kuncup dedaunan atau kudhuping gegodhongan yang masih segar.

Sementara dalam bahasa Jawa,  kata “cung” juga ditujukan kepada segala hal yang bersifat lelucon dan juga digunakan sebagai panggilan khusus kepada anak-anak.

Kumpulan Contoh Tembang Pucung beserta Maknanya

Contoh Tembang Pucung
Pixabay.com

Tembang Pucung merupakan tembang Jawa yang memiliki beberapa watak. Setiap wataknya dapat ditulis berbagai contoh tembang. Adapun beberapa contoh tembang pucung beserta maknanya dapat diamati pada penjelasan berikut ini.

1. Tembang Pucung Tema Pendidikan

tembang pucung tema pendidikan
bagi-in.com

Adapun contoh tembang Pucung dengan tema atau watak pendidikan dapat ditunjukkan sebagai berikut:

Contoh 1

Sapa iku, seng ora seneng ngudi ilmu

Uripe bakal rekasa

Senenge kapati-pati

Ora sugih ananging ora rumangsa

Artinya:

Barangsiapa yang tidak suka menuntut ilmu

Hidupnya akan sengsara

Kebahagiaannya akan hilang

Meskipun kaya tapi tidak bisa merasakan

Contoh 2

Ngelmu niku kelakone kanthi laku

Lekasse lawan kas

Tegese kas nyantosani

Setya budaya pangekese dur angkara

Artinya:

Berilmu itu sampai perbuatan

Dimulai dari niat

Niat yang bisa menguatkan

Ketulusan budi pekerti dapat menaklukkan kejahatan

Contoh 3

Dadi bocah kudu sregep sinau

Ben ora dadi sengsara

Sinaune ditenani

Yen wis sukses aja lali marang wong tuwa

Artinya:

Jadilah anak yang suka belajar

Agar kelak hidupnya tidak sengsara

Belajarnya yang sungguh-sungguh

Ketika sudah sukses ingatlah kepada orang tua

2. Contoh Tembang Pucung Teka-Teki

contoh tembang pucung teka teki
hipwee.com

Adapun contoh tembang Pucung dengan tema atau watak teka-teki dapat ditunjukkan sebagai berikut:

Contoh 1

Bapak Pucung, amung sirah lawan gembung

Podo ing kunjara

Mati sajroning ngaurip

Mijil baka, si pucung dadi dahana

Jawaban contoh 1 teka-teki tembang macapat pucung di atas adalah “batang korek api”

Contoh 2

Bapak Pucung, renteng-renteng kaya kalung

Dowo koyo ulo

Lungguhanmu wesi miring

Sing disobo

Si pucung turut kutha lan deso

Jawaban contoh 2 teka-teki tembang macapat pucung di atas adalah “kereta api”

Contoh 3

Bapak Pucung bisa nggereng bisa mbengung

Ngambah jumantara

Kaya manuk rajawali

Riwa-riwi nggawa barang lan manungsa

Jawaban contoh 3 teka-teki tembang macapat pucung di atas adalah “pesawat”

3. Tata Krama

contoh tembang pucung
dakwatuna.com

Tembang pucung juga dapat dibuat dengan tema atau watak tata krama. Berikut adalah contoh tembang macapat pucung dengan tema tata krama:

Contoh 1

Urip kuwi kudu madep mantep lan mituhu

Ojo podo sembrono

Nyembaho marang Kuasa

Kita sedoyo mung ngunduh woh pakarti

Artinya:

Hidup harus teguh dan lurus

Jangan bertindak gegabah atau ceroboh

Selalu menyembah Yang Maha Kuasa

Manusia itu sebenarnya hanya memanen semua hasil perbuatannya

Contoh 2

Beda lamun kang wus sengsem reh ngasamun

Semune ngaksama

Sasamane bangsa sisip

Sarwa sareh saking mardi martatama

Artinya:

Tapi berbeda dengan yang suka menyepi

Terlihat sifatnya yang pemaaf

Antar sesama manusia yang penuh kesalahan

Selalu sabar dengan mengutamakan sikap rendah hati

Contoh 3

Angkara agung neng angga anggung gumulung

Gegolonganira

Triloka lekeri kongsi

Yen den umbar dadi rubeda

Artinya:

Kejahatan besar di dalam tubuh kuat menggelora

Menyatu dengan diri sendiri

Menjangkau sampai tiga dunia

Jika dibiarkan akan menyebabkan bencana yang membahayakan

4. Katresnan

contoh tembang pucung dan artinya
ngertiaja.com

Tembang pucung juga dapat dibuat dengan tema atau watak katresnan (rasa cinta). Berikut adalah contoh tembang macapat pucung dengan tema katresnan:

Contoh 1

Mesemmu endah nentremake atiku

Ndadekake trenamu

Tresna ing sajroning ati

Senajan dicidrani akau tetep tresna

Artinya:

Senyummu indah menenangkan hatiku

Menciptakan rasaku

Rasa cinta di dalam hati

Meskipun akan terluka aku akan tetap mencinta

Contoh 2

Sliramu yen disawang senajan ayu

Ayu miturut dunya

Kanthi kaya ayune widodari

Mung biso tak sawang lan tak simpen jroning dada

Artinya:

Dirimu jika dipandang sangat cantik

Cantiknya seluruh dunia

Sampai-sampai secantik bidadari surga

Yang hanya aku lihat dan aku cinta di dalam dada

Contoh 3

Selira lan pituturmu senajan ayu

Nyebarake bungah

Lan njogo rendah ing ati

Nyiptakake atiku panggah tresna

Artinya:

Dirimu dan perkataanmu baik

Menyebarkan bahagia

Dan menjaga tetap rendah hati

Menyebabkan hatiku selalu cinta

5. Kekancan

lirik tembang pucung
thumb.viva.co.id

Tembang pucung juga dapat dibuat dengan tema atau watak kekancan (pertemanan). Berikut adalah contoh tembang macapat pucung dengan tema kekancan:

Contoh 1

Nalika kekancan kudu guyub lan rukun

Ora kena kerengan

Ora kena pilih-pilihan

Sesareng ngadohke saka bebebayan

Artinya:

Jika berteman jagalah tetap rukun

Jangan bertengkar

Jangan suka pilih-pilih

Bersama saling menjauhkan dari segala keburukan

Contoh 2

Nalika kekancan kudu sareng tinulung

Seneng sesarengan

Nulung yen liane sedih

Urip bakal sentosa yen tinulung marang liyan

Artinya:

Jika berteman harus saling tolong menolong

Bahagia bersama-sama

Menolong ketika yang lainnya bersedih

Hidup akan sejahtera ketika saling menolong satu sama lainnya

Contoh 3

Sapa iku sing duwe kanca luhur

Luhure dijaga

Bakal kang nyekti

Saka dunya kanthi sasi suwarga

Artinya:

Barang siapa berteman dengan orang baik

Kebaikannya dijaga

Kelak akan abadi

Sejak dari dunia sampai nanti di surga

Baca juga artikel terkait: 

  1. Tembang Gambuh
  2. Tembang Sinom
  3. Tembang Pangkur
  4. Tembang Megatruh

Filosofi Tembang Pucung

Setiap tembang yang diciptakan masyarakat jawa memiliki nilai filosofis tersendiri. Nilai-nilai ini didasarkan pada nilai kehidupan manusia agar tetap menjaga kebaikan dan keluhuran diri.

Hal tersebut juga terjadi pada jenis tembang macapat pucung ini yang menggambarkan nilai tentang perjalanan kehidupan manusia di dunia. Filosofi yang terkandung di dalam tembang jenis ini yakni sebuah ritual saat melepas kepergian seseorang untuk selama-lamanya agar tidak menyia-nyiakan kehidupannya.

Sejarah Tembang Pucung

Diceritakan dalam sejarah masyarakat Jawa, tembang adalah ajaran dari para leluhur nenek moyang untuk mengajak orang lain menuju ke jalan yang benar. 

Ajakan ini bersifat misteri sehingga memunculkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat Jawa. Kemudian, masyarakat Jawa akan dibuat penasaran untuk mencari tahu ajaran apa yang sebenarnya dianggap benar.

Oleh karena itu, ada berbagai macam tembang untuk meminimalisir rasa penasaran tersebut dan untuk meningkatkan minat masyarakat Jawa dengan terus mengajak ke arah kebaikan lewat tembang.

Watak Tembang Pucung

Tembang Pucung tergolong tembang Macapat yang banyak dan beragam. Setiap jenis tembang macapat memiliki wataknya masing-masing, tidak terkecuali tembang Pucung. Adapun watak tembang pucung diantaranya adalah:

  1. Kesedihan
  2. Kedukaan
  3. Lucu
  4. Teka-teki
  5. Tegas
  6. Humoris
  7. Nasihat
  8. Kebahagiaan

Aturan Tembang Pucung

Setiap tembang Jawa memiliki ketentuan masing-masing dan tidak boleh dibuat sembarangan, hal ini juga terjadi pada tembang Jawa Pucung. Untuk itu berikut adalah aturan pada tembang Pucung:

1. Guru Gatra

Guru gatra merupakan ketentuan baris atau larik pada tembang. Nah, pada tembang Pucung terdiri dari guru gatra 4 baris, yakni dengan kata lain tembang pucung ini memiliki 4 baris kalimat.

2. Guru Lagu

Guru lagu dapat diartikan sebagai akhir vokal pada setiap baris tembang. Untuk tembang Pucung sendiri memiliki guru lagu u, a, i, a. Dengan kata lain bahwa:

  1. Baris pertama tembang pucung diakhiri dengan huruf vokal “u”.
  2. Baris kedua tembang pucung diakhiri dengan huruf vokal “a”.
  3. Baris ketiga tembang pucung diakhiri dengan huruf vokal “i”.
  4. Baris keempat tembang pucung diakhiri dengan huruf vokal “a”.

3. Guru Wilangan

Guru wilangan berarti jumlah suku kata yang terdapat pada setiap baris tembang. Guru wilangan tembang pucung yakni 12, 6, 8, 12. Dengan kata lain bahwa:

  1. Guru wilangan baris pertama berjumlah 12 suku kata.
  2. Guru wilangan baris kedua berjumlah 6 suku kata.
  3. Guru wilangan baris ketiga berjumlah 8 suku kata.
  4. Guru wilangan baris keempat berjumlah 12 suku kata.

Fungsi Tembang Pucung

Setiap tembang dibuat dengan maksud dan tujuan tertentu. Seperti halnya pada tembang Pucung yang memiliki tujuan yang hendak disampaikan penciptanya kepada siapa saja. Adapun tujuan dan fungsi tembang Pucung diantaranya adalah:

  1. Sebagai media hiburan
  2. Sebagai media untuk memberi nasihat kepada orang lain
  3. Sebagai sarana pendidikan
  4. Sebagai pengingat akan kematian
  5. Sebagai kesenian tradisional Jawa
  6. Sebagai pengiring pementasan seni
  7. Sebagai media menceritakan kehidupan sosial

Penutup

Demikian penjelasan lengkap mengenai tembang pucung, mulai dari pengertian, filosofi, sejarah, watak, aturan, kegunaan, sampai contoh-contoh tembang beserta maknanya.

Bagaimana? Asyik bukan bisa belajar sambil berdendang tembang-tembang. Kira-kira ada tembang apalagi ya? Yuk kunjungi halaman lainnya dan temukan tembang-tembang khas Jawa yang sarat akan makna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like