Tari Campak, Ekspresi Keceriaan Bujang Bangka Belitung

AdaHobi, Tari Campak merupakan tarian khas Suku Sawang yang berasal dari daerah Bangka Belitung, Provinsi Sumatera Selatan. Kesenian tari tradisional ini bertema keceriaan bujang serta dayang di Kepulauan Bangka Belitung.

Pada awal terbentuknya, tarian ini ditampilkan pada waktu-waktu tertentu yaitu ketika datangnya musim panen padi serta sepulang dari kebun. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kebahagiaan dan wujud syukur kepada Allah SWT dengan turut serta ikut membahagiakan orang-orang sekitar.

Seiring berjalannya waktu karena mampu menarik perhatian masyarakat, tari campak berkembang dan mengalami perluasan fungsi. Namun semua itu tidak terlepas dari sejarah, makna, keunikan, gerakan, busana serta musik yang mengiringi tarian ini.

Maka dari itu simak dan baca sampai habis artikel AdaHobi mengenai tari campak berikut ini.   

Sejarah Tari Campak

Sejarah Tari Campak

Sejarah merupakan unsur utama dari adanya sebuah peninggalan budaya leluhur bangsa. Dengan mengetahui sejarah tarian kita akan mengetahui apa makna yang tersirat maupun tersurat pada suatu tarian.

  • Asal Usul Tari Campak Berasal

Menurut sejarah, asal usul tari campak berasal dari daerah Bangka Belitung Provinsi Sumatera Selatan. Namun pada abad 18, yang memperkenalkan tarian ini merupakan seseorang yang berasal dari Riau bernama Nek Campak.

Bangka Belitung merupakan salah satu provinsi yang terdiri dari dua pulau, yakni pulau Bangka dan pulau Belitung. Pada tahun 2000 sebenarnya kepulauan Bangka Belitung baru terbentuk karena sebelumnya masuk ke wilayah Provinsi Sumatera Selatan.

Pulau Bangka posisinya berada di salah satu pulau utama di antara pulau besar yaitu Belitung. Di sekitar sana terdapat 948 pulau kecil yang mengelilingi.

Mayoritas masyarakat di kepulauan Bangka Belitung merupakan suku Melayu yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan.  

Namun menurut sejarah tarian ini sudah ada sejak kisaran tahun 1512 sampai 1575 seiring dengan kedatangan Portugis ke Indonesia.

  • Dampak Tari Campak Ketika Portugis Menjajah

Ketika Portugis berusaha menjajah Indonesia, ada beberapa perubahan yang dialami tarian ini. Perubahan itu akibat dari adanya dua budaya yang bercampur antara Indonesia dan Portugis.

Sehingga gerakan, musik yang digunakan dan busana yang dikenakan ketika menarikan tarian ini mendapat dampak perubahan paling menonjol. Walau ada beberapa perubahan pada bagian-bagian itu, namun pada bagian musik pengiring masih melekat gaya melayu dengan iringan gong dan gendang serta pantun melayu. 

  • Filosofi dan Makna Tari Campak

Tarian dari kepulauan Bangka ini sejatinya mempunyai makna yang tersirat di dalamnya. Makna tari campak adalah menggambarkan suatu rasa gembira dan ceria pada pergaulan masa bujang dan remaja di Kepulauan Seribu.

Sehingga tarian ini lebih sering dibawakan atau ditarikan oleh kalangan muda dan mudi sebagai bentuk ekspresi mereka. Sehingga keunikan tarian campak ada pada kelincahan gerakan para penari.

Gerakan Tari Campak

Gerakan Tari Campak

Bagaimana gerakan tari campak? Gerakan tari campak tergolong pada jenis tari yang lincah, gemulai dan ceria, hal itu bisa kita lihat dari gerakan serta ekspresi penari. Kemudian ditengah melakukan tarian, para menari mengibaskan sapu tangan yang mengiringi pada jari jemari mereka.

Lalu disusul dengan adegan berbalas pantun antar penari baik laki-laki maupun perempuan sebagai ciri khas simbol dari budaya Melayu. Konon Tari Campak ini memiliki dua versi atau jenis yaitu Campak Darat dan Campak Laut.

Jumlah Penari Tari Campak

Jumlah Penari Tari Campak

Jumlah penari campak biasanya ada 8 orang yang terdiri dari 4 laki-laki dan 4 perempuan. Mereka menarikan tarian tradisional kerakyatan yang berfungsi sebagai hiburan dan pesta rakyat.

Di dalam tarian campak, penari laki-laki dinamakan Mak Campak dan sedangkan perempuan dinamakan Nduk Campak. Mereka menarikan tarian ini dengan berpasang-pasangan sehingga menghasilkan teatrikal tarian yang menarik untuk disaksikan.

Pola Lantai Tari Campak

Pola Lantai Tari Campak

Tari campak menggunakan pola lantai bebas, dengan paduan beberapa pola lantai seperti horizontal, vertikal, zigzag, melingkar, dan juga setengah lingkaran. Sehingga menghasilkan tarian yang unik dan menarik untuk ditampilkan.

Properti Tari Campak

Properti Tari Campak

Ada beberapa properti yang digunakan dalam menarikan Tarian campak. Beberapa properti yang bisa kamu ketahui diantaranya seperti berikut ini:

1. Properti Untuk Penari Laki-Laki

  • Kemeja adat Melayu
  • Peci adat Melayu
  • Kain sarung khas Melayu

2. Properti Untuk Penari Perempuan

  • Rok panjang bergaya Eropa
  • Sepatu hak tinggi bergaya Eropa
  • Sapu Tangan

3. Properti Alat Musik

  • Gendang Melayu
  • Tetawak
  • Piul

Fungsi Tari Campak

Ada beberapa fungsi dari tari campak yang di antaranya sebagai hiburan, tontonan, penyampaian pesan, terapi psikis maupun fisik, maupun sebagai acara lain dengan berbagai tujuan yang beraneka ragam sesuai kebutuhan. 

Biasanya tarian ini ada dalam acara pernikahan, hari besar islam, perayaan kenegaraan serta perayaan-perayaan lainnya pada masyarakat pulau Bangka Belitung,

Gambar Tari Campak

Dibawah ini ada beberapa gambar tari campak yang bisa Sobat Hobi saksikan agar mempunyai gambaran mengenai tarian ini.

  • Gambar 1

Properti Tari Campak

  • Gambar 2

Sejarah Tari Campak

  • Gambar 3

Jumlah Penari Tari Campak

  • Gambar 4

Pola Lantai Tari Campak

Perkembangan Tari Campak

Perkembangan Tari Campak

Sebenarnya ada tarian campak yang masih terjaga keasliannya tanpa ada kontaminasi dari budaya Portugis. Karena pada saat itu Portugis tidak masuk ke wilayah-wilayah pelosok pedesaan.

Adapun daerah yang masih menjaga keaslian dari gerakan, musik, properti, tata rias dan busana yang dikenakan dalam tarian ini berada di Desa Dendang. Karena berada di desa Dendang sehingga tarian ini terkenal dan dinamakan Campak Dendang.

AdaHobi belum mendapatkan informasi yang otentik mengenai Campak Dendang ini. Perlu ada data otentik secara langsung untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai campak dendang.

Karena kita sebagai generasi bangsa, sebaiknya terus dan tetap menjaga kelestarian adat dan budaya leluhur kita terdahulu agar bisa tetap dipelajari, dipahami serta dinikmati generasi penerus bangsa.

Dengan tarian sebenarnya bisa meningkatkan perekonomian warga dengan mengangkat daerah wisatanya. Sehingga membuat daya tarik dan ciri khas kepada wisatawan lokal maupun asing untuk datang berwisata.

Sehingga itu memperkuat daya tari destinasi wisata khususnya di Bangka Belitung.


Nah mungkin itu saja artikel tentang tarian campak yang bisa AdaHobi bagikan kepada teman-teman sekalian. Semoga bisa menambah pengetahuan serta wawasan mengenai tarian campak untuk Sobat Hobi Sekalian.

Jika dirasa bermanfaat silahkan di share, dan apabila ada tambahan ataupun diskusi tentang tarian campak silahkan isi di kolom komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like