Belajar Proses Penyerbukan dan Pembuahan Pada Tumbuhan

AdaHobi, Proses penyerbukan dan pembuahan merupakan bagian terpenting dari proses reproduksi tumbuhan biji. Penyerbukan adalah proses yang terjadi sebelum terjadinya pembuahan pada tumbuhan berbunga. 

Pada artikel ini membahas tentang bagaimana terjadinya proses penyerbukan dan pembuahan pada tumbuhan lengkap dengan macam-macam penyerbukan sesuai media perantaranya. Nah menarik bukan? untuk kamu yang tertarik yuk simak penjelasan pada artikel proses penyerbukan dan pembuahan ini sampai selesai ya!

Proses Penyerbukan

proses penyerbukan dan pembuahan
proses penyerbukan dan pembuahan – kompas.com

Penyerbukan dapat diartikan sebagai peristiwa jatuhnya serbuk sari pada permukaan putik. Penyerbukan dapat terjadi pada tumbuhan berbiji terbuka dan tumbuhan berbunga. Serbuk sari pada tumbuhan biji terbuka harus mencapai tetes penyerbukan.

Jenis-jenis Penyerbukan

Berikut ini ada beberapa jenis-jenis penyerbukan pada bunga atau tumbuhan:

1. Penyerbukan Abiotik

Penyerbukan abiotik merupakan situasi penyerbukan dengan perantara tanpa melibatkan organisme lain. Tidak banyak tanaman berbunga mengalami penyerbukan tanpa bantuan hewan, setidaknya hanya 10% tanaman berbunga.

2. Penyerbukan Biotik

Penyerbukan biotik merupakan proses penyerbukan dengan membutuhkan bantuan organisme lainnya.

3. Penyerbukan Entomophily

Penyerbukan entomophily merupakan penyerbukan yang dimediasi oleh serangga, sering terjadi pada tanaman yang telah dikembangkan kelopak berwarna dan aroma yang kuat untuk menarik perhatian serangga. 

Serangga yang berperan sebagai mediator adalah lebah, tawon dan kadang-kadang semut (Hymenoptera), kumbang (Coleoptera), ngengat dan kupu-kupu (Lepidoptera), dan lalat ( Diptera).

4. Penyerbukan Zoophilia

Penyerbukan zoophilia adalah penyerbukan dilakukan oleh vertebrata seperti kelelawar dan burung. Burung yang membantu penyerbukan ini diantaranya adalah, Kolibri, sunbirds, spiderhunters, honeyeaters, dan kelelawar buah.

5. Penyerbukan Anthropophily

Penyerbukan Anthropophily adalah penyerbukan yang membutuhkan bantuan perantara manusia. Umumnya penyerbukan buatan yang digunakan dalam teknik hibridisasi atau digunakan kepada tanaman yang memerlukan bantuan manusia seperti buah naga, vanili, dan green house atau pertanian dalam ruangan.

Macam-macam Penyerbukan

Penyerbukan pada tumbuhan ada beragam macamnya, mulai dari penyerbukan terbuka dan tertutup, kemudian penyerbukan dibedakan berdasarkan asal benang sari, penyerbukan dibedakan berdasarkan media perantaranya. Berikut adalah macam-macam penyerbukan pada tumbuhan:

1. Penyerbukan Tertutup (Kleistogami)

Penyerbukan tertutup atau Kleistogami merupakan penyerbukan yang terjadi jika putik dan serbuk sari berasal dari bunga yang sama. Hal ini dapat terjadi akibat beberapa penyebab, yaitu:

  • Putik dan serbuk sari masak lebih cepat sebelum mahkota bunga itu mekar (anthesis)
  • Mahkota dan konstruksi bunga menghalangi proses penyerbukan silang, misalnya 

2. Penyerbukan Terbuka (Kasmogami)

Penyerbukan terbuka atau Kasmogami merupakan penyerbukan yang terjadi jika putik dan serbuk sari berasal dari bunga yang berbeda. Hal ini dapat terjadi ketika putik dan serbuk sari dari suatu bunga sudah masak dan mahkota bunga mekar (anthesis).

Ada beberapa macam tipe penyerbukan terbuka, yaitu:

Macam Penyerbukan Berdasarkan Asal Benang Sari

Penyerbukan berdasarkan asal benang sari dapat dibedakan menjadi 4, yaitu penyerbukan sendiri, penyerbukan tetangga, penyerbukan silang, dan penyerbukan bastar. Adapun penyerbukan berdasarkan asal benang sari dapat diamati selengkapnya di bawah ini:

1. Penyerbukan Sendiri (Autogami)

bunga turi
proses penyerbukan dan pembuahan – kompas.com

Autogami adalah proses penyerbukan terbuka yang terjadi pada bunga yang sama. Ciri dari penyerbukan ini terjadi pada tanaman dengan bunga sempurna. Contoh tumbuhan yang melakukan penyerbukan Autogami adalah mangga, jambu, bunga turi, bunga sepatu, rambutan, bunga telang, dan masih banyak lagi.

2. Penyerbukan Tetangga (Geitonogami)

padi
proses penyerbukan dan pembuahan – Pixabay.com

Geitonogami adalah penyerbukan terbuka yang terjadi pada bunga yang berbeda, tapi dalam satu pohon yang sama. Penyerbukan tetangga terjadi dengan membutuhkan dua bunga dalam satu tumbuhan yang sama. Contoh tumbuhannya adalah padi, jagung, kelapa, kelapa sawit, mawar merah, dan sebagainya.

3. Penyerbukan Silang (Alogami)

kamboja
proses penyerbukan dan pembuahan – Pixabay.com

Alogami adalah proses penyerbukan terbuka yang terjadi pada bunga tanaman lain yang sejenis. Penyerbukan ini serbuk sari berasal dari bunga lain pada tumbuhan lain yang masih dalam jenis yang sama. Contoh tumbuhan yang melakukan penyerbukan silang adalah kamboja, melinjo, mawar, pinus, dan lainnya.

4. Penyerbukan Bastar (Hibridogami)

lili
proses penyerbukan dan pembuahan – Pixabay.com

Hibridogami adalah proses penyerbukan terbuka yang terjadi dengan melibatkan bunga tanaman lain jenis. Dapat dikatakan bahwa serbuk sari jantan jatuh ke kepala putik bunga lain yang berbeda varietas. Contohnya adalah penyerbukan mawar merah dengan mawar putih, lili kuning dengan lili merah muda, jambu batu merah dengan jambu batu putih, dan lain-lain.

Macam Penyerbukan Berdasarkan Media Perantara

Penyerbukan berdasarkan perantara dibedakan menjadi 4 cara, yaitu berupa penyerbukan dengan bantuan angin, hewan, air, dan campur tangan manusia. Adapun macam penyerbukan berdasarkan media perantara dapat diamati di bawah ini:

1. Penyerbukan dengan bantuan angin (Anemogami)

bunga sawit
proses penyerbukan dan pembuahan – Pixabay.com

Penyerbukan ini dibantu secara alami oleh hembusan angin. Penyerbukan dengan bantuan angin biasanya terjadi pada bunga dengan mahkota kecil dan warna tidak mencolok.

Selain itu, bunga dengan penyerbukan ini tidak mempunyai kelenjar madu atau nektar. Contohnya adalah kelapa, rumput, jagung, padi, kelapa sawit. 

2. Penyerbukan dengan bantuan hewan (Zoidiogami)

mawar lebah
proses penyerbukan dan pembuahan – Pixabay.com

Zoidiogami atau juga dikenal dengan sebutan zoidiogami atau zoidiofili, merupakan penyerbukan yang membutuhkan perantara hewan. Beberapa hewan yang berperan sebagai perantara adalah lebah, kupu-kupu, siput, kelelawar, burung, atau serangga lainnya.

Ciri-ciri bunga yang melakukan penyerbukan ini adalah tumbuhan dengan mahkota bunga yang menarik, berukuran besar, warna mahkota yang mencolok dan berwarna-warni. Serta, tidak sedikit bunganya juga memiliki aroma harum dan kelenjar madu yang menggoda serangga. Contoh tumbuhan dengan penyerbukan ini adalah mawar, melati, kenanga, sepatu, dan lain-lain.

3. Penyerbukan dengan bantuan air (Hidrogami)

penyerbukan dengan air
proses penyerbukan dan pembuahan – Pixabay.com

Penyerbukan ini membutuhkan air sebagai media perantara. Penyerbukan macam ini juga disebut dengan hidrofilik. Proses penyerbukan umumnya terjadi karena tumbuhan terendam air, atau terguyur hujan, atau karena tumpahan air saat disirami. Contoh tumbuhan yang melakukan penyerbukan dengan bantuan air adalah ganggang, hydrilla, dan lain-lain.

4. Penyerbukan dengan bantuan manusia (Antropogami)

bunga semangka
proses penyerbukan dan pembuahan – Pixabay.com

Penyerbukan antropogami dapat terjadi sebab bantuan campur tangan manusia. Penyerbukan ini dilakukan karena tidak mampu melakukan penyerbukan apabila tanpa bantuan manusia. Contoh tumbuhan yang membutuhkan bantuan manusia adalah salak, vanili, semangka, buah naga, dan lainnya

Tipe bunga yang mengalami penyerbukan terbuka

Penyerbukan terbuka dapat terjadi dengan kondisi bunga yang berbeda-beda. Perbedaan kondisi bunga itu menyebabkan adanya macam-macam tipe dari bunga, yaitu:

1. Dikogami

Dikogami adalah tipe bunga dengan putik dan benang sari masak dalam waktu yang tidak bersamaan. Dikogami dibedakan lagi menjadi dua, yaitu protandri dan protogini. Protandri adalah kondisi bunga dengan benang sari lebih dahulu masak daripada putik. Sedangkan, protogini adalah kondisi bunga dengan putik dahulu masak daripada benang sari.

2. Herkogami

Bunga yang mahkotanya berbentuk kuncup, sehingga tidak dapat melakukan penyerbukan dengan sendirinya. Contohnya: Vanili yang memiliki kepala putik yang berselaput.

3. Heterostili

Heterostili adalah tipe bunga yang memiliki putik dan tangkai sari yang tidak sama panjang. Jika tangkai putik lebih pendek dari tangkai sari, maka disebut dengan microstylus. Sedangkan, jika tangkai putik lebih panjang dari tangkai sari, maka disebut dengan macro stylus.

4. Pollinator

Tipe pollinator adalah tipe bunga yang membutuhkan agen bantuan penyerbukan. Bantuan bisa datang dari campur tangan manusia, angin, hewan, ataupun air.

Agen Pembantu Penyerbukan di Alam

Untuk memastikan terjadinya perpindahan tepung sari menuju ke putik, maka dibutuhkannya bantuan agen atau vektor lain. Adanya agen tersebut dapat dibedakan menjadi:

1. Agen Biotik

Agen biotik adalah agen bantuan makhluk hidup, contohnya serangga, kelelawar, dan burung. Penyerbukan ini biasanya terjadi di daerah tropis.

2. Agen Abiotik

Penyerbuk agen abiotik adalah sebutan dari proses penyerbuk tanpa adanya keterlibatan organisme, seperti angin, dan air.

Baca juga : Belajar Sistem Transportasi Pada Tumbuhan & Mekanismenya

Proses Pembuahan

Proses Pembuahan
proses penyerbukan dan pembuahan

Proses penyerbukan dan pembuahan itu merupakan suatu kesatuan yang tak terpisahkan. Penyerbukan yang berhasil akan diikuti dengan tumbuhnya buluh serbuk yang masuk ke saluran putik menuju bakal biji, dan selanjutnya adalah proses pembuahan. 

Pembuahan hanya terjadi pada embrio dari uterus bakal biji yang telah masak dan sudah berisi delapan inti. Inti yang terletak, sudah disusun ke dalam tiga kelompok di antaranya:

  1. Kelompok pertama adalah kelompok yang terdiri atas 1 inti sel telur dan 2 inti sinergi, inti ini terletak di embrio dekat ujung micropile.
  2. Kelompok kedua adalah kelompok yang terdiri dari dua inti polar, inti ini terletak di tengah-tengah kandung embrio.
  3. Kelompok ketiga adalah kelompok yang terdiri dari tiga inti antipodal, inti ini terletak di ujung kandung embrio. Ujung kandung embrio merupakan jarak terjauh dari inti sel telur atau mikrofil (dekat chalaza).

Pembuahan pada tumbuhan dapat diamati prosesnya sebagai berikut:

Proses Penyerbukan dan Pembuahan
proses penyerbukan dan pembuahan – Biologimediacentre.com
  1. Setelah penyerbukan berhasil, kepala putik memberi makan serbuk sari yang melekat dengan cairan gula.
  2. Awalnya dinding serbuk sari mengembang, kemudian dinding luar serbuk sari pecah. Sedangkan dinding bagian dalam melekuk ke dalam menembus kepala putik, lalu membentuk buluh serbuk sari atau tabung serbuk sari. Tabung ini menghubungkan antara serbuk sari dengan bakal biji. Tabung serbuk sari menuju ke inti sel telur di dalam bakal biji melalui celah kecil yang disebut mikrofil.
  3. Selama serbuk sari di dalam tabung sari menuju bakal biji, terjadi beberapa perubahan. Inti sel serbuk sari membelah menjadi dua, yakni inti vegetatif dan inti generatif. Inti vegetatif berguna sebagai pengatur pertumbuhan tabung serbuk sari sehingga mencapai mikrofil dan setelah itu inti vegetatif mati. Sedangkan Inti generatif membelah lagi menjadi dua inti sperma. Dua inti sperma yang terbentuk ini akan masuk ke ruang bakal biji melalui mikrofil.
  4. Proses membentuk sel telur (ovum) terjadi di dalam ruang bakal biji/kandung lembaga. Sel induk megaspora mengalami pembelahan meiosis menghasilkan satu sel megaspora dan tiga sel lainnya mengalami degenerasi. Selanjutnya sel megaspora (kandung embrio muda) mengalami pembelahan (mitosis) tiga kali yang menghasilkan 8 inti sel, yang terdiri dari: 1 inti sel telur, 2 inti sinergid, 3 antipoda dan 2 inti kandung lembaga primer (kemudian bersatu membentuk inti kandung lembaga sekunder) yang bersifat diploid (2n). Inti sel diapit oleh 2 inti sinergid dan letaknya dekat mikrofil. Sedangkan 3 antipoda berada di kutub yang berlawanan dengan mikrofil. Inti kandung lembaga primer berada terletak di tengah, di antara sel telur dan antipoda.
  5. Kemudian terjadi peristiwa pembuahan pertama, yaitu peristiwa inti sperma ke satu membuahi sel telur membentuk zigot. Kemudian, zigot tumbuh menjadi embrio. Sedangkan inti sperma kedua melebur dengan inti kandungan lembaga sekunder membentuk endosperm yang bersifat triploid (3n). Peristiwa pembuahan ini disebut pembuahan kedua. 
  6. Endosperma merupakan cadangan makanan bagi lembaga atau embrio. Karena terjadi dua kali pembuahan seperti ini maka proses pembuahan pada tumbuhan biji sering disebut sebagai pembuahan ganda. 
  7. Setelah pembuahan selesai, maka sisa benang sari, mahkota, dan kelopak bunga akan layu kemudian gugur. Sedangkan, bakal biji berkembang menjadi biji yang dilindungi oleh dinding bakal buah, dan bakal buah berkembang menjadi buah.

Penutup 

Demikian proses penyerbukan dan pembuahan pada tumbuhan, dapat disimpulkan bahwa penyerbukan dan pembuahan ini terjadi pada tumbuhan dengan bunga sempurna, yakni bunga yang memiliki benang sari dan kepala putik. Dan setiap tumbuhan memiliki karakteristiknya masing-masing terkait proses penyerbukannya melalui perantara atau tanpa bantuan perantara.

Kira-kira bagaimana menurutmu? Coba tuliskan bagaimana kesimpulan yang kamu dapatkan dari artikel proses penyerbukan dan pembuahan ini di kolom komentar ya, share juga artikel ini ke teman-teman lainnya agar lebih bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like