5+ Macam Teknik Membatik yang Sering Digunakan

Adahobi, Teknik Membatik – Selain memiliki banyak tradisi dan budaya yang begitu kompleks, Indonesia dikenal juga dengan Batiknya.

Batik pada awalnya memang berasal dari Pulau Jawa, namun seiring berjalannya waktu, batik menjadi pakain tradisional di daerah lainnya.

Kain ini memiliki nilai seni dan di pengaruhi budaya yang kuat. Setiap daerah memiliki batik khas yang ditanamkan filosofi dalam pembuatan pola batik pada kain.

Batik juga telah diakui oleh UNESCO pada tahun 2009 sebagai mahakarya dan warisan penting bagi kemanusiaan. Tentu hal tersebut merupakan sebuah kebanggan bagi masyarakat Indonesia.

Dan salah satu cara untuk menghargai keindahan batik, maka seseorang perlu mengetahui bagaimana batik itu dibuat.

Nah, pada artikel ini kita akan menjelaskan semua hal mengenai teknik membatik dengan penyampaian yang mudah dipahami. Silahkan simak penjelasannya di bawah ini.

1. Batik Celup Ikat

Teknik Batik Celup Ikat
westportartscenter.org

Batik celup ikat atau juga dikenal dengan teknik jumputan merupakan sebutan untuk menghias kain dengan cara mengikatnya menggunakan karet atau tali, kemudian dicelupkan kedalam pewarna batik yang telah disediakan.

Teknik batik celup ikat ini sudah banyak digunakan dan dikembangkan karena dalam proses pembuatannya cukup mudah dibandingkan dengan teknik lainnya.

Dulu, teknik ini hanya dilakukan dalam skala rumahan saja, tapi sekarang sudah sampai skala industri.

Hasil dari teknik celup ikat sangat beragam dan memiliki motif yang unik dan cantik, sehingga banyak anak muda yang suka dengan jenis batik ini.

Dalam pembuatan batik celup ikat, pewarna yang digunakan merupakan pewarna alami, membuatnya terlihat lebih artistik dan bernilai tinggi.

Selain alami dan ramah lingkungan, pewarna ini berasal dari tanaman yang bernama Indigofera yang dapat menghasilkan warna biru. Sedangkan untuk warna kuning berasal dari buah Jalawe.

Kelebihan dari teknik adalah proses pembuatannya yang cukup mudah dan praktis. Sedangkan untuk kekurangannya adalah tidak memiliki banyak motif, sehingga peminatnya tidak banyak.

Baca juga: Teknik Menggambar Dengan Langkah Mudah dan Menyenangkan

2. Teknik Batik Printing

Teknik Batik Printing
pelakubisnis.com

Batik printing dikenal juga dengan batik cetak atau sablon. Batik ini biasa dibuat dengan cara di-print ataupun dicetak menggunakan metode elektronika.

Dalam proses pencetakannya dapat dilakukan dengan cara manual atau menggunakan mesin.

Sebelum melakukan pencetakan, terlebih dulu kita buat motif atau pola yang sudah ditentukan.

Kemudian motif tadi dibuatkan cetakan seperti proses sablon pada umumnya. Selanjutnya kita berikan pewarna pada motif tadi, lalu tempelkan pada kain yang telah disiapkan.

Proses pembatikan menggunakan teknik tak butuh waktu lama seperti teknik yang lain. Kita hanya perlu beberapa menit untuk menyelesaikannya.

Dan untuk pemberian motif batik, dilakukan hanya pada sisi bagian luar saja. Sedangkan untuk bagian dalam dibiarkan tanpa diberi motif apapun.

Proses batik printing ini hampir sama dengan proses penyablonan. Yang membedakan hanya terletak pada motif yang digunakan.

Dan karena hal itu, terdapat perdebatan mengenaik batik printing. Ada yang menyebutkan bahwa batik printing tidak termasuk ke dalam jenis batik karena dalam proses pembuatannya tidak menggunakan malam atau lilin batik.

Sehingga mereka lebih setuju jika batik printing disebut sebagai batik sablon saja.

Kelebihan dari teknik ini adalah proses pembuatannya yang cepat dan rapi karena menggunakan mesin.

Namun tetap memiliki kekurangan seperti motif batik yang tidak eksklusif, terlihat murahan dan minim akan nilai seninya.

3. Teknik Canting Tulis

Teknik Canting Tulis
sayaajarkan.com

Teknik canting tulis atau yang lebih dikenal dengan batik tulis adalah teknik membatik yang menggunakan sebuah alat bernama canting.

Canting sendiri terbuat dari tembaga yang dibentuk seperti teko kecil yang dan bagian ujungnya dibuat seperti corong.

Canting berfungsi layaknya pena, namun tinta yang digunakan untuk menorehkan motif pada kain menggunakan malam atau lilin.

Saat kain batik dimasukkan ke dalam air yang diberi pewarna, maka pada bagian yang tertutup lilin atau malam tadi, tidak akan terkena warna.

Teknik canting tulis merupakan teknik membatik secara tradisional yang tetap populer.

Dan kelebihan membatik menggunakan teknik ini antara lain sebagai berikut:

  • Batik terlihat lebih alami dan estetik
  • Menggunakan kain yang berbeda dari teknik lainnya
  • Memiliki kualitas warna yang lebih bagus dan tajam
  • Warna pada kain tidak pudar, semakin lama maka semakin jelas
  • Batik menggunakan teknik ini memiliki motif timbul di kedua sisi kain
  • Warna yang digunakan adalah warna alami
  • Motif batik yang dihasilkan terlihat lebih rapi
  • Teknik ini dilakukan dengan cara manual
  • Memiliki keunikan dan bernilai tinggi

Selain memiliki kelebihan, tentu teknik batik canting tulis juga memiliki kekurangan di antaranya sebagai berikut:

  • Pembuatan batik membutuhkan waktu yang lama
  • Harga lebih mahal dibanding dengan batik lainnya
  • Motif gambar atau ragam hias terkadang memiliki ukuran yang tidak sama.

4. Teknik Cap

Teknik Batik Cap
quora.net

Teknik batik cap merupakan teknik membatik yang menggunakan canting cap untuk memproduksinya.

Jika teknik canting tulis menggunakan canting mirip seperti teko, maka teknik cap ini menggunakan canting yang berbentuk stempel. Biasanya canting yang digunakan memiliki ukuran 20×20 cm.

Cara kerja teknik ini persis seperti sedang menggunakan stempel, kita cukup mengecapkan stempel pada kain batik.

Dan yang menjadi perbedaan, jika stempel biasa menggunakan tinta, maka stempel batik menggunakan lilin atau malam.

Dengan menggunakan teknik cap, maka pengrajin batik tak perlu repot lagi dengan membuat pola atau motif batik. Mereka cukup memilih stempel mana yang harus digunakan.

Untuk proses pembuatannya cukup mudah, pertama kita bentangkan kain pada meja, selanjutnya kita perlu untuk mencarikan lilin.

Lalu, celupkan canting cap pada lilin yang telah mencair. Setelah canting cap sudah terkena lilin maka kita hanya perlu meletakannya di atas kain dan menekannya dengan keras.

Tunggu beberapa saat, lalu kita angkat cantingnya dan masukan kain tadi ke dalam larutan pewarna.

Setelah kain tersebut diberi warna, kita hilangkan lilin pada kain dengan cara merendamnya di air mendidih.

Maka nanti akan terlihat 2 warna, warna dasar dan warna hasil proses pewarnaan. Setelah itu kita cukup bersihkan dan keringkan saja.

Baca juga : 8+ Macam Teknik Melukis Untuk Pemula dan Profesional

5. Teknik Colet

teknik batik colet
pinterest.com

Teknik colet atau biasa disebut dengan tolet merupakan teknik batik dengan cara melukis atau mewarnai pola batik menggunakan kuas dan pewarna tertentu.

Teknik ini sudah cukup lama digunakan oleh pengrajin batik yang berada di Pekalongan, Lasem dan Solo.

Dalam proses pembuatan batik menggunakan teknik ini tidak jauh berbeda dengan melukis di kanvas.

Dan hasil dari karya batik sangat di pengaruhi oleh kemampuan, kreatifitas, ketlatenan dan warna yang digunakan oleh pembatik.

Ketika objek yang digunakan semakin kecil, maka akan semakin rumit dalam proses pembatikan menggunakan teknik colet.

Sehingga hasil dari batik ini akan bernilai seni tinggi dengan harga yang sangat berbeda jika dibanding dengan batik lainnya.


Demikianlah pembahasan mengenai teknik membatik, mulai dari teknik celup ikat, printing hingga teknik colet.

Semoga artikel ini dapat menginspirasi dan membuat kita semakin cinta dengan batik. Jangan sampai keindahan batik dicuri oleh negara lain.

Jika bermanfaat, silahkan bagikan ke teman terdekatmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like