8+ Macam Teknik Melukis Untuk Pemula dan Profesional

AdaHobi, Teknik Melukis – Melukis adalah kegiatan menggambar dua dimensi atau tiga dimensi di atas media cetak.

Media yang digunakan pun sangat beragam mulai dari kertas A3, A4, kanvas, hingga software canggih.

Kamu tidak bisa asal menggambar. Ada beberapa jenis teknik lukis dan tata caranya.

Yuk, cari tahu macam macam teknik melukis yang penting untuk pemula sekalipun. Saatnya temukan teknik melukis yang paling tepat untukmu.

Persiapan Sebelum Belajar Melukis!

Kamu bisa memulai persiapan melukis paling dasar mulai dari sekarang. Yuk, mulai siapkan beberapa hal berikut ini.

  • Menyesuaikan dana untuk membeli cat air dan kertas yang berkualitas.
  • Memilih jenis kertas sesuai keinginan atau jenis kertas aquarel yang lebih bagus dari segi kualitas.
  • Siapkan anggaran untuk membeli kuas dengan merek tertentu.
  • Jika perlu siapkan waktu dan biaya untuk mengikuti les melukis
  • Bergabung dengan komunitas satu hobi agar semangat belajarmu terus terjaga
  • Siapkan diri untuk terus belajar dan melukis secara berkala.

Macam-macam Teknik Melukis

Dari waktu ke waktu, seni lukis juga mengalami perkembangan. Muncul inovasi baru terkait teknik yang digunakan.

Setiap teknik lukis yang dipakai menghasilkan karya yang berbeda. Nah, berikut ini teknik melukis yang wajib diketahui para pelukis pemula atau profesional sekalipun.

1. Teknik Aquarel

Teknik Melukis - Teknik Aquarel
djonews.com

Teknik aquarel adalah salah satu teknik dalam melukis yang menggunakan cat air. Namun, sapuan warnanya sangat tipis dan ringan. Untuk mengakalinya, kamu bisa membuat campuran cat air sedikit encer.

Jangan kaget kalau hasil lukisannya agak transparan. Kamu pun harus memperhatikan hal-hal berikut. Agar hasil lukisan bisa terlihat berkualitas:

  1. Jika ingin menggunakan alat dan media berkualitas, pilih kertas aquarel/kanvas, pensil 2B, cat air, kuas, palet, kain untuk lap dan air secukupnya.

  2. Buatlah sketsa gambar dengan arsiran yang tipis.

  3. Basahi kertas/kanvas dengan air sedikit saja. Ini supaya efek warna lukisan bisa terlihat dengan lebih jelas.

  4. Warnai gambar secara perlahan sesuai skesta yang sudah jadi. Untuk memudahkan, sapukan kuas satu arah, agar mendapatkan warna yang rapi dan merata.

  5. Terakhir, jemurlah lukisan di bawah terik matahari atau mengangin-anginkannya. Cara ini disebut drying atau pengeringan.

2. Teknik Plakat

Teknik Melukis - Teknik Plakat

Teknik plakat adalah teknik dalam melukis yang umumnya menggunakan cat air atau cat minyak. Namun ada beberapa pelukis yang menggunakan cat akrilik saat menerapkan teknik yang satu ini.

Plakat merupakan teknik menyapukan kuas pada gambar pun sangat tebal. Tujuannya, agar lukisan bisa penuh warna. Rata-rata hasil lukisannya sangat mengesankan dan nilai jualnya sangat tinggi.

Teknik ini juga mempunyai beberapa karakteristik khusus. Diantaranya yakni warnanya dan hasil lukisan terlihat tebal. Hasil sapuan warnanya juga tergolong memenuhi media.

Ada berbagai paduan warna yang umum digunakan. Setidaknya teknik ini punya tiga warna dasar saat melukis, yakni kuning, merah, dan biru.

3. Teknik Spray

Teknik Melukis - Teknik Spray
nazwaproduction.com

Teknik melukis di media dinding disebut teknik spray atau graffiti. Hasil lukisannya pun sangat visual. Namun, para pelukis lebih sering mengaplikasikannya pada part kendaraan, kasing ponsel dan lainnya.

Biasanya teknik spray menggunakan media kertas duplex atau art paper. Kamu juga harus menggunakan pisau palet, cetakan bulat, kertas koran, atau yang lainnya.

Sayangnya teknik yang satu ini masih jarang ditemui di sembarang tempat. Dalam artian masih belum sepopuler teknik lukis lainnya.

Penyemprotan cat ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah lukisan yang terkesan lebih halus. Dan tentu saja untuk penampakan visualnya terlihat lebih nyata dalam.

Itulah mengapa teknik lukis ini umum dipakai untuk untuk melukis sebuah graffiti di tembok-tembok jalanan. Beberapa seniman juga melukis dengan teknik spray sebuah gedung atau rumah yang tidak terpakai lagi.

4. Teknik Pointilis

Teknik Melukis - Teknik Pointilis

Teknik melukis pointilis identik dengan teknik melukis titik kecil dalam jumlah banyak untuk membentuk objek tertentu.

Titik-titik tersebut akan saling terhubung dengan cara memanipulasi ketidaksensitifan pada seseorang. Secara sekilas, tentu kamu tidak akan mengenali rangkaian titik tersebut.

Nah, memang teknik ini akan memberikan tipuan visual dengan memberikan kesan pada suatu bidang atau warna yang baru.

Untuk penggunaan warnanya biasanya terdiri dari warna hitam dan putih saja. Adanya jarak antara titik dan bidangnya inilah yang seolah memunculkan halusinasi gradasi warna.

Ciri-ciri lukisan yang menggunakan teknik pointilis umumnya menggunakan dua warna, namun tidak memungkiri ada juga yang menerapkan beragam warna cerah di dalamnya.

Jika lukisan dilihat dari jarak yang sangat dekat maka baru terlihat deretan titik-titik kecil dengan warna tertentu.

Seniman bisa melakukan kombinasi warna melalui pada setiap titik-titik warna primer lukisan. Penggunaan beragam warna ini nantinya akan memicu ilusi yang lebih nyata dari rangkaian warna yang dipakai.

Penggunaan deretan titik warna primer akan menghasilkan warna yang lebih cerah. Ini lebih baik dibandingkan menggunakan teknik palet yang mencampurkan beragam warna untuk mendapatkan warna baru.

5. Teknik Tempera

wiikimedia.org

Teknik melukis pada media tembok disebut sebagai teknik Tempera. Seperti namanya, tentu saja media atau bidang yang digunakan adalah tembok.

Namun, kamu juga bisa mengaplikasikan teknik ini untuk melukis di kanvas, ya? Nah, tips untuk mendapatkan bahan perekat, kamu bisa mencampurkan kuning telur ke dalam cat.

Teknik Tempera sempat jaya di Eropa antara tahun 1200 hingga 1500-an. Tepatnya saat teknik lukis ini dikenalkan oleh Duccio dan Simone Martini. Dimana keduanya merupakan tokoh seniman lukis dari Italia.

Teknik ini berasal dari bahasa latin tempere artinya campuran cat. Pada masanya, teknik ini menggunakan bahan-bahan kuning telur utuh, jus tanaman, minyak, lem air, polimer. Alhasil, lukisan ini mempunyai tekstur serta teknik yang baik, tipis, glasir, dan tebal pucat.

6. Teknik Kering

Teknik Melukis - Teknik Kering

Teknik kering adalah salah satu teknik melukis yang menggunakan sketsa, aksen garis, dan memberi warna sesuai media kering.

Kamu bisa menggambar ilustrasi sesuai dengan keinginan. Teknik ini tidak perlu menggunakan minyak cat. Hal ini karena kuas harus dalam keadaan benar-benar kering.

Teknik ini bisa menghasilkan lukisan naturalism, realism, dan surelism. Jadi, gunakan cat yang baru keluar dari tube/botol.

Teknik ini mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya kamu bisa menumpuk warna lainnya untuk menghapus warna lama. Kamu lebih mudah mengatur, membentuk detail objek, kesan ruang, volume.

7. Teknik Basah

Teknik Melukis - Teknik Basah

Teknik basah adalah teknik melukis dengan cat minyak, cat air, atau tinta. Medianya pun harus basah dengan cat air, cat minyak, atau tinta. Lalu menggambar ilustrasi/sketsa pada kertas/kanvas.

Hasil ilustrasi/sketsa diberikan warna dengan media gambar yang basah. Namun, kamu harus mengetahui cara melukis dengan teknik basah secara detail agar hasilnya sesuai harapan, ya?

Kelebihan teknik ini terbilang mampu menghemat cat minyak. Kamu bisa memanfaatkan kembali sisa cat minyak yang masih menempel di bagian palet.

Hasil lukisan dengan teknik ini bisa terkesan lebih bersih dan jelas. Selain itu, proses blok warna lukisan bisa diselesaikan dengan lebih cepat

8. Teknik Campuran

Teknik Melukis - Teknik Campuran

Apakah kamu bertanya-tanya, bisakah memadukan dua teknik melukis sebelumnya? Yakni teknik melukis basah dan teknik melukis kering.

Jawabannya tentu saja bisa. Ini dinamakan sebagai teknik campuran. Dimana dalam prosesnya akan menggabungkan teknik basah dan teknik kering sekaligus.

Tujuan utama dari menggunakan teknik ini yakni supaya hasil lukisan bisa lebih sempurna dibandingkan hanya menggunakan salah satu teknik melukis saja. Untuk tahapannya, kamu perlu melukis menggunakan teknik kering terlebih dahulu.

Nah, setelah proses lukis kering selesai, kamu bisa menumpuk lukisan dengan teknik basah.

Caranya yakni dengan melakukan blok warna pada bagian tertentu. Misalnya saja dengan menambahkan intensitas minyak cat agar hasilnya lebih bagus. Pastikan kamu menimpa lukisannya dengan hati-hati, ya?

Apapun Teknik yang Dipakai, Perhatikan 4 Hal Berikut

Manfaat melukis salah satunya yakni mengekspresikan perasaan si pelukis. Ketika selesai melukis, perasaan dan pikiran menjadi lega kembali. Apalagi kegiatan ini bisa mengurangi rasa stress dari rutinitas sehari-hari.

Namun, hasil lukisan yang sudah mahir tentu karya yang dihasilkan bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah. Apalagi, jika kegiatan seni yang satu ini bisa ditekuni dengan serius alias tidak asal-asalan.

Nah untuk bisa menjelma menjadi penulis mahir, tentu saja ada beberapa tips mendasar yang perlu kamu pahami.

Menurut Ratinah dalam buku ‘Teknik Menggambar Benda dan Melukis’, setidaknya terdapat empat hal dasar yang perlu diperhatikan. Berikut ini ulasan selengkapnya

  • Keseimbangan

Keseimbangan, artinya bidang lukisan harus simetris dan asimetris atau tidak sama. Namun, setiap lukisan yang dihasilkan harus tetap seimbang dari segi visualnya.

  • Proporsi Lukisan

Proporsi lukisan yaitu antara objek asli dengan gambar/hasil lukisan perbandingannya harus sama. Contoh, rumah nggak bisa dilukis lebih kecil dibanding pohon atau objek yang lebih kecil.

  • Irama atau Ritme Lukisan

Irama atau ritme lukisan yaitu gambar lukisan harus terkesan hidup dan menarik. Baik dari sisi garis, warna atau bentuk gambar.

  • Komposisi dalam Lukisan

Komposisi dalam lukisan artinya perpaduan warna, posisi bentuk gambar, harus selaras. Agar gambar terlihat harmonis, enak dipandang, dan humanis.

Apa Teknik Melukis yang Terbaik?

Sebenarnya, semua teknik melukis merupakan teknik terbaik di tangan yang tepat. Semua bergantung pada selera pelukis ingin menggunakan teknik yang mana.

Dalam buku Pita Maha yakni ‘Gerakan Seni Lukis Bali’ karya Wayan Kun Adnyana, teknik yang berbeda tentunya akan menghasilkan karya yang berbeda pula.

Selain beberapa teknik di atas, sekarang ini para pelukis/seniman lebih tertarik menggunakan teknik digital.

Artinya, semua gambar dihasilkan dari software komputer. Apalagi teknik digital ada dua macam, lho. Pertama, gambar bitmap dan gambar vektor.

Gambar bitmap adalah sekumpulan titik yang memiliki nama lain pixel. Gambar vektor adalah garis. Kurva, dan bidang yang membentuk suatu gambar/ilustrasi.

Apapun teknik yang dipilih, kuasai dengan sungguh – sungguh agar hasilnya lebih maksimal, ya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like