Mengenal Teknik Dussel, Ciri, Fungsi dan Contohnya

AdaHobi, Teknik Dussel – Masih membahas mengenai teknik melukis, kali ini kita akan belajar mengenai teknik dussel.

Sebelumnya juga sudah dibahas apa itu teknik pointilis, teknik blok, teknik aquarel dan lainnya. Nah sebagai pelengkap, kita pelajari lagi satu teknik menggambar yang cukup populer ini.

Untuk penjelasan lebih lengkap apa itu teknik dussel, ciri – ciri, fungsi dan cara membuatnya bisa disimak di bawah.

Dapatkan juga beragam inspirasi menarik gambar teknik dussel yang bisa kamu jadikan referensi.

Pengertian Teknik Dussel

Pengertian Teknik Dussel

Sebenarnya, apa itu teknik dussel? Gampangnya, kamu bisa mengingat bahwa nama lain teknik dussel adalah teknik gosok.

Jadi dussel atau dusel ini akan membuat seniman menggunakan ujung pensil yang digosok-gosokan pada garis utama gambar/objek.

Sekilas terasa mirip dengan teknik arsir pada umumnya, ya? Namun, ada perbedaan antara gambar dengan teknik arsir dan teknik dussel. Salah satunya yakni pada hasil gambar yang dihasilkan jadi gelap terang.

Cara sederhana menggunakan teknik ini yaitu merebahkan/memiringkan pensil saat menggores sketsa gambar.

Cara lainnya, ujung jari bisa digosok-gosokan pada goresan pensil di atas kertas. Hasilnya akan berbeda dengan goresan yang menggunakan pensil secara langsung. Cara terakhir in justru menghasilkan arsiran lebih tebal.

Sebenarnya ada juga cara lainnya yang bisa kamu coba. Yakni dengan menggunakan kapas atau tisu. Kamu cukup menggosokkan kapas/tisu pada pinggiran garis sketsa gambar.

Gosokkan arsiran sesuai selera atau keinginanmu secara perlahan agar hasilnya lebih rapi.

Lalu, untuk menghasilkan bentuk arsiran yang lebih gelap, kamu bisa menggosok berulang kali hingga warnanya gelap.

Baca juga : Pointilis, Teknik Menggambar Menggunakan Pensil !

Ciri-ciri Teknik Dussel

Ciri-ciri Teknik Dussel

Bagaimana, masih belum bisa menangkap perbedaan antara teknik dusel dan teknik arsir?

Kamu bisa mengamati gambar di atas sebagai pembandingnya. Bisa dilihat bahwa hasil gambar yang menggunakan teknik dusel terkesan lebih nyata, bukan?

Teknik pewarnaan dussel juga berbeda dengan teknik arsir biasanya. Untuk penjelasan lebih detail, kamu bisa menyimak ciri-ciri gambar yang menggunakan teknik dussel berikut ini.

  • Objek gambar sudah pasti diwarnai menggunakan pensil.
  • Di sisi gambar ada arsiran yang lebih rapi dengan kesan gradasi warna.
  • Jika ada arsiran terlihat seperti bayangan, artinya menggunakan jari.
  • Jika gambar terlihat lebih menonjol, lebih redup, atau lebih gelap pada bagian background, biasanya digosok pakai jari.

Nah, ciri-ciri tersebut bisa dikenali secara mudah, bukan? Apalagi ada contoh gambar/objek di atas yang membedakan teknik arsir dan teknik dussel.

Fungsi Teknik Dussel

Fungsi Teknik Dussel

Fungsi teknik Dussel tidak lain adalah bagaimana membuat efek lebih terang atau gelap pada objek gambar yang dibuat. Tidak hanya membuat gambar menjadi lebih nyata, namun juga lebih estetik.

Untuk mencoba teknik ini, kamu cukup menggoreskan pensil pada garis-garis sketsa. Kamu juga bisa memiringkan pensil pada bagian volume gambar agar menghasilkan arsiran yang lebih tebal.

Nah, untuk menghilangkan garis/stroke pada gambar, kamu bisa menggosoknya pakai ujung jari telunjuk secara pelan-pelan.

Sejak zaman dulu, teknik dussel malahan pakai peralatan lebih sederhana. Misalnya saja seperti tisu, kapas, jari tangan atau gulungan kertas yang memanjang.

Untuk mencoba mendalami teknik menggambar yang satu ini, kamu tidak perlu keluar banyak biaya.

Alat dan Bahan Teknik Dussel

Alat dan Bahan Teknik Dussel

Setelah mengetahui pengertian, fungsi dan ciri-ciri teknik dussel, tentu selajutnya kamu harus mengetahui alat dan bahan teknik dussel yang dibutuhkan. Salah satunya yaitu pensil 2B atau 3B. Langsung saja simak penjelasan peralatan yang harus disiapkan berikut.

  • Kertas/buku gambar dengan ukuran sesuai selera.
  • Penggaris untuk mengukur sketsa gambar.
  • Pensil 2B atau 4B, tetapi untuk hasil maksimal harus menggunakan pensil 4B.
  • Penghapus karet
  • Kapas untuk membuat arsiran agak tebal.
  • Tisu untuk membuat arsiran agak tipis.
  • Cotton bud untuk membuat arsiran sangat tipis di beberapa bagian.

Tips lainnya saat menggambar: kamu harus menggambar sketsa secara tipis. Jadi ketika ada kesalahan, bisa menghapusnya secara mudah. Nah, agar hasil arsiran terlihat rapi, kamu harus menggosok-gosoknya berulang kali.

2 Macam Teknik Dussel dan Contoh Gambarnya

Tahukah kamu kalau teknik Dussel juga memiliki jenisnya tersendiri. Berikut ini penjelasan secara lengkap mengenai 2 macam teknik dussel dan contoh gambarnya.

Teknik dusel yang pertama ini hadir dengan gradasi warna super ciamik. Kesan goresan pensilnya menjadi halus dan tipis.

Untuk mendapatkan hasil seperti di gambar, kamu perlu menggosok garis gambar utama ke arah dalam.

Alhasil, garis utama pada gambar akan kabur. Arsiran pada bagian tepi garis, terlihat halus. Jika kamu menginginkan hasil arsiran yang tebal, bisa mengulangi cara tersebut.

Kedua, teknik Dussel seperti contoh gambar di atas. Secara teknis, cara mengarsir atau menggosoknya bisa dibilang cukup sulit.

Kamu bisa melihat hasil arsirannya gelap terang dan halus di bagian luar dalam. Sementara garis utama arsiran terlihat sangat jelas.

Sekilas juga ada beberapa kesan kilap yang membuat gambar terkesan nyata. Untuk mendapatkan gambar dengan kualitas seperti di atas, tentu kamu perlu jam terbang yang tidak sedikit.

Persiapan Pertama Sebelum Melukis dengan Teknik Dussel

Kamu termasuk pemula yang baru pertama kali mencoba menggambar dengan teknik ini? Tentu saja tidak hanya cukup mempelajari teorinya saja.

Kamu perlu mencoba membuat gambarnya juga. Kamu bisa mencoba membuat gambar menggunakan teknik dussel dilakukan dengan cara berikut.

  • Menyiapkan alat dan bahan untuk menggambar secara lengkap sebelum mulai.
  • Buatlah outline/garis tepi untuk memudahkan membuat sketsa gambar pada kertas.
  • Rebahkan/miringkan pensil pada seluruh objek gambar secara pelan-pelan dan satu arah.
  • Berikan gradasi/shadow menggunakan penghapus.

Nah, apakah persiapan pertamamu sudah selesai? Jika iya, jangan lupa koreksi kembali gambar atau arsiran kalau ada yang kurang sempurna.

Untuk mempertajam kualitas gambar yang kamu buat, mari simak tutorial lengkap menggambar di bawah ini.

Tutorial Cara Menggambar dengan Teknik Dussel dan Contoh Gambar

Tidak perlu bingung akan menggambar apa dan bagaimana menerapkan teori di atas. Mari simak tutorial dengan contoh gambarnya berikut ini.

a. Melukis Objek dengan Teknik Dussel

Melukis Objek dengan Teknik Dussel

Jika ingin mengarsir seperti gambar di atas? Yuk ikuti teknik arsir dussel di bawah ini..

  • Pertama, gunakan pensil untuk membuat sketsa gambar objek di atas kertas.
  • Arsir tipis, lalu ratakan arsiran pada objek/gambar.
  • Jika arsiran sudah seperti gambar di atas, gunakan jari telunjuk untuk mendusel.
  • Arsir kembali agar objek/gambar agar semakin menonjol.
  • Berikan sketsa tipis-tipis, lalu dusel pakai jari. Rapikan agar background bisa terlihat.
  • Untuk membuat efek highlight, gunakan penghapus untuk menipiskan bahkan menghilangkan beberapa bagian arsiran.

b. Melukis Wajah dengan Teknik Dussel

Melukis Wajah dengan Teknik Dussel

Ingin mencoba menggambar dengan detail yang lebih menakjubkan? Kamu bisa mencoba membuat gambar wajah menggunakan teknik dusel. Nah berikut ini gambar teknik dussel dan tahapan membuatnya.

Bagian wajah

  • Buatlah sketsa wajah sesuai dengan foto yang diinginkan.
  • Pertama, gambarlah bagian mata. Untuk bagian pupil mata dan sisi kiri mata harus ditebali dengan warna hitam.
  • Gambar juga bagian alis, rambut dan bibir.
  • Goreskan pensil secara miring pada bagian pipi dan dagu. Lalu gosok dengan jari tangan secara tipis dan merata.

Bagian leher dan kerah baju

  • Gunakan pensil pada bagian tepi leher secara tebal.
  • Untuk menghasilkan bayangan, gosok pelan goresan ke arah bawah dagu/janggut.
  • Gambar kerah baju. tebalkan goresan ke arah dalam/sebelah kiri. Lalu gosok perlahan. Lakukan hal yang sama pada kerah bagian kanan.
  • Buat arsiran agak tebal di bagian tengah kerah bagian atas untuk mendapatkan efek bayangan.

Penyelesaian

  • Gambar telinga harus memiliki ukuran yang sama dengan satunya. Bagian tengah telinga dan lekukan telinga harus digores sedikit dan digosok secara pelan.
  • Gambar rambut. Pertama, gores secara tebal dan lakukan berulang.
  • Kedua, arsir secara tipis lalu gosok secara pelan sampai warna hitamnya pekat.

c. Melukis Buah dengan Teknik Dussel

Melukis Buah dengan Teknik Dussel

Menggambar benda ataupun wajah sudah bisa? Kamu juga bisa mencoba menggambar buah dengan teknik yang satu ini. Berikut ini langkah-langkahnya:

  • Buatlah gambar sketsa buah secara tipis.
  • Arsir tipis gambar buah sampai tertutup rata.
  • Gunakan cotton bud untuk mendusel pada bagian gambar yang sudah diarsir.
  • Gunakan pola teknik arsir-dusel-arsir-dusel. Ulangi prosesnya secara pelan hingga hasilnya sesuai harapan.
  • Gunakan penghapus untuk memberi efek bayangan/highlight. Caranya yakni dengan arsir dan dusel.

Contoh Gambar Teknik Dussel

Cara menggambar yang paling mudah bagi pemula yakni meniru gambar lain. Ini bisa dijadikan sebagai latihan agar semakin mahir menggambar.

Berikut ini beberapa contoh gambar teknik dussel yang bisa kamu jadikan referensi.

  • Gambar Buah Menggunakan Teknik Dussel

  • Gambar Angsa Menggunakan Teknik Dussel

  • Gambar Tangan Menggunakan Teknik Dussel

7 Tips Sukses Menggambar dengan Teknik Dussel untuk Pemula

Selalu ada cara pintas agar proses belajarmu bisa lebih mudah. Dengan memperhatikan beberapa poin berikut, kamu bisa berproses menjadi seniman profesional nantinya. Gambar terbaik tentu dihasilkan dari proses terbaik juga, bukan?

Langsung saja, perhatikan tips berikut agar gambarmu semakin bagus.

  • Gunakan alat dengan kualitas baik. Misalnya saja untuk pensil 2B atau 4B. Pilih juga media kertas yang tidak mudah terkelupas teksturnya saat dihapus.
  • Buat suasana sekitar lebih kondusif agar kamu bisa menggambar dengan lebih fokus.
  • Perhatikan kebersihan dan pencahayaan ruang atau tempat yang akan digunakan.
  • Pahami tema atau konsep gambar yang akan kamu buat.
  • Latih tangan untuk bisa mengarsir dengan lebih lentur agar bisa menghasilkan efek tebal atau tipis yang lebih baik.
  • Nikmati proses menggambar tanpa harus terburu-buru cepat selesai
  • Terus semangat berlatih agar hasil gambarmu semakin bagus dari sebelumnya.

Bagaimana, sekarang kamu tentu sudah mengetahui teknik menghasilkan gambar dengan efek 3D, bukan?

Kuncinya kamu harus mengetahui teknik arsiran pada bagian yang tepat. Tentu saja agar letak arsiran gelap, arsiran tipis-tipis atau arsiran terang di beberapa bagian.

Teknik dusel biasanya digunakan untuk membuat beragam karya dengan kesan yang lebih nyata.

Untuk mendapatkan hasil terbaik, jangan patah arang saat menggambar, ya? Selamat mencoba menggambar dengan teknik dussel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like