Batik Parang: Pengertian, Asal-Usul, Ragam Motif, dan Filosofi

Adahobi, Batik Parang – Pada artikel kali ini kami membahas tentang pengertian apa itu batik parang, yang merupakan jenis batik khas asli daerah di Indonesia. Dimana batik parang memiliki beragam motif, filosofi serta asal usul batik parang diciptakan.

Kemudian, dilanjutkan dengan penjabaran tentang motif batik parang yang sangat beragam dari waktu ke waktu.

Dan tentunya filosofi apa yang dikandung dari setiap corak yang tergambar di setiap helai kain batik parang. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak penjelasan di bawah ini:

Pengertian dan Filosofi Batik Parang

Sebagai negara dengan kaya budaya, Indonesia memiliki ratusan hingga ribuan ragam budaya khas berupa batik. Salah satu batik legendaris di Indonesia adalah batik parang.

Parang sendiri berasal dari kata pereng yang artinya lereng. Lereng atau perengan merupakan gambaran garis menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal. 

Batik parang mengandung makna yang luhur dan tinggi. Motif huruf ‘S’ pada batik parang menggambarkan semangat yang senantiasa berkobar, untuk terus memperbaiki diri, mencapai kesejahteraan, serta menjaga tali persaudaraan dan kekeluargaan. 

Dan garis diagonal lurus melambangkan bentuk penghormatan, cita-cita, dan kesetiaan jiwa manusia kepada nilai-nilai luhur.

Pola dinamis pada motif batik parang ini menampilkan ketangkasan, kewaspadaan, dan kontinuitas sebagai cerminan karakter yang harus dimiliki manusia. 

Baca juga: 5+ Macam Teknik Membatik yang Sering Digunakan

Ragam Motif Batik Parang

Batik memiliki beraneka ragam motif, batik motif tanaman, hewan, hingga manusia. Batik parang sendiri memiliki ciri khas motif huruf S yang disusun salin-menyalin menurun secara berkesinambungan dari atas ke bawah.

Bentuk dasar S menggambarkan ombak samudra. Ada empat ragam motif batik parang, di antaranya:

1. Parang Rusak

gpswisataindonesia.com
gpswisataindonesia.com

Motif batik Parang yang pertama adalah Parang Rusak. Motif batik ini menggambarkan ombak yang senantiasa menghujam karang pantai tiada henti. 

Meskipun memiliki nama Parang Rusak, bukan berarti batik ini memiliki makna yang buruk.

Justru batik Parang Rusak ini dipercaya melambangkan jiwa manusia yang kokoh mengendalikan dirinya dalam melawan kejahatan, mereka adalah sosok yang bijaksana dan memiliki karakter mulia sebagai pemenang. 

2. Parang Barong

Parang-Barong
inibaru.id

Selain Parang Rusak, Motif batik Parang lainnya adalah batik Parang Barong. Parang Barong merupakan batik Parang yang memiliki motif dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan motif batik parang rusak, yakni sekitar 20 cm. 

Motif parang barong dipercaya memiliki makna pengendalian diri yang dinamis dan dilakukan secara terus menerus, sehingga menciptakan karakter kebijaksanaan dalam gerakan, dan penuh kehati-hatian dalam segala tindakan. Motif ini diciptakan oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma.

3. Parang Klitik

 

Batik Parang Klitik
wikipedia.org

Parang Klitik merupakan motif parang dengan susunan halus dan kecil. Motif ini menampilkan pola huruf ‘S’ yang rapat dan padat. 

Berbeda dengan motif parang sebelumnya, motif ini lebih menampilkan citra feminim yang penuh dengan karakter lemah lembut, perilaku halus, serta penuh kebijaksanaan.

Oleh karena itu, motif batik Parang Klitik ini dahulu umumnya digunakan oleh para putri kerajaan.

4. Parang Slobog

Parang Slobog
lensabudaya.com

Motif batik Parang yang keempat adalah motif Parang Slobog. Motif ini dikenal sebagai motif yang melambangkan keteguhan, ketelitian, dan kesabaran. 

Motif ini tidak bisa digunakan sembarangan, sebab motif ini telah menjadi tradisi kerajaan untuk digunakan ketika upacara pelantikan.

Dengan digunakannya motif batik Parang Slobog ini diharapkan pemimpin yang dilantik mampu menjalankan amanah yang diemban dengan penuh bijaksana.

Asal-usul Batik Parang

Batik parang merupakan salah satu batik tertua dan batik asli Indonesia. Batik parang sudah ada sejak zaman keraton Mataram Kartasura (Solo). Konon, batik ini diciptakan oleh Panembahan Senopati saat beliau bertapa di Pantai Selatan. 

Panembahan Senopati mengamati ombak yang memecah lautan. Dari gulungan ombak itu dilambangkan dengan huruf ‘S’ yang tergambar sebagai ciri khas batik parang dari awal mulanya diciptakan hingga hari ini.

Baca juga : Ketahui Fakta Menarik Batik Mega Mendung !!

Perkembangan Motif Batik Parang

Semakin modern perkembangan zaman, semakin berkembang pula motif dan ragam batik parang.

Terlebih lagi, motif ini yang memiliki kombinasi berulang, sehingga dengan mudahnya dapat dicetak dengan algoritma vector. Batik vector ini dapat dihasilkan dengan lebih mudah, cepat, dan tentunya lebih terjangkau. 

Alhasil batik parang kini tidak hanya diakses oleh kalangan keturunan kerajaan, melainkan dapat dijangkau oleh masyarakat khalayak  umum.

Meskipun begitu tidak mengurangi makna simbolik yang terkandung di setiap untaian motif yang tergambar.

Ada puluhan ragam varian motif batik parang seiring perkembangan zaman, di antaranya adalah:

1. Parang Motif Merak

Parang Motif Merak
fimela.com

Meskipun telah memasuki zaman modern, motif batik ini tidak kehilangan ciri khas motif batik parang itu sendiri. Motif batik parang ini justru memberikan kesan unik dan elegan. 

Batik ini memiliki latar motif parang yang dikombinasikan dengan motif burung merak yang cantik. Dan setiap bagian tepi kainnya, terdapat aksen bunga-bunga yang kian menambah kesan menarik motif parang ini. 

Selain motifnya yang indah dan cantik, parang motif merak ini pun tersedia dalam berbagai pilihan kombinasi warna yang semakin memperkuat kecantikan bagi yang mengenakannya. Sehingga kerap motif ini dikenakan oleh para kaum perempuan.

2. Parang Kusumo Jogja

Motif-Batik-Parang-Kusumo-Jogja
123rf.com

Berbeda dengan Parang Motif Merak, motif Parang Kusumo Jogja ini justru lebih menampakkan kesan sederhana dan elegan.

Corak utama dari batik ini sama seperti motif parang pada umumnya, hanya berupa kombinasi pola huruf S dengan disertai bulatan-bulatan dan pola permata di setiap ujungnya.

Batik Parang Kusumo Jogja pun tidak mengandung banyak varian warna, sederhana dengan mengkombinasikan dua atau tiga warna.

Di samping itu pula, warna yang tampak sangat netral, seperti putih dan coklat. Sehingga, batik ini sangat cocok dipadu padankan dengan berbagai model outfit dan warna.

3. Parang Curigo Merah

Parang-Curigo
bukalapak.com

Motif batik parang curigo lebih menampilkan kesan mencolok. Motif ini merupakan perkembangan dari pola parang curigo yang sudah ada.

Kata curigo diambil sebab corak keris tanpa sarung menghiasi motif batik ini. Keris sendiri merupakan lambang kecerdasan dan ketenangan bagi budaya jawa. 

Motif batik ini mengkombinasikan dua pola di dalamnya, yakni pertama pola parang curigo dan yang kedua menyerupai motif kawung. 

Meskipun begitu, motif cukup sederhana dalam pemilihan warnanya. Hanya ada dua kombinasi warna.

Akan tetapi, warna yang digunakan sangat berani dan mencolok. Dengan demikian, batik ini lebih serasi jika dipadu padankan dengan baju berwarna soft atau netral.

4. Parang Tuding

Parang-Tuding
Pinterest.com

Motif parang tuding merupakan motif yang sedikit berbeda dengan motif parang pada umumnya.

Sebab, motif ini tidak begitu menampilkan parang secara kentara dan khas pada umumnya. Malah justru, motif ini menampilkan corak yang menyerupai jari telunjuk dengan susunan yang berjajar rapat dan padat.

Jika diamati secara seksama, motif ini terlihat memiliki corak yang cukup tua dan mengandung makna yang begitu mendalam.

Dipercaya bahwa siapa yang memakai kain batik dengan motif parang tuding ini mampu menunjukkan nilai-nilai positif dan contoh yang baik. 

5. Parang Cantel

Parang-Cantel
infobatik.id

Motif parang cantel sendiri memiliki susunan motif huruf ‘S’ yang lebih kecil ramping. Jika diamati secara sekilas, motif batik ini bahkan lebih terlihat seperti huruf ‘N’ yang disusun secara simetri dan sejajar.

Oleh karena itu, motif ini dikenal sebagai motif parang cantel.

Motif batik ini dikombinasikan dengan berbagai varian warna dan sesekali ditambahkan dengan motif lain sebagai hiasan pendukung, seperti bunga dan dedaunan.

Motif pendukung ini mampu menambah kesan motif tua ini lebih hidup dan lebih modern.

6. Parang Kusumo

Parang-Kusumo
flickr.com

Jika ada batik parang kusumo jogja, bukan berarti sama seperti motif batik parang kusumo. Keduanya berbeda, di mana batik parang kusumo memiliki garis-garis tegas di setiap coraknya.

Selain itu, pola huruf ‘S’ pada motif parang kusumo terlihat lebih ramping dibandingkan dengan batik parang kusumo jogja.

Motif ini menampilkan kesan sederhana dan cukup menarik. Nama kusumo sendiri memiliki arti bunga. Sehingga, bagi sang pemakai diharapkan mampu berjuang untuk keharuman lahir batinnya.

7. Parang Rusak Barong Warna Cerah

Parang-Rusak-Barong-Warna-Cerah
Wikipedia.com

Batik parang rusak barong warna cerah merupakan motif batik yang memiliki pola huruf ‘S’ dengan ukuran lebih besar dibandingkan motif yang lainnya.

Dengan ukuran yang terbilang besar ini, sehingga nama motif ini disebut dengan motif parang barong.

Seperti halnya motif parang pada umumnya, dahulu motif ini hanya dikenakan oleh kalangan bangsawan dan keturunan kerajaan saja. 

Namun saat ini, motif ini banyak dipadu padankan dengan gaya modern. Motif khasnya diberi warna cerah tidak menghilangkan makna yang terkandung di dalamnya.

Pemilihan warna cerah ini dipakai sebab ingin menampilkan ciri khasnya dengan cara lebih berani dan mencolok.

8. Parang Centung

Parang-Centung
fasnina.com

Motif parang centung merupakan motif batik parang dengan keunikan aksen pola tambahan berbentuk seperti sendok nasi.

Itulah sebabnya motif batik dinamakan dengan motif batik parang centung. Kata centung yang berarti sendok nasi dalam bahasa jawa.

Motif batik ini menampilkan kesan feminim, sehingga motif ini biasa digunakan para kaum hawa pada upacara tujuh bulanan serta pesta pernikahan. 

9. Parang Curigo Mlinjon

Parang Curigo Mlinjon
grahabatik.com

Perkembangan zaman menyebabkan motif parang juga mengalami perkembangan. Hal ini ditunjukkan dengan motif parang curigo yang mengalami perkembangan menjadi motif parang curigo mlinjon. 

Perbedaan antara batik curigo dengan batik curigo mlinjon adalah adanya pola permata pada motif curigo mlinjon yang tampak begitu jelas di antara baris parang yang tersusun rapi. Pola ini disebut dengan mlijon, sehingga motif ini disebut dengan parang curigo mlijon.

Pola batik curigo mlinjon ini melambangkan pusaran air yang berada di antara gulungan ombak lautan.

Motif ini biasa digunakan pada acara-acara pesta sebab terkesan elegan dan sederhana. Di samping demikian, motif ini pun digambarkan dengan berbagai varian warna, sehingga mudah divariasikan dengan baju lainnya.

10. Parang Sketsa

Parang-Sketsa
Pinterest.com

Sesuai dengan namanya, batik parang sketsa merupakan motif batik parang yang menggambarkan motif parang dengan tampilan seperti sketsa suatu gambar. 

Batik parang ini cukup klasik, sebab tidak ada tambahan atau gubahan terhadap pola motifnya. Hanya saja digunakan unsur modern dengan penggunaan warna minimalis berupa hitam dan putih.

Motif batik parang sketsa ini sangat cocok digunakan sebagai bahan kemeja stylish dan gaun indah yang tanpa menghilangkan khas batik namun tetap menawan.

11. Parang Seling Warna

Parang-Seling-Warna
prelo.co.id

Batik parang seling warna merupakan motif varian terbaru dari motif parang pada umumnya.

Motif ini menampilkan pola parang yang relatif kecil dan dikombinasikan dengan pola tambahan lainnya agar lebih indah dan menarik.

Dari segi warna, batik ini lebih cerah dan bervariasi dibandingkan motif parang lainnya.

12. Parang Bermakna

Parang-Bermakna
kainusa.id

Batik parang bermakna merupakan motif parang modern dengan kombinasi pola parang dengan pola bunga dan dedaunan.

Motif parang ini digambarkan dengan menonjolkan kesan yang feminim, sehingga sangat cocok dipadu padankan sebagai busana wanita yang cukup menawan dan elegan.

13. Parang Motif Curigo

Parang-Motif-Curigo
peditren.com

Batik dengan motif curigo merupakan batik dengan ragam pola keris yang berada di antara susunan pola huruf ‘S’. Pola keris pada motif ini disimbolkan dengan garis lekuk-lekuk.

Parang motif ini digambarkan dengan kombinasi dua warna sederhana namun tetap sarat akan makna. Di mana sang pemakai kain ini diharapkan mampu bersikap tenang dan berpikir secara bijaksana.

Umumnya batik ini menggunakan warna hitam sebagai dasar kain dan putih sebagai warna pola batik.

Penutup

Setelah kita membahas tentang apa itu batik parang yang penuh sarat makna dan juga kaya dengan kombinasi motif dan warna sebagai kekayaan khazanah nusantara. Sehingga, hari ini tugas kita untuk menjaga dan melestarikannya.

Batik parang kini dapat dikreasikan menjadi beragam model baju dan warna. Sehingga dapat dikenakan di berbagai upacara adat, acara pernikahan, pesta, hingga baju dinas para abdi negara. 

Batik parang tidak hanya cocok bagi kawula tua, bahkan juga masih stylist jika dikenakan para kawula muda Indonesia. Dan ini mampu membentuk karakter cinta kepada budaya Indonesia.

Sudahkah Anda mengoleksi salah satu dari sekian banyak motif batik parang khas Indonesia? Jika sudah, yuk segera isi di kolom komentar ya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like