17+ Inspirasi Puisi Senja Terbaik, Romantis dan Indah

Adahobi, Puisi Senja – Puisi merupakan karya sastra yang cukup populer dan bertahan cukup lama dari masa ke masa. Puisi dapat diciptakan dengan berbagai genre atau tema. Ada tema puisi sedih, bahagia, atau bahkan puisi senja.

Nah, pada artikel kali ini kita akan membahas tentang puisi senja. Apa itu puisi senja? Dan ada berapa macam puisi senja? Serta bagaimana contoh karya sastra puisi senja? Yuk bagi kamu yang penasaran, mari simak penjelasan lengkapnya berikut ini:

Pengertian Puisi

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Puisi atau sajak adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, mantra, rima serta penyusunan larik dan bait. Biasanya puisi mengandung ungkapan penulis mengenai emosi, pengalaman maupun kesan yang kemudian dituangkan ke dalam tulisan dengan bahasa yang baik sehingga dapat berima dan enak untuk dibaca.

Pengertian Puisi Senja

Puisi Senja
pixabay

Senja memang kerap diyakini sebagai salah satu waktu yang estetik alias mengandung banyak memori dan kenangan, sehingga tak jarang seseorang memanfaatkan waktu senja sebagai waktu untuk menghasilkan karya puisi bahkan dijadikan sebagai tema puisi.

Puisi senja sendiri merupakan salah satu bentuk karya sastra yang berupa puisi dengan mengangkat tema senja. Biasanya puisi dengan jenis tema ini menggambarkan sedih, penantian, dan lain semacamnya.

Macam-macam Puisi Senja

Puisi senja ada beberapa macam, tergantung suasana senja yang diangkat, bisa suasana bahagia, sedih, atau juga tidak sedikit yang menggambarkan penantian di waktu senja. Apa saja macam-macam puisi senja? Berikut adalah penjelasan lengkap beserta contohnya.

Puisi Senja Sedih

Puisi Senja
pixabay

Siapa sangka puisi senja dengan genre sedih lebih banyak diminati. Puisi jenis ini banyak mengekspresikan kegalauan diri, kesulitan, kebimbangan, dan lain semacamnya. Bagaimana contoh puisi senja sedih? Berikut contohnya:

Tak Seindah Rupa Senja

Mentari turun

Seolah tak berdaya

Mentari menyerah

Bersama jiwa lelah

 

Udara sore yang hangat

Tiba-tiba membeku

Sedingin kobar

Yang tak menyala itu

 

Tak ada ucap

Apalagi irama nada

Hanya ada hulu hilirnya udara

Dari dua lubang hidungnya

 

Senja,

Kau tak seindah rupa

Hanya ada merah luka

Yang tak bersuara

***

Senja Tak Kuasa

Senja,

Langit terang telah meredup baginya

Udara hangat telah membeku karenanya

Senyum indah telah lenyap dari garis bibirnya

 

Senja,

Saat kau hadir menjelma

Bahagiaku sirna

Bersama kelemahan jiwa

 

Dan senja,

Aku tak kuasa

Melawan waktu singgasana

Menempuh jarak dunia

 

Di kala senja,

Entah bagaimana

Kuasa mendaratkan langkah

Tapi segalanya tak berdaya

***

Di Ujung Senja

Di ujung senja

Aku menatap rupa jendela

Rintik tangis membasahi tanah

Semesta mengatupkan suasana

 

Basah menyergap segala penjuru

Jalan tergenang pilu sendu

Jiwaku sunyi

 

Hanya butiran hujan yang meramai

Tapi tidak dengan diri ini

Di ujung senja kali ini

Aku masih sendiri

***

Senja yang Telah Usai

Senja hari ini begitu nampak lelah

Tanpa ceria atau selekuk senyum rupa

September berakhir dengan senja meronta

 

Jika bahagia milik senja,

Tapi kali ini sangat berbeda

Senja September ini menjadi saksi

Antara dua jiwa yang memilih mengakhiri

 

Harapan, cita-cita, serta angan

Memburam mengikuti ia berjalan

Menghilang bersama mentari tenggelam

Dan berakhir gelap tanpa sisa membayang

***

Inspirasi Lainnya :

Puisi Senja Bahagia

Puisi Senja Bahagia
pixabay

Puisi dengan tema senja juga kerap menggambarkan emosi kebahagiaan dan juga kebersamaan. Puisi bahagia dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengungkapkan perasaan sang penulis. Apa saja contoh puisi senja bahagia? Berikut adalah contoh puisi senja bahagia:

Kau Hadir Bersama Senja

Dan kau hadir

Mewarna merah merona

Menyirat suka tanpa kata

Melukis manis tanpa gula

 

Kau hadir

Menjadi dua antara

Teriknya lara

Bersama menjelangnya

Gelap gulita

 

Tapi kau selalu hadir

Menjadi istimewa

Yang tiadanya, pasti dipuja

Yang bersamanya, pasti berwarna

 

Dan kau selalu hadir

Bersama senja yang kurasa

Gegap gempita sukma

Di bibir senja penuh memorinya

***

Karena Senja Hanya Datang Sekali Saja

Sebelum malam menjelang

Cakrawala menyala riang

Merah jingga merangkak menawan

Segala warna mencumbu awan

 

Di kala mentari berpulang,

Alam terasa dalam hangatnya pelukan

Tidak ada dua masa baginya

Waktu terus mengalir memutarnya

 

Di atas buih air lautan

Atau di sebalik langit berawan

Ada dunia yang menyala

Berkilauan suka dan mesra

 

Kemanapun kita melangkah

Kapanpun dunia berputar darinya

Satu hal tetap sama,

Mentari akan selalu duduk di kala senja

Tanda alam akan beristirahat dalam gelap tenang

 

Sejak pagi hingga malam menjelang

Kupeluk hangat berkah miliknya

Kuhirup udara bersama hembusan bahagia

Karena senja hanya datang sekali di antaranya

***

Senja Merdu

Di kala jingga senja selalu ada bayang bahagia

Aku mengulang setiap dentuman detik berputar

Terdengar riuh kicau burung berterbangan

Mengajakku berdansa di dalam ingatan

 

Ah, senangnya…

Begitu merdu senja berdendang mesra

Rasanya, tak ingin hilang senja dari indahnya

Berubah gelap tanpa bayang cerita

 

Tapi senja akan berlalu

Senja akan segera berganti

Entah senja kapan lagi

Kutemukan jingkrak di dalam hati

 

Entah kapan senja lagi

Akan kutemukan tafsir ayat mesra ini

Aku hanya berpangku pada takdirMu

Bahwa senja merdu kan kembali tepat waktu

Membawa irama syahdu di dalam kalbu

***

Puisi Senja Menanti

Puisi Senja Menanti
pixabay

Siapa sangka bahwa senja dapat dijadikan suatu momen penantian, entah itu berujung pertemuan atau hanya sekedar penantian. Dengan demikian senja mampu membangun perasaan rindu, menanti seseorang, dan lain semacamnya. Untuk mengetahui bagaimana gambaran penantian, berikut adalah contoh puisi senja menanti:

Bersama Senja

Aku duduk termenung

Bersama mentari yang pamit pulang

Di antara desisnya angin pantai

Beserta gelombang yang saling adu tikam

 

Menanti dirimu

Membayang hadirmu

Memeluk anganmu

 

Kau selayak garam di antara buih

Meski terasa tapi butuh perihnya panas

Agar siap menjelma

 

Tak semudah angin 

Yang membawa ombak terbang

Tak seringan awan

Yang berlalu lalang

 

Hadirmu hanyalah pilu 

di antara gundukan harapan

penantian…

***

Luka Penantian di Balik Senja

Ini sudah senja kesekian sayang

Begitu usang kuhirup penantian

Tubuh mematung bersama langit bungkam

Batu memecah menadah hujan

 

Luka ini masih berdarah sayang

Terlalu dalam kau kubur kabar kelam

Membisu menatap mentari semakin temaram

Jingga datang memeluk gelap malam

 

Aku hanya bisa menumpuk beberapa keluh

Di antara pilu yang lebam membiru

Datang adalah impian, namun nyata dalam kepalsuan

Meski penuh ragu, aku masih mengharapmu

***

Gelapnya Merindumu

Merindumu

Pagi dan senja beradu

Bergantian menemuiku tanpamu

 

Kau bilang akan datang

Tapi pagi yang kau bilang

Hanya ada gelap bersama senja

Kemudian semakin pekat tak berbayang

 

Kau kemana?

Jika senja bertamu, malam kan siap menjemputku

Tapi kamu tak kunjung bertamu menemuiku

Hanya beberapa mimpi di alam rinduku

***

Penutup

Itulah penjelasan tentang puisi senja beserta beberapa contohnya, bagaimana? Menarik bukan? Apa arti senja untukmu? Yuk tuliskan pengalamanmu di kala senja menjadi beberapa bait puisi di kolom komentar ya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like