Adahobi, Zaman neozoikum (kenozoikum/senozoikum) merupakan zaman yang muncul setelah zaman creataceous (mesozoikum) atau lebih tepatnya sekitar 65.5 juta tahun yang lalu.

Pada zaman ini bumi bisa dikatakan sudah lebih stabil karena telah terbentuk sepenuhnya, berbeda dengan zaman mesozoikum dimana mamalia dan reptile berukuran besar masih menguasai sebelum pada akhirnya punah akibat jatuhnya benda langit yang menghantam bumi.

Nah, untuk pembahasan lebih lengkap mengenai zaman neozoikum, sejarah, ciri dan pembagian periode di masa ini bisa Anda simak ulasan berikut.

Pengertian Zaman Neozoikum

Dilihat dari sejarahnya, zaman ini memiliki pengertian yang saling terikat dari sisi geologi dan sisi etimologi. Secara umum, kedua sisi tersebut mengartikan :

Zaman neozoikum adalah kebaharuan dimana bumi telah terbentuk secara menyeluruh dan kehidupan di dalamnya sudah mulai stabil.

 

Jika dilihat dari sisi geologi, zaman ini adalah suatu zaman yang menandakan bahwa masa klasik geologi telah mencapai titik akhir. Awal mula terbentuknya zaman ini yakni sekitar 65,5 juta tahun silam dimana zaman Mesozoikum berakhir ditandai peristiwa kepunahan hewan dinosaurus. Hewan predator tersebut mengalami kepunahan pada akhir masa periode kapur secara besar-besaran.

Kemudian jika dilihat dari sisi etimologi, zaman ini mempunyai nama lain yakni zaman Kenozoikum. Nama tersebut diambil dari Bahasa Yunani yang terdiri dari kata ‘Kainos’ dan ‘Zoe’. Makna ‘Kainos’ adalah ‘baru’, sedangkan ‘Zoe’ adalah ‘kehidupan’. Sehingga zaman ini diartikan sebagai suatu kehidupan yang baru terbentuk sekitar 65 juta tahun silam.

 Baca Juga : Pembahasan Materi Zaman Arkaekum (Arkeozoikum) !!

Ciri – Ciri Zaman Neozoikum

Ciri Zaman Neozoikum

Zaman neozoikum mempunyai ciri-ciri tertentu yang menjadi pembeda dengan beberapa zaman lainnya yang telah terjadi sebelumnya. Ciri-ciri tersebut antara lain :

1. Terjadi 60 juta tahun silam

Sekitar 60 juta tahun silam, zaman ini terbentuk setelah zaman mesozoikum berakhir yang ditandai dengan punahnya hewan predator dinosaurus secara besar-besaran. Zaman ini dikenal juga dengan periode bumi yang keempat maupun zaman akhir karena belum adanya zaman terbaru setelah zaman ini terbentuk.

Kepunahan hewan dinosaurus terjadi di masa 23-65 juta tahun silam. Kemunculan berbagai jenis tanaman, beraneka ragam mamalia, serta hutan menjadi semakin meluas dengan banyaknya rerumputan yang tumbuh di masa 33-56 juta tahun silam. Lalu di masa 23-33 juta tahun silam spesies baru mulai bermunculan.

2. Punahnya zaman dinosaurus

Dinosaurus yang merupakan salah satu jenis hewan reptil predator berukuran besar di masa ini mengalami kepunahan secara massal. Tidak hanya jenis dinosaurus saja yang mengalami kepunahan, akan tetapi jenis lainnya seperti brontosaurus, tyrannosaurus, hingga pterosaurus baik yang hidup di darat maupun di air semuanya punah tanpa terkecuali.

Hal ini disebabkan karena di zaman neozoikum ini iklim di bumi sangat ekstrim hingga tidak stabil jika dibandingkan dengan beberapa zaman yang sudah terjadi sebelumnya. Penyebab lainnya yakni hantaman mengejutkan akibat meteor yang jatuh di daerah Meksiko, tepatnya di semenanjung Yucatan.

3. Iklim di bumi belum stabil

Peristiwa alam seperti penurunan keadaan suhu di bumi dalam kadar yang begitu ekstrim terjadi secara global di zaman neozoikum. Fenomena alam tersebut mengakibatkan timbunan es muncul hingga kapasitasnya melebihi batas normal sehingga suhunya sangat dingin seperti di kutub. Peristiwa tersebut mulai mereda ketika telah memasuki titik akhir di zaman kuarter.

Di zaman tersebut, iklim di bumi kondisinya menjadi normal kembali, namun beberapa benua dan pulau yang ada di beberapa wilayah terpecah akibat dampak dari peristiwa normalnya kondisi iklim bumi. Terpecahnya beberapa benua dan pulau juga merupakan dampak signifikan dari air laut yang mengalami kenaikan menuju ke atas permukaan.

4. Terjadi pembagian zaman

Pada zaman ini terjadi pembagian zaman yakni zaman kuarter dan zaman tersier. Fase neogen dan fase paleogen merupakan dua fase pada zaman tersier. Di zaman ini ada beberapa peristiwa yang menjadi penanda dari adanya kehidupan seperti mamalia yang berkembang pesat dan terbentuknya gunung yang merupakan akibat pergerakan endogen dalam bumi.

Selain itu, kemunculan manusia purba juga terjadi. Namun, di masa ini kondisi suhu bumi menurun drastis hingga zaman neozoikum disebut juga dengan zaman es. Kondisi ini menyebabkan beberapa pulau terbentuk dan permukaan air laut menurun. Peristiwa-peristiwa tersebut menjadi awal mula munculnya homo sapiens atau manusia cerdas.

5. Kehidupan mulai berkembang pesat

Di zaman ini kehidupan mamalia dan manusia purba mulai berkembang pesat. Di zaman ini mamalia dan manusia purba dapat melangsungkan hidupnya secara aman karena tidak ada gangguan hewan predator berukuran besar seperti dinosaurus dan kondisi iklim serta cuaca bumi lebih baik dari beberapa zaman yang terjadi sebelumnya.

Meskipun begitu, mamalia dan manusia yang hidup di zaman ini pernah mengalami masa sulit dimana mereka harus bertahan hidup dalam peristiwa alam seperti goncangan bumi dan penurunan suhu yang silih berganti. Peristiwa tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi makhluk hidup yang bertahan dalam kondisi kehidupan seperti itu.

6. Terjadi Migrasi Secara Besar-besaran

Untuk mempertahankan kehidupan, tepatnya pada periode tersier terjadi migrasi hewan secara besar-besaran.Hal tersebut dipicu oleh perubahan iklim dan juga suhu bumi yang berbeda-beda di setiap wilayah.

Sehingga hewan dan juga manusia purba harus menyesuaikan kehidupannya dengan terus berpindah-pindah dari wilayah satu ke wilayah lainnya. Misalnya saja seperti yang dilakukan gajah purba berbulu tebal migrasi ke daerah dengan hamparan es yang luas (kutub).

7. Sering terjadi aktivitas tektonik

Pada zaman neozoikum kondisi alam masih tidak menentu dimana banyak sekali aktivitas tektonik yang terjadi dan berulang-ulang seperti gempa, gunung meletus, dsb.

Adapun peristiwa tersebut yang mengakibatkan terbentuknya perbukitan, gunung dan juga lembah yang bisa kita saksikan sampai saat ini.

Pembagian Zaman Neozoikum

Pembagian Zaman Neozoikum

Pembagian zaman yang terjadi di periode ini antara lain zaman palogen atau tersier, dan zaman neogen, dan zaman kuarter dengan ciri khas masing-masing sebagai berikut :

1. Zaman Tersier (Palogen)

Keberlangsungan zaman ini masih dibagi menjadi tiga periode yaitu zaman eosen, oligosen, dan paleosen.

  • Zaman Paleosen

Zaman paleosen merupakan periode transisi antara peristiwa musnahnya zaman kapur menjadi lingkungan yang dipenuhi oleh hutan-hutan. Pada masa ini daratan mulai terbentuk seperti yang kita lihat di peta sementara suhu bumi waktu itu masih hangat dan reptile penghuni lautan sudah punah.

  • Zaman Eosen

Zaman eosen ditandai dengan berhentinya evolusi bentuk hewan yang tinggal di hutan dan terjadi sekitar 34-54 tahun yang lalu. Hal ini bisa kita lihat dari puncak rantai saat ini masih di kuasai oleh burung yang bernama paracrax.

Adapun suhu bumi yang semula masih di kisaran panas mulai mendingin akibat terjadinya pendinginan global dan sekarang mamalia seperti andrewsarchus menduduki puncak rantai makanan saat ini.

Sedangkan di akhir periode zaman eosen ditandai dengan hutan yang semakin penuh, daratan meluas terbentuk, dan suhu bumi menjadi lebih hangat dari sebelumnya.

  • Zaman Oligosen

Zaman oligosen ditandai dengan mulai bertumbuhnya jenis rerumputan dan menyebabkan berevolusinya beberapa spesies hewan dan tanaman yang terjadi sekitar 23-34 juta tahun yang lalu.

2. Zaman Neogen

Zaman neogen terbagi menjadi dua periode yaitu pliosen dan zaman miosen yang diperkirakan terjadi sekitar 2.5 – 23 juta tahun yang lalu.

  • Zaman Pliosen

Di zaman pliosen, iklim di bumi mengalami perubahan drastis sehingga tanaman dan hewan mulai berkembang dan tingkat laut Australopithechus yang ada di Afrika berevolusi sehingga laut Mediterannia mengalami kekeringan sehingga membentuk sabana yang luas.

  • Zaman Miosen

Di zaman miosen, daratan semakin didominasi oleh pertumbuhan rerumputan yang meluas. Evolusi berang-berang laut, hewan yang memiliki kuku berjumlah ganjil, dan hutan kelp terjadi di zaman ini. Selain itu, tanaman biji-bijian juga mengalami evolusi sekitar 95% dan bumi mengalami keadaan yang gersang.

3. Zaman Kuarter

Zaman kuarter adalah periode yang terjadi 2.5 juta tahun yang lalu sampai sekrang yang ditandai dengan iklim di bumi mengalami perubahan drastis. Di zaman ini hewan modern juga mulai muncul. Ada dua zaman yang terjadi di zaman ini, yakni zaman holosen dan zaman pleistosen.

  • Zaman Pleistosen

Zaman pleistosen yang ditandai dengan zaman es terjadi peristiwa ekspansi pada manusia purba. Pemusnahan massal pada berbagai hewan dan manusia purba terjadi di zaman ini. Pemusnahan tersebut terjadi karena akibat adanya tren pendinginan pada pertengahan zaman eosen sehingga disebut zaman es yang menjadi akhir sejarah dari zaman neozoikum.

  • Zaman Holosen

Zaman holosen merupakan saksi dari seluruh sejarah kehidupan manusia dan seluruh isi dunia. Zaman ini dimulai sekitar 11.700 tahun yang lalu sampai sekrang ini. Adapun salah satu hewan purba yang bisa kita temui adalah Komodo dan termasuk ke dalam hewan prasejarah yang dilindungi. 

Flora dan Fauna Zaman Neozoikum

Flora dan Fauna Zaman Neozoikum

Adapun perkembangan flora dan fauna di zaman neozoikum bisa dikatakan cukup signifikan. Hal ini terjadi pada masa neogen dimana populasi hewan invertebrata laun mengalami kenaikan 18% begitu juga jenis-jenis flora di alam.

1. Flora Zaman Neozoikum

Pertumbuhan flora yang terjadi di zaman ini terus mengalami evolusi yang signifikan. Hal ini sangat terlihat di periode tersier atau lebih tepatnya pada zaman paleogen dan neogen.

Hal ini ditengarai dengan terjadinya perluasan rumput dan hutan secara meluas yang tentu saja memicu spesie-spesies baru di dalamnya.

2. Fauna Zaman Neosoikum

Perkembangan fauna di zaman ini memang silih berganti, hal ini berawal sejak periode tersier dimana mengalami beberapa fase :

  • Kepunahan masal reptil raksasa
  • Kemunculan mamalia modern pertama
  • Kemunculan jenis mamalia baru seperti mammoth, marsupial, anjing dan lain sebagainya.

Peninggalan Zaman Neozoikum

Peninggalan Zaman Neozoikum
liputan6.com

Berbicara mengenai sejarah, keberadaan zaman ini sendiri bisa dibuktikan dengan adanya peninggalan zaman neozoikum. Adapun peninggalan tersebut berupa temuan fosil diberbagai wilayah serta peralatan dan artefak kuno yang diduga milik manusia purba kala itu. Nah, Beberapa diantaranya adalah :

  • Penemuan fosil gigantrophus (manusia purba raksasa) dari fase pliosen di kaki himalaya dan di india utara
  • Penemuan fosil Austrealopithecus (kera manusia dari selatan) yang ditemukan di Afrika timur dan selatan
  • Penemuan fosil Sinatrophus Pekinensis di Cina
  • Penemuan fosil Pithecantrophus Erectus di Ngawi Jawa Tengah
  • Penemuan fosil Mammouth (gajah purba raksasa berbulu)
  • Penemuan fosil Choeromous (babi purba)
  • Penemuan fosil Homo Wajakensis (nenek moyang bangsa australoid) pada periode pleistosen
  • Penemuan artefak kapak perimbas monofasial (untuk mengiris binatang buruan)
  • Penemuan batu gumpal untuk menumbuk makanan

Itulah pembahasan lengkap mengenai sejarah zaman neozoikum lengkap dengan ciri peradabannya dan pembagian periode di masa tersebut. Semoga bisa membantu dan menambah wawasan Anda!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like