Pengertian Daur Fosfor dan Penjelasannya [Materi Lengkap]

Adahobi, Daur fosfor merupakan daur paling sederhana dan bersifat lokal karena dalam prosesnya tidak melalui atmosfer. Daur fosfor sendiri masih termasuk dalam daur biogeokimia yang akan menggambarkan transformasi dan translokasi fosfor dalam tanah, air maupun bahan organik hidup/mati.

Daur fosfor sangat penting dalam kehidupan makhluk hidup karena ketersediaan fosfor di lingkungan sangatlah terbatas. Nah, bagi Anda yang penasaran lebih jauh apa itu daur fosfor, bagaiaman proses skemanya dan  seperti apa sifat yang dimilikinya, bisa menyimak penejelasan lengkap di bawah ini.

Pengertian Daur Fosfor

Daur fosfor adalah proses perubahan fosfat dari yang semula fosfat anorganik menjadi fosfat organik kemudian kembali menjadi fosfat anorganik secara kesinambungan dan tanpa jeda.

Pengertian Daur Fosfor

Fosfor sendiri merupakan mineral penting yang bisa dijumpai pada seluruh hewan dan tanaman serta bisa juga ditemui di tanah, air dan sedimen. Akan tetapi senyawa ini tidak bisa ditemukan dalam kandungan udara.

Fosfor terdiri atas dua bentuk senyawa yang berbeda, di antaranya yaitu:

  • Senyawa Fosfat Anorganik

Senyawa yang pertama ini bisa ditemui pada benda mati. Benda-benda tersebut yaitu seperti air, batu, dan juga tanah.

  • Senyawa Fosfat Organik

Senyawa yang satu ini biasanya ada pada kandungan makhluk hidup. Tidak hanya tumbuhan, fosfat organik pun sering ditemui pada hewan dan manusia.

Sejarah Penemuan Fosfor

Awal mula sejarah ditemukan fosfor yaitu oleh seorang ilmuan asal Jerman bernama Hanning Brand.

Sejarah Penemuan Fosfor

Setelah penemuan tersebut, ilmuan tersebut kembali melakukan uci coba tentang fosfor yang dilakukan sebanyak 50x di tahun 1669 M sehingga didapatkannya senyawa fosfor melalui cara penyulingan pada penguapan urin manusia.

Adapun hasil dari penemuan tersebut kemudian diberi nama dengan bahasa latin “phophoros” yang memiliki arti pembawa terang atau memiliki cahaya.

Nama tersebut dianggap sangat sesuai meningat senyawa tersebut memiliki keunikan serta kemampuan bercahaya disaat gelap. Phosphorus sendiri diambil dari nama kuno planet venus, jadi planet venus ini merupakan planet yang akan terlihat lebih dahulu ketimbang matahari.

Proses Daur Fosfor

Proses Daur Fosfor

Siklus fosfor umumnya terjadi dalam 3 tahapanan yang terjadi secara sangat lambat di alam. Adapun penjelasan skema siklus terjadinya daur fosfor bisa Anda lihat seperti di bawah ini.

1. Proses Pelapukan

Proses pertama yang mengawali terjadinya siklus ini adalah saat adanya proses pelapukan yang biasanya sering terjadi di dalam batuan. Saat suatu batuan yang memiliki kandungan fosfor terkena tetesan air hujan, maka batuan tersebut pun akan melepaskan ion fosfat serta mineral lainnya.

Pelapukan yang terjadi ini seringkali disebabkan oleh proses alamiah dan dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti cuaca, erosi yang membuat fosfor berubah posisi menjadi ke tanah, dan juga hujan.

2. Penyerapan oleh Makhluk Hidup

Proses selanjutnya adalah penyerapan fosfor yang dilakukan oleh makhluk hidup seperti manusia dan hewan. Pada hewan yang bersifat karnivora, maka mereka akan menyerap fosfor tersebut ketika mereka melahap hewan karnivora lain.

Sedangkan pada manusia dan hewan dengan sifat herbivora, maka mereka akan memperoleh fosfor tersebut dari kandungan tanaman yang mereka konsumsi. Hal tersebut karena fosfat yang sudah ada di dalam tanah akan dimanfaatkan oleh jamur, mikroorganisme, dan tumbuhan lainnya.

3. Penguraian

Ketika fosfor sudah diserap oleh makhluk hidup, maka mereka pun akan kembali mengeluarkannya menuju pada alam dengan cara proses dekomposisi atau penguraian. Umumnya, fosfat organik akan kembali menuju air atau tanah.

Sedangkan fosfat yang sebelumnya sudah masuk dalam hewan atau tumbuhan akan diuraikan oleh pihak dekomposer ketika hewan atau tumbuhan tersebut sudah mati. Setelah itu, bakteri yang ada di dalam tanah akan melanjutkan proses daur fosfor dengan membelah beberapa bahan organik tersebut menjadi bentuk fosfat sehingga bisa diserap kembali oleh tanaman.

Sementara itu, fosfor yang ada di dalam air pun juga akan terus melanjutkan siklusnya hingga mengarah menuju lautan dan berubah menjadi batuan sedimen.

Sifat Daur Fosfor

Daur fosfor memiliki beberapa sifat, diantaranya adalah :

Sifat Daur Fosfor

1. Sifat Kimia

Terkadang fosfor bisa menampakkan warna yang berbeda. Beberapa warna fosfor tersebut yaitu putih dan merah.

Fosfor yang berwarna merah memiliki sifat yang kurang beracun dan tidak terlalu reaktif. Biasanya, fosfor ini digunakan sebagai salah satu bahan campuran untuk membuat pasir halus dan korek api.

Sementara itu, fosfor yang memiliki warna putih cenderung mudah terbakar pada saat ada di udara, bisa memancarkan cahaya, begitu beracun, dan juga sangat reaktif. Umumnya fosfor putih digunakan sebagai bahan campuran pembuatan asam fosfat pada suatu industri.

2. Sifat Fisika

Kedua fosfor yang berwarna tersebut memiliki unsur yang sama, dan unsur tersebut pun memiliki titik leleh sebesar 44,20 derajat celcius. Sementara itu, titik didihnya diperkirakan mencapai suhu sekitar 2770 derajat celcius.

Tidak hanya unsur, mereka pun juga terdiri atas massa jenis yang berbeda. Fosfor putih memiliki massa sebesar 1,823 g/cm3, fosfor hitam 2,609 g/cm3, dan juga fosfor merah sebesar 2,34 g/cm3.

Biasanya fosfor merah tidak mudah larut di dalam segala jenis pelarut. Namun, berbeda dengan merah, fosfor putih justru lebih mudah larut apabila ditaruh pada pelarut nonpolar benzena dan mudah menguap.

Ketersediaan Daur Fosfor

Ketersediaan Daur Fosfor

Ketersediaan fosfat biasanya masih tersegel di dalam batuan dan sedimen, sehingga tumbuhan pun sedikit kesulitan untuk memperolehnya. Namun, terdapat beberapa jalur yang bisa membantu mereka mendapat persediaan fosfor, dengan cara :

1. pH

Tanaman membutuhkan fosfor lebih banyak untuk membuat pertumbuhannya lebih optimal. Mereka pun cenderung lebih membutuhkan fosfor daripada harus dilarutkan ke dalam tanah.

Tingkat keasaman atau pH suatu tanah sangat mempengaruhi proses pelarutan senyawa fosfor anorganik. Dengan begitu, maka tanaman pun dapat menyerap fosfor dengan cara yang lebih mudah.

2. Bakteri

Biasanya bakteri dapat membantu ketersediaan fosfat dengan cara mineralisasi, namun kontribusinya terlalu kecil. Bakteri dapat mengubah fosfat yang terkandung di dalam tanaman menjadi senyawa bentuk organik.

3. Adsorpsi

Apabila desorpsi adalah proses pelepasan fosfor menuju pada larutan tanah, maka berbeda dengan adsorpsi. Adsorpsi terjadi ketika fosfor anorganik terikat secara kimia menuju partikel tanah.

Sedangkan berdasarkan kadar fosfat total, ketersediaan fosfat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  • Perairan dengan tingkat kesuburan rendah memiliki kadar fosfat sekitar (0-0.02 mg per liter)
  • Perairan dengan tingkat kesuburan sedang memiliki kadar fosfat sekitar (0.021-0.05 mg per liter)
  • Perairan dengan tingkat kesuburan tinggi memiliki kadar fosfat sekitar (0.05-0.1 mg per liter)

Manfaat Daur Fosfor

Manfaat Daur Fosfor

Proses daur fosfor memiliki beragam manfaat yang berguna untuk kehidupan, seperti :

  • Bermanfaat untuk menjaga dan membersihkan korosi pipa
  • Bahan untuk membuat pupuk, pestisida, detergen, kembang api pasti gigi, bahan peledak, dan korek api
  • Membantu proses di dalam tubuh makhluk hidup seperti metabolisme lemak, karbohidrat, dan asam nukleat
  • Menjaga basa tubuh atau homeostasis asam sebagai penyangga tubuh
  • Membantu proses pelepasan energi dari dalam tubuh

Peran Daur Fosfor

Terdapat berbagai peranan daur fosfor, beberapa di antaranya adalah :

  • Bagian dari molekul yang menyimpan energi, seperti ADP, GDP, ATP, dan lain-lain
  • Biasanya ditemukan di dalam tulang berbentuk kalsium fosfat
  • Diperlukan untuk menyampaikan pesan tentang informasi gen
  • Berguna bagi makhluk hidup untuk membebaskan energi

Dampak Buruk Daur Fosfor

Inilah beberapa dampak kegiatan manusia pada daur fosfor, di antaranya yakni:

  • Karena fosfor menjadi bahan pembuat ledakan, maka jika tidak digunakan dengan bijak bisa menumbulkan ancaman yang berbahaya bagi manusia
  • Gas fosfor mempunyai kemampuan untuk menempel di paru, usus dan kulit secara berkepanjangan, apabila tidak segera di atasi maka bisa menyebabkan rasa nyeri berkepanjangan atau bahkan meninggal.
  • Apabila penggunaan fosfar dilakukans secara berlebihan bisa mencemari air
  • Fosfat bisa menjadi penyebab eutrofikasi perairan laut dan pantai

Kesimpulan

Sesuai dengan informasi yang ada di atas, bisa disimpulkan bahwa daur fosfor merupakan suatu proses yang begitu penting untuk membantu keberlangsungan siklus kehidupan.

Adapun proses yang terjadi agar terbentuk fosfor yang baru pun juga memerlukan waktu yang tidak sebentar, namun karena ini adalah siklus yang tidak akan berhenti maka fosfor pun akan tetap ada dalam waktu yang lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like